Kemenpora Minta PSSI Perhatikan Nasib Pemain dan Wasit

CNN Indonesia | Rabu, 08/04/2020 00:30 WIB
Kemenpora Minta PSSI Perhatikan Nasib Pemain dan Wasit Liga 1 2020 ditunda akibat pandemi corona. (Dok. Persita Tangerang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meminta kepada PSSI untuk memberikan perhatian lebih kepada pemain maupun wasit yang terkena dampak pandemi virus corona.

PSSI  telah mengeluarkan keputusan terkait pemotongan gaji pemain dan membolehkan klub hanya memberikan 25 persen dari nilai kontrak jika kompetisi Liga 1 2020 terpaksa diberhentikan total. Meski begitu, beberapa klub ada yang tidak mengikuti keputusan PSSI soal 25 persen gaji.

Salah satunya Persita Tangerang yang telah memutuskan pemainnya hanya mendapat 10 persen gaji dari nilai kontrak yang tertera jika kompetisi musim ini dihentikan.


PSSI masih menyetop kompetisi sementara sampai 29 Mei sambil menunggu situasi kembali normal. Jika setelah waktu yang ditentukan pandemi covid-19 di Indonesia masih terjadi, opsi pemberhentian total kompetisi kemungkinan bakal diambil PSSI.

"Soal Liga yang terhenti, pemerintah tak bisa masuk terlalu jauh karena ada aturan masing-masing dari federasi. Kami hanya komunikasi dan minta tolong diperhatikan agar kepentingan atlet dan wasit jangan sampai terlalu dikorbankan. Soal ada pengorbanan pasti, secara tertulis untuk PSSI kan sudah sampaikan surat," ucap Menpora Zainudin kepada wartawan, Selasa (7/4).

Kompetisi Liga 1 diakui Zainudin sudah dikelola secara profesional sehingga ada kontrak yang dibuat dan disepakati antara individu pemain dan klub. Ia yakin dalam kontrak tersebut juga dituliskan klausul-klausul kategori yang memungkinkan untuk kontrak itu bisa dijalankan secara normal atau ada perubahan.

"Federasi [PSSI] punya tanggung jawab untuk mengawasi itu. Dari PSSI saya kira punya lembaga kalau ada apa-apa bisa dilaporkan ke sana."

"Kami sebagai pemerintah mengawasi sekaligus mengimbau, di mana batas-batas kita bisa masuk karena itu jadi urusan rumah tangga federasi," ujar Menpora. (TTF/jal)

[Gambas:Video CNN]