WAWANCARA EKSKLUSIF

Nova Arianto: Tae Yong Sebut Pelatih Indonesia Terlalu Baik

CNN Indonesia | Kamis, 14/05/2020 17:34 WIB
Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Nova Arianto memimpin sesi latihan setelah ditinggal Kepala Pelatin Indra Sjafri mengikuti kursus lisensi di Spanyol. Nova Arianto. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asisten pelatih Timnas Indonesia Nova Arianto memilih untuk menyaksikan ulang video-video pertandingan skuat Garuda di Piala AFF dan SEA Games untuk menghabiskan waktu di rumah selama pandemi covid-19.

Tayangan-tayangan video itu mengingatkan Nova ketika masih berseragam Timnas Indonesia di era 1996 sampai 2008. Termasuk ketika ia memperkuat tim-tim papan atas di Indonesia.

Nova yang mantan pemain Persebaya Surabaya dan Persib Bandung itu juga mengaku terus berkomunikasi dengan staf pelatih Timnas Indonesia asal Korea Selatan secara virtual. Khususnya membahas program latihan kepada pemain selama berada di rumah.


Klub mana yang paling berkesan selama bermain di kompetisi sepak bola Indonesia? Bisnis apa yang kini tengah digeluti, serta apa alasan di balik julukan 'Suster Ngesot'? Berikut wawancara eksklusif CNNIndonesia.com dengan Nova Arianto:

Kegiatan apa saja yang dilakukan selama pandemi?

Selama ini apa yang bisa saya lakukan, ya saya lakukan. Seperti melihat kembali tayangan pertandingan Timnas Indonesia di Piala AFF dan SEA Games.

Lihat lagi video pertandingan Vietnam, Thailand, dan Uni Emirat Arab (UAE) yang bakal jadi lawan di kualifikasi Piala Dunia. Saya mau lihat sendiri apa kelemahan dan kelebihan mereka untuk saya sampaikan ke tim pelatih.

Shin Tae Yong sebelum menggelar latihan Timnas Indonesia. (Shin Tae Yong sebelum menggelar latihan Timnas Indonesia. (CNN Indonesia/ Titi Fajriyah)
Saya juga nonton lagi pertandingan saya di waktu di Persib dan di Timnas Indonesia. Saya putar-putar lagi. Saya bandingkan dulu main 3-5-2 bisa banget sekarang kenapa sulit banget?

Dari pada kosong. Saya juga sambil mengoreksi kekurangan tim kita juga seperti apa. Ya paling jam 10 pagi sampai jam 12 saya nonton video terus istirahat, sore baru nonton lagi.

Selain itu setiap pagi saya jogging latihan di rumah saja supaya tidak gemuk, atau menemani anak latihan bola juga di rumah.

Punya bisnis lain di luar sepak bola?

Punya kos-kosan di Yogyakarta. Jumlahnya cukuplah. Iya kos-kosan ini tabungan waktu masih jadi pemain, dikumpulkan, dan dibentuk jadi kos-kosan.

Kenapa di Yogyakarta karena saya tinggal di Yogyakarta dan di sini banyak kampus jadi banyak yang cari. Dulu saya waktu masih main di Persib pernah buka kafe di Yogyakarta. Tapi saya dibohongi. Bukan masalah rugi banyak, tapi pendapatan dan pengeluarannya tidak sesuai.

Setelah itu saya pikir ini bukan bidang saya. Saya kapok dan tidak mau lagi bisnis seperti itu.

Komunikasi dengan staf pelatih Korea Selatan selama pandemi?

Video conference dengan pelatih asal Korea Selatan. Tapi sebelumnya juga sudah sering berkomunikasi lewat WhatsApp juga tanya kabar dan bahas yang lain.

Dari staf pelatih di sana minta kami rencanakan home training buat pemain Timnas Indonesia. Jadi kami membahas materi apa saja yang dibutuhkan untuk home training itu. Nanti jadi home training via Zoom, materinya diberikan dan dipandu langsung pelatih dari Korea sana.

Semua materi dan arahan langsung dari coach Shin Tae Yong. Rencananya mulai minggu depan dan fokusnya ke Timnas Indonesia U-19 yang persiapan ke Piala Dunia U-20 2021 nanti.

[Gambas:Video CNN]

Program apa yang bakal dilakukan untuk Timnas Indonesia setelah pandemi berakhir?

Belum ada setelah rencana program setelah pandemi berakhir. Tunggu sampai ini benar-benar selesai dulu.

Apakah ada beban bagi Anda menjadi asisten pelatih Shin Tae Yong di Timnas Indonesia ?

Beban tidak ada. Saya berpikir apa yang bisa saya perbuat buat sepak bola Indonesia ya saya lakukan. Saya bisa belajar dari coach Shin Tae Yong dan menjalaninya dengan ikhlas.

Seperti apa sosok Shin Tae Yong di mata Anda?

Kalau buat latihan coach Shin orangnya saklek. Kalau dia bilang latihan A sampai selesai, ya harus diikuti sampai selesai. Kata coach Shin pelatih Indonesia itu terlalu baik, suka memberikan diskon. Maksudnya kalau misal pemain sudah terlihat capek, ya sudah segitu saja latihannya.

Shin Tae Yong itu orangnya tegas, disiplin. Karakter disiplin itu yang saya ambil ilmunya. Kedisiplinan beliau yang harus dipegang.

Dari empat orang pelatih Korea Selatan, siapa yang paling humoris dan siapa yang paling galak atau tegas?

Kim Woo Jae yang paling humoris. Coach Kim yang agak gemuk, bukan Kim yang pelatih kiper ya. Dia senang bercanda, sama anak-anak Timnas U-19 dekat, suka jadi pencair suasana kalau latihan.

Kadang suka ikut buat gerakan berlatih dan ikut gabung latihan bareng sama anak-anak. Kim sering mencoba makanan Indonesia. Dia pernah ditawari buah salak, dia tanya "ini apa?". Saya bilang "coba saja", terus dia bingung makan salak karena tajam-tajam.

Ya Kim mau tahu budaya dan makanan Indonesia. Dia juga suka sate. Kalau yang paling tegas jelas coach Shin Tae Yong. Tapi kadang dia suka lucu, suka bercanda juga sama Kim. Kadang Kim suka dikejar dan ditendang sambil bercanda waktu di Chiang Mei, Thailand.

Dari tujuh klub yang pernah diperkuat mana yang paling berkesan?

Persebaya dan Persib karena waktu saya lebih lama di sana. Tapi saya pikir semua tim jadi berkesan karena semua punya pengalaman yang berbeda buat saya.

Kedekatan sama suporter hal yang buat saya luar biasa. Di manapun saya berada, saya punya hubungan baik dengan suporter. Kehadiran suporter itu yang bikin semangat main.
Shin Tae Yong dikenal Nova Arianto sebagai sosok yang tak kenal kompromi. (Shin Tae Yong dikenal Nova Arianto sebagai sosok yang tak kenal kompromi. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Pengalaman tidak bisa dilupakan dengan suporter?

Waktu Persija vs Persib di Stadion Lebak Bulus pada 2008. Tensi pertandingan tinggi, setelah bus keluar tol, hancur dilempar batu sama suporter.

Sebelumnya dikasih tahu di tol bakal aman, karena bis dikawal polisi. Tapi saya tidak percaya bakal aman. Saya pikir kalau dilempar batu dari jauh tetap kena bus juga. Jadi saya sembunyi di bawah kursi dengan kepala ditutup tempat sampah cari aman. Syukur saya tidak kena sama sekali. Tapi teman-teman lain pada panik.

Persebaya atau Persib?

Waduh itu dia. Tidak bisa milih. Persebaya jadi awal karier saya profesional. Saya empat tahun di Surabaya. Saya bilang ini awal karier saya.

Persib juga karena Bobotoh luar biasa buat saya jadi betah di sana. Saya juga empat tahun di Bandung. Mereka selalu kasih dukungan ke saya.

Stadion Siliwangi juga jadi bagian dari sejarah buat karier saya. Setiap mau main di Siliwangi, antara jam 2 dan jam 3 itu saat bus mau masuk di lampu merah sudah bisa kelihatan stadion penuh. Buat saya itu luar biasa. Jadi saya tidak bisa memilih antara Persebaya dan Persib.

Kemarin juga saya lelang baju untuk amal donasi Covid-19. Saya pikir apa yang bisa saya berikan, saya punya jersey jadi saya ikut lelang.

Jersey Persebaya itu baju yang saya pakai ketika saya jadi pemain terbaik di Divisi Utama tahun 2007. Jersey Persib ada baju kebesaran waktu saya jadi kapten di 2010 dan baju Sriwijaya FC ketika jadi juara 2012.

Anda dijuluki 'Suster Ngesot' bisa diceritakan kenapa?

Jadi waktu itu memang saya berpikir saat main apa yang bisa diingat orang. Bukan mau terkenal tapi apa yang bisa diingat dari saya, apa selebrasi, apa potongan rambut.

Suatu waktu saya bicara dengan istri saya apa yang lucu yang bisa dilakukan. Kalau lari-lari buka baju biasa. Nah tiba-tiba muncul itu ngesot-ngesot itu padahal saya juga tidak tahu apa itu, saya enggak berani dan takut nonton film horor juga.

Akhirnya sehari setelah obrolan itu saya main sama Persib lawan Persik Kendal di Stadion Siliwangi dan yakin bisa cetak gol. Benar saya gol Jadi langsung itu ngesot selebrasi dan keterusan.

Film horor Suster Ngesot itu jadi motivasi saya buat cetak gol. Karena kalau tidak cetak gol saya tidak bisa jadi Suster Ngesot. Kan jadi tren sekarang, jadi dikenal. (TTF/har)