INSPIRASI

Amir Khan, Petinju Pejuang 'Wajah' Muslim Sejati

CNN Indonesia | Jumat, 22/05/2020 16:00 WIB
British boxer Amir Khan addresses a press conference in the Pakistani city of Karachi on June 1, 2016. - British boxer Amir Khan hailed the decision to allow professional boxers at the upcoming Olympic Games in Rio de Janeiro, saying he would love to represent the country of his parents' birth, Pakistan. (Photo by RIZWAN TABASSUM / AFP) Amir Khan. (AFP/RIZWAN TABASSUM)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amir Khan merupakan salah satu petinju terkenal dalam dua dekade terakhir. Di luar ring tinju, ia berjuang agar publik bisa mengenal wajah Islam dan muslim yang sesungguhnya.

Nama Amir Khan mulai terangkat sebagai petinju sejak meraih medali perak Olimpiade 2004. Setelah terjun ke tinju profesional, karier Amir Khan makin melejit dan berani bertarung di Amerika Serikat yang selama ini jadi kiblat tinju dunia.


Amir Khan mencapai puncak prestasi saat ia jadi penguasa gelar kelas welter ringan dengan merebut sabuk WBA Super dari 2009-2012 dan memegang sabuk IBF di 2011.


Di balik gelimang prestasi di ring tinju, Amir Khan punya tujuan lain di luar keinginannya jadi petinju terbaik. Ia ingin jadi sosok yang bisa menebar banyak kebaikan lewat program-program amal yang dirintis.

"Saya melakukan hal-hal baik di luar tinju. Saya ingin anak-anak muda mengikuti jejak saya dan melakukan hal positif. Orang-orang di seluruh dunia tahu Amir Khan."

Amir Khan mantan juara dunia kelas welter WBC. (Al Bello/Getty Images/AFP)Amir Khan mantan juara dunia kelas welter WBC. (Al Bello/Getty Images/AFP)
"Mereka tahu bahwa saya bukan hanya sekadar petinju muslim. Saya rasa orang-orang mengikuti saya karena saya fokus pada berbuat baik," kata Amir Khan dikutip dari Bleacher Report.

Amir Khan sadar bahwa muslim sering disorot di Amerika Serikat dan terkadang dikaitkan dengan aksi terorisme. Karena itu Amir Khan berjuang untuk bisa memberikan kampanye positif tentang muslim dan Islam.

"Saya bertanding di New York, tempat teroris melakukan serangan 11 September, tempat orang disebut ketakutan berada dekat dengan muslim, namun saya bisa memenuhi arena pertandingan."

"Barclays Center terisi penuh saat saya menghadapi Chris Algieri. Ada banyak muslim, orang Inggris, orang Amerika duduk bersama. Saya bisa membawa banyak orang melalui tinju. Saya punya pendukung yang banyak di seluruh dunia," ujar Amir Khan.

Amir Khan mengingatkan sosok yang melakukan aksi teroris pastilah tidak mempelajari agama Islam dengan baik dan benar.

"Menjadi muslim atau pergi ke Masjid tidak akan membuatmu belajar jadi teroris. Bila teroris membaca dan mengikuti Al Quran, mereka akan tahu bahwa orang muslim diajarkan untuk menghormati seluruh agama yang berbeda dan menghormati orang lain secara keseluruhan," kata Amir Khan.

Pandangan Amir Khan terhadap situasi dunia dan aksi sosialnya tak lepas dari rasa kagum terhadap Muhammad Ali. kekaguman Amir Khan tidak terbatas pada gaya Muhammad Ali di ring tinju, melainkan sosok Muhammad Ali sebagai manusia secara keseluruhan.

[Gambas:Video CNN]
Karena itu Amir Khan pernah berkunjung ke Pakistan dan melakukan aksi amal dengan membangun sumur-sumur di daerah yang kekeringan.

"Saya selalu bercermin pada Muhammad Ali. Sosok petarung hebat, pria yang tak hanya sekadar petarung, tetapi punya kepribadian luar biasa di luar dunia tinju."

"Saya ingin melakukan hal yang pernah ia lakukan. Itulah alasan saya datang ke Pakistan. Muhammad Ali lebih seperti sosok juara di masyarakat, bukan hanya sekadar juara. Sosok seperti itulah yang saya inginkan," tutur Amir Khan dikutip dari Bangkok Post.


Aksi sosial Amir Khan terus berlanjut. Petinju kelahiran Bolton ini mendirikan Amir Khan Foundation dan terus bergerak melakukan aksi sosial. Pada masa pandemi corona, Amir Khan Foundation ikut memberikan bantuan bahan makanan bagi warga miskin yang terdampak oleh lockdown di Inggris Raya.

Yayasan Amir Khan ini terus sibuk bergerak di masa pandemi corona. Bukan hanya memberi bantuan pada masyarakat terdampak, Amir Khan juga memberikan perhatian pada sosok pekerja yang ada di garis depan dalam menghadapi pandemi corona. (ptr/har)