ANALISIS

Transfer Nostalgia Ronaldo ketika MU Turun Kasta

Nova Arifianto, CNN Indonesia | Rabu, 08/04/2020 07:19 WIB
Pemotongan gaji pemain-pemain Juventus memantik isu kepindahan Cristiano Ronaldo ke Manchester United. Cristiano Ronaldo digosipkan hengkang dari Juventus setelah kabar pemotongan gaji pemain di masa pandemi virus corona. (GIUSEPPE CACACE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setiap kali Cristiano Ronaldo mengisyaratkan hengkang dari sebuah klub, Manchester United dikaitkan dalam rumor gosip transfer sang megabintang.

Pemotongan gaji pemain-pemain Juventus guna mengakali kondisi finansial klub di tengah pandemi virus corona lantas memantik isu kepindahan Ronaldo dari Turin.


MU masuk dalam perbincangan lantaran diyakini memiliki kemampuan finansial untuk menggaet pemain pemilik lima gelar Ballon d'Or itu kembali ke Old Trafford. The Red Devils juga sempat dikaitkan dengan Ronaldo ketika sang bintang mengisyaratkan hengkang dari Real Madrid pada Mei 2018.


Lebih dari sekadar masalah kemampuan membeli pemain bintang, MU memiliki nostalgia indah bersama CR7.

Melakukan transaksi seharga 12 juta poundsterling dengan Sporting Lisbon pada 2003, MU melalui tangan Sir Alex Ferguson kemudian seperti mengubah jalan hidup remaja 18 tahun menjadi bintang yang menggebrak dunia sepak bola.

Transfer Nostalgia Ronaldo ketika MU Turun Kasta Cristiano Ronaldo menjalani enam musim di MU bersama Sir Alex Ferguson. (AFP PHOTO / NICOLAS ASFOURI)
Setelah menjadi pemain pengganti dari Nicky Butt dalam laga pembuka Liga Inggris 2003/2004 pada menit ke-61 melawan Bolton Wanderers, Ronaldo tak langsung meraih sukses. Penerus pemilik nomor legendaris di MU itu 'hanya' merasakan gelar Piala FA pada musim pertama.

Gocekan scissors atau pedalada yang dikeluarkan untuk mengecoh bek-bek lawan, serta tendangan bebas yang mematikan menjadi salah satu cara Ronaldo melewati tahapan proses hingga akhirnya menjadi juara pada musim 2006/2007 atau tiga musim setelah bergabung dengan MU.

Ronaldo kemudian meraih gelar juara Liga Inggris dua kali lagi dan turut mengantarkan MU menjadi juara Liga Champions pada musim 2007/2008.

Transfer Nostalgia Ronaldo ketika MU Turun Kasta
Trofi, penghargaan individu, berbagai rekor, gol, dan assist menjadi kenangan indah bagi fan MU yang kemudian harus melihat sang pujaan pergi ke Real Madrid dengan status pemain termahal pada tahun 2009.

Kepergian Ronaldo kala itu tidak dibarengi dengan perpisahan yang layak karena MU kalah dari Barcelona di final Liga Champions.

Perpisahan 'menyakitkan' itu pula yang memunculkan anggapan Ronaldo masih berutang pada MU sehingga fan mengharapkan nostalgia indah bersama bocah dari Madeira itu dapat terulang.

Transfer Nostalgia Ronaldo ketika MU Turun Kasta Cristiano Ronaldo menjadi pemain kunci di usia tak muda lagi. (Filippo Rubin/LaPresse via AP)
Mungkin kenangan masa lalu tak dirindukan Ronaldo. Sebagai sosok yang kompetitif, Ronaldo butuh tantangan.

MU bisa memuaskan hasrat Ronaldo lantaran klub pemilik gelar terbanyak di Liga Inggris itu kehilangan kemampuan menjadi calon juara sejak kepergian Sir Alex Ferguson. Bisa dibilang derajat MU kini turun, bukan lagi calon juara melainkan tim pemburu zona Liga Champions

Mengerek MU sebagai klub teratas di Inggris, mengungguli Manchester City yang satu dekade terakhir memiliki lebih banyak gelar ketimbang Manchester Merah atau melengserkan kekuatan Liverpool, menjadi tantangan Ronaldo jika kembali mengenakan jersey MU.


Di usia senja, Ronaldo kemungkinan tidak akan ditempatkan sebagai pemain sayap seperti di zaman Sir Alex. Pemain yang pernah mendapat penghargaan sepatu emas Eropa ketika masih membela MU itu bisa menjadi ujung tombak dengan memanfaatkan pelayanan dari Marcus Rashford, Anthony Martial, atau Bruno Fernandes.

Manajer Ole Gunnar Solskjaer terlihat lebih memprioritaskan transfer pemain-pemain muda, namun Rashford cs juga kiranya perlu bimbingan sosok berpengalaman seperti Ronaldo. (jal)

[Gambas:Video CNN]