Malignaggi tanpa ragu menyatakan Mayweather adalah sosok petinju brilian dalam hal taktik dan teknik tinju. Hal itu bisa jadi modal berharga bagi Mayweather bila ia ingin kembali menikmati dunia tinju sebagai pelatih.
Lihat juga:Pochettino Jangan Mau ke Newcastle |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama jadi petinju, Floyd Mayweather mendapat bimbingan dari Roger dan Jeff. (Ethan Miller/Getty Images/AFP) |
"Dia punya pemikiran yang luar biasa namun saya tidak yakin dia punya kesabaran untuk jadi pelatih," kata Malignaggi seperti dikutip dari Boxingnews 24.
Malignaggi meyakini kesempurnaan yang selama ini diperlihatkan Mayweather justru mendorongnya bakal frustrasi bila menjalani karier sebagai pelatih.
Selama kariernya, Mayweather merupakan sosok pekerja keras dan perfeksionis yang telah menghabiskan hari-hari latihan selama bertahun-tahun. Hal ini yang membuat Malignaggi merasa Mayweather sudah jenuh bila harus kembali menekuni pekerjaan tersebut.
Tak hanya itu, kondisi finansial Mayweather yang berkecukupan membuat petinju berjuluk 'Money' itu tidak memiliki alasan finansial untuk memutuskan jadi pelatih.
Tahun ini rumor Mayweather kembali ke ring tinju kembali mengemuka. Namun peristiwa meninggalnya Roger Mayweather, paman sekaligus pelatih, membuat Mayweather masih berada dalam suasana duka.
[Gambas:Video CNN]
(ptr/bac)
Selama jadi petinju, Floyd Mayweather mendapat bimbingan dari Roger dan Jeff. (Ethan Miller/Getty Images/AFP)