Bos Dorna: Mungkin MotoGP 2020 Tidak Digelar

CNN Indonesia | Rabu, 08/04/2020 12:53 WIB
Bos Dorna: Mungkin MotoGP 2020 Tidak Digelar MotoGP 2020 hingga kini belum bergulir. (AP Photo/Jose Breton)
Jakarta, CNN Indonesia -- CEO Dorna Sports selaku pengelola MotoGP, Carmelo Ezpeleta, pesimistis bisa menggelar MotoGP 2020 karena wabah virus corona.

Sejumlah seri balapan MotoGP 2020 dipastikan ditunda karena wabah virus corona. Dorna terakhir harus menunda MotoGP Italia (31 Mei) dan MotoGP Catalunya (7 Juni). Hingga kini belum ada jadwal baru untuk dua seri balapan itu.

Total sudah tujuh seri balapan yang ditunda, dengan baru tiga di antaranya memiliki jadwal baru: MotoGP Thailand, Amerika Serikat, dan Thailand. Kondisi itu membuat Ezpeleta pesimistis bisa menggelar MotoGP 2020 musim ini.


"Kita sedang perang dan sulit untuk melihat akan ada kejuaraan dunia Grand Prix di 2020. Situasi buruk di Spanyol, Italia, dan Prancis," ujar Ezpeleta dikutip dari Marca.

Bos Dorna: Mungkin MotoGP 2020 Tidak Digelar
"Bahkan jika kondisi sudah sedikit normal, larangan perjalanan akan tetap berlaku di banyak negara. Untuk itu sulit untuk penonton dalam jumlah besar untuk menyaksikan sepak bola atau MotoGP. Saya tidak yakin kami bisa menggelar MotoGP 2020," sambung Ezpeleta.

Ezpeleta juga tidak khawatir dengan kontrak FIM yang menyebut Dorna harus menggelar minimal 13 balapan di 2020, pasalnya kondisi force majeure sedang berlaku.

[Gambas:Video CNN]
"Tidak masalah berapa balapan yang bisa kami lakukan. Jika kami bisa mulai pada September, kami bisa melakukan empat atau lima balapan. Mungkin kami bisa melakukannya di Eropa atau Asia ketika larangan perjalanan mulai tidak ketat. Semua tergantung situasi perkembangan di seluruh dunia," ucap Ezpeleta.

Ezpeleta memastikan Dorna Sports akan selalu mengikuti kebijakan pemerintah dan departemen kesehatan negara masing-masing untuk menggelar balapan. Selama tidak ada izin kedua pihak tersebut Dorna tidak akan memaksa gelar balapan MotoGP 2020.

"Sangat penting untuk menjamin keselamatan dan kesehatan semua orang yang terlibat. Jika seseorang terinfeksi di salah satu acara kami, kami akan disalahkan selamanya. Kami juga bisa bertahan jika MotoGP 2020 dibatalkan. Jika itu skenarionya, maka kami akan mulai mempersiapkan musim 2021," ucap Ezpeleta. (har/nva)