Cerita Kiper Borneo FC Menikah di Tengah Pandemi Corona

CNN Indonesia | Kamis, 09/04/2020 10:37 WIB
Cerita Kiper Borneo FC Menikah di Tengah Pandemi Corona Kiper Borneo melangsungkan akad nikah di tengah situasi pandemi corona. (Dok. Pribadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kiper Borneo FC, Mochamad Dicky Indrayana, memutuskan menyelenggarakan pernikahan dengan atlet voli nasional, Tri Retno Mutiara Lutfi, pada Minggu (5/4) di tengah pandemi virus corona.

Rencana menikah Dicky dan Tiara sudah dipersiapkan sejak tujuh bulan lalu, tepatnya September 2019. Hari dan tanggal baik pernikahan pun sudah disetujui keluarga besar yakni 22 April 2020.


Apa daya wabah pandemi virus corona membuat semua rencana yang dipersiapkan gagal total. Menimbang-nimbang situasi dan kondisi yang terjadi, Dicky memutuskan memajukan tanggal akad nikah.


Dicky pulang dari Samarinda ke Kuningan pada 28 Maret melalui serangkaian cek kesehatan.

"Berhubung situasi sekarang seperti ini, wabah virus corona, sekeluarga agak panik. Saya juga kan jauh beda pulau, di Samarinda. Jaga-jaga, antisipasi takut nanti ada lock down jadi keluarga berunding untuk memajukan akad nikah jadi tanggal 5 April kemarin tanpa resepsi," ucap Dicky melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Rabu (8/4).

Tanggal 5 April dirasa Dicky dan keluarga jadi waktu yang tepat untuk melangsungkan akad nikah. Kebetulan, sejak akhir Februari sudah ada kabar yang menyebut klub-klub Liga 1 libur sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Kesempatan libur kompetisi itu dimanfaatkan Dicky pulang ke kampung halamannya di Kuningan, Jawa Barat, dan bersiap melangsungkan akad nikah.

Cerita Kiper Borneo FC Menikah di Tengah Pandemi CoronaMochamad Dicky Indrayana memajukan tanggal akad nikah. (Dok. Pribadi)

Bukan tanpa pertimbangan, rasa khawatir dan takut pun terus meliputi Dicky sebelum kata 'sah' terdengar tegas dari mulut sang penghulu. Maklum, imbauan untuk tidak melakukan kegiatan kumpul-kumpul terus didengungkan seiring bertambahnya korban akibat wabah covid-19 di Indonesia.

Terlebih, sempat ada kendala-kendala yang membuat Dicky kecewa dan panik saat H-3 jelang pernikahannya.

"Jadi kan saya sudah siapkan venue untuk akad nikah di guest house outdoor di daerah Cirebon. H-7 sudah nego dan sudah deal. Terus pas H-3 turun surat imbauan dari Menteri Agama bahwa akad nikah wajib dilangsungkan di KUA (Kantor Urusan Agama]. Tidak boleh di tempat lain."

"Jadi akad tetap di KUA dan yang ada di dalam ruangan pun hanya pengantin, saksi dan penghulu tidak ada yang lain. Pengantin wajib pakai masker dan sarung tangan. Itu pun hanya sekitar setengah jam, kemudian lanjut di guest house buat dokumentasi saja," ungkap Dicky yang pernah menjadi bagian dari Timnas Indonesia tersebut.
Cerita Kiper Borneo FC Menikah di Tengah Pandemi Corona
Dicky juga mengaku sempat takut jika sesi dokumentasi tiba-tiba dibubarkan polisi. Alhamdulillah, ia bersyukur hal itu tidak terjadi.

Wabah virus corona membuat segala rencana pernikahan Dicky dan Tiara berantakan. Belum bisa dipastikan kapan resepsi akan digelar sampai menunggu situasi normal, termasuk rencana bulan madu ke Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Tak hanya itu, ia juga menelan kerugian yang tak ingin disebutkan taksiran nilainya. "Ratusan undangan pun sudah dicetak, tapi belum dibagikan. Daripada bikin baru, nanti paling di [tutupi] label lah tanggalnya," sebutnya.

Di balik segala perubahan rencana yang dilakukan akibat COVID-19, ada hikmah yang dipetik Dicky. Termasuk juga penundaan kompetisi yang membuatnya tetap berada di rumah bersama sang istri yang baru dinikahinya.

Cerita Kiper Borneo FC Menikah di Tengah Pandemi Corona

Selain menghabiskan waktu berdua dengan istri di rumah, kiper 22 tahun itu juga tetap menjaga kondisi kebugaran tubuhnya. Berlatih setiap pagi dan sore sesuai dengan program yang diberikan pelatih.

Vakumnya kompetisi yang membuat pemotongan gaji 75 persen oleh klub sesuai arahan PSSI dianggap sebagai ujian pertama dalam bahtera rumah tangga Dicky bersama Tiara. Ia mengaku pasrah sambil terus berdoa dan berikhtiar semoga wabah covid-19 ini cepat berlalu.

"Qadarullah [takdir Allah], tetap disyukuri. Sebagai pemain kami mengerti kalau kompetisi off, klub tidak ada pemasukan. Kami diliburkan juga untuk mengurangi beban klub. Ini untuk kebaikan bersama walaupun jadi beban," ujar Dicky.


Sebenarnya, Dicky punya bisnis kecil-kecilan berupa angkringan di daerah Ciamis, Jawa Barat atau sekitar tiga jam perjalanan dari Cirebon. Namun, bisnis tersebut terpaksa ditutup sementara karena corona.

"Bisnisnya juga baru beberapa bulan lau, ya sejak akhir tahun lah. Yang urus teman saya. Tapi sekarang tutup karena tidak boleh jualan selama corona."

"Saya juga bakal putar otak untuk mencari penghasilan buat keluarga saya. Sekarang masih pakai tabungan yang ada, tapi yakin nanti ada jalannya," tutupnya. (ttf/nva)

[Gambas:Video CNN]