Cerita Mobil Rusak di Balik Kekalahan Ferguson dari Gaethje

CNN Indonesia | Jumat, 22/05/2020 03:54 WIB
Justin Gaethje, right, punches Tony Ferguson during a UFC 249 mixed martial arts bout, Saturday, May 9, 2020, in Jacksonville, Fla. (AP Photo/John Raoux) Tony Ferguson mengalami kekalahan dari Justin Gaethje dalam UFC 249. (AP/John Raoux)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kekalahan Tony Ferguson dari Justin Gaethje dalam pertarungan UFC 249, Minggu (10/5), disebabkan banyak hal termasuk mobil pelatih yang rusak.

Ferguson dipastikan gagal menghadapi Khabib Nurmagomedov dalam partai perebutan sabuk juara kelas ringan UFC dalam waktu dekat karena mengalami kekalahan TKO dari Justin Gaethje.


Petarung berjuluk El Cucuy sebetulnya difavoritkan memenangi duel, akan tetapi Gaethje justru mampu membuat Ferguson bertekuk lutut dalam pertarungan yang didominasi stand up fight tersebut.


Eddie Bravo, salah satu pelatih Ferguson, mengakui hasil negatif dalam perebutan gelar juara interim kelas ringan tak lepas dari ketidaksiapan dirinya memberi instruksi.

GIF Banner Promo Testimoni

"Ketika bel ronde keempat berbunyi, Rashad [Holloway, pelatih kepala Ferguson saat menghadapi Gaethje] berkata, 'Eddie, masuklah. Saya tidak siap'," tutur Bravo yang sebelumnya diharapkan dapat memoles penampilan ground fight Ferguson untuk menghadapi Khabib.

Dalam penuturan di podcast Joe Rogan yang dikutip dari MMAJunkie, Bravo yang merupakan pelatih Jiu Jitsu merasa tak siap karena banyak faktor yang mengganggu fokusnya kala itu.

"Jadi saya masuk berjalan dan berpikir, 'Sial, apa yang sedang terjadi? Saya bukan kepala pelatih MMA'. Ini sudah ronde keempat, dia terluka, dan ditambah mobil saya rusak minggu lalu. Mereka mencuri kacamata saya. Saya membutuhkan kacamata saya. Saya tidak bisa melihat. Jadi saya tidak menyadari seberapa dia terluka hingga saya berjalan mendekatinya," ucap Bravo.


Sosok yang sudah memiliki kedekatan dengan Ferguson sejak lama tersebut merasa dirinya bersalah karena berada di tempat yang tidak tepat.

"Saya tidak pernah menjadi kepala pelatih MMA sepanjang hidup saya. Saya tidak menginginkannya. Itu bukanlah diri saya," kata Bravo.

[Gambas:Video CNN]


(nva/nva)