Bintang Liga China Dipecat Klub Usai Pakai Pelat Nomor Palsu
CNN Indonesia
Rabu, 15 Apr 2020 09:50 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Gelandang Yu Hanchao yang merupakan bintang Guangzhou Evergrande, klub Liga Super China, dipecat setelah kedapatan menggunakan pelat nomor palsu.
Pemain berusia 33 tahun itu ditahan polisi karena melakukan pelanggaran usai mengubah huruf E menjadi F pada pelat mobil yang dikendarainya.
Dikutip dari Daily Mail, pihak Guangzhou Evergrande mengatakan Yu Hanchao yang merupakan pemain sayap klub tersebut sangat melanggar protokol di tim itu dan dibebaskan dari kontraknya.
"Yu Hanchao sangat melanggar ketentuan disiplin 'sembilan pengusiran' dari klub Guangzhou Evergrande Taobao dan 'regulasi tim', dan diberhentikan setelah penyelidikan perusahaan," demikian pernyataan Evergrande.
Mercedes Benz yang dikendarai Yu Hanchao terdaftar di Kota Liaoning, tempat ia dibesarkan dan terletak 2.700 kilometer dari Guangzhou.
[Gambas:Video CNN]
Mobil non-lokal di Kota Guangzhou hanya diperbolehkan dipakai selama empat hari beruntun. Setelah empat hari itu mobil tidak boleh digunakan dalam empat hari berikutnya.
Dalam video yang tersebar Yu Hanchao terlihat membungkuk di depan mobil yang dikendarainya itu dan membuat sketsa di salah satu huruf di pelat nomor.
Yu Hanchao yang melakukan pelanggaran di jalan yang sibuk di Guangzhou itu sempat masuk ke dalam mobilnya, lalu melanjutkan aksinya mengubah huruf E di pelat nomor menjadi huruf F.
Dengan pelanggaran tersebut Yu Hanchao akan ditahan selama 15 hari dengan denda 562 juta poundsterling atau setara dengan Rp11 juta.
Yu Hanchao bergabung dengan Evergrande pada Juli 2014 dari Dalian Professional. Sejak 2014 Yu Hanchao tampil dalam 174 pertandingan di semua kompetisi dengan mencetak 31 gol. (sry)
[Gambas:Video CNN]
Pemain berusia 33 tahun itu ditahan polisi karena melakukan pelanggaran usai mengubah huruf E menjadi F pada pelat mobil yang dikendarainya.
Lihat juga:MU Jangan Blunder Beli Kane |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mercedes Benz yang dikendarai Yu Hanchao terdaftar di Kota Liaoning, tempat ia dibesarkan dan terletak 2.700 kilometer dari Guangzhou.
Mobil non-lokal di Kota Guangzhou hanya diperbolehkan dipakai selama empat hari beruntun. Setelah empat hari itu mobil tidak boleh digunakan dalam empat hari berikutnya.
Dalam video yang tersebar Yu Hanchao terlihat membungkuk di depan mobil yang dikendarainya itu dan membuat sketsa di salah satu huruf di pelat nomor.
Dengan pelanggaran tersebut Yu Hanchao akan ditahan selama 15 hari dengan denda 562 juta poundsterling atau setara dengan Rp11 juta.
[Gambas:Video CNN]
