Protokol Liga 1 di New Normal: Seminggu Sekali Rapid Test

CNN Indonesia | Jumat, 29/05/2020 19:40 WIB
Edo Febrianysah mengaku dampak psikologis setelah vakumnya Liga 1 2020 akibat virus corona mulai terasa. Pertandingan Liga 1, Persita vs PSM. (Dok. Persita Tangerang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dokter Timnas Indonesia, Syarif Alwi, mengatakan salah satu hal terpenting yang bakal masuk dalam protokol kesehatan di lingkup sepak bola adalah rapid test Covid-19 untuk semua tim dan perangkat pertandingan sebelum memulai laga.

Menurut Syarif Alwi, saat ini stakeholder olahraga sedang mempersiapkan protokol kesehatan untuk kondisi new normal di tengah pandemi virus corona.

"Pasti rapid test kami lakukan minimal satu kali dalam seminggu sebelum pertandingan," kata Syarif Alwi kepada CNNIndonesia.com usai rapat pembahasan protokol Covid-19 untuk kegiatan keolahragaan di new normal secara virtual, Jumat (29/5).


"Sebenarnya idealnya tiga hari setelah pertandingan periksa lagi, tapi ini tidak apa-apa untuk penghematan. Selain itu banyak aturan lainnya yang masih dibahas," ucap Syarif menambahkan.

Protokol kesehatan itu dibuat dalam rangka persiapan sebelum memutuskan apakah kompetisi Liga 1 2020 akan kembali digelar atau tidak.

Sebelum diterapkan, protokol yang dibuat PSSI tersebut harus lebih dulu mendapatkan persetujuan dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

"Kalau andaikan dibuka kembali Liga Indonesia, apa saja syarat-syaratnya, selama dalam training center apa saja yang harus dilakukan, itu yang sedang dipersiapkan," tutur pria yang akrab disapa Papi itu.

Lanjut Papi, PSSI akan membuat standar tinggi dalam penerapan prosedur tetap pencegahan Covid-19 demi kesehatan dan keselamatan para atlet dan perangkat pertandingan yang terlibat.

[Gambas:Video CNN]

Protap ketat itu dibuat supaya tidak terjadi lonjakan paparan Covid-19 yang ditimbulkan dari kegiatan olahraga yang digelar.

"Standar tinggi itu dibuat karena kami tidak mau terjadi ribut-ribut munculnya klaster baru paparan virus corona akibat kegiatan sepak bola yang digelar," ungkap Syarif.

Sebagai referensi pembuatan protokoler pencegahan, Syarif Alwi menyebut mengadopsi sekaligus menggabungkan protap yang telah dibuat WHO, FIFA, AFF, AFC, Kementerian Kesehatan serta pengalaman dari protap yang diterapkan di Bundesliga.

Hasil dari kombinasi protap itu nantinya merupakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 milik Indonesia.

Selain PSSI, pembahasan protokol kesehatan dan keselamatan dalam kondisi new normal untuk kegiatan keolahragaan di Indonesia juga diikuti Kemenpora, Kementerian Kesehatan, KONI Pusat, National Olympic Committee (NOC), serta Himpunan Dokter Olahraga.

Dokter Andhika Raspati yang menjadi perwakilan dokter dari NOC Indonesia mengatakan, banyak aspek yang dibahas dalam menentukan protap kesehatan dalam event olahraga di kondisi new normal.

"Tidak cuma membahas penonton bagaimana, tapi juga kami pikirkan sampai ke atletnya bagaimana, tukang masaknya, supir busnya nanti bagaimana apa dicek dulu atau seperti apa, masih terus kami godok," kata Andhika.

Andhika menyebut saat ini telah terbentuk semacam gugus tugas penanganan Covid-19 khusus di lingkungan olahraga.

Para stakeholder tidak ingin terburu-buru dalam menetapkan protap untuk benar-benar menjamin kesehatan dan keselamatan atlet dari bahaya terpapar virus corona.


"Nanti akan ada regulasi protapnya seperti apa. Sekarang tinggal dimatangkan, semoga dalam waktu dekat, sebelum kompetisi dimulai, event olahraga dimulai kembali protap itu sudah selesai dan bisa menjadi acuan dalam pelaksanannya," jelas Andhika.

Sebelumnya, beberapa kegiatan kompetisi olahraga di Indonesia bakal kembali digelar dalam kondisi new normal pandemi Covid-19. Seperti kompetisi sepak bola Liga 1 2020 serta Liga Basket Indonesia (IBL) yang kemungkinan akan kembali bergulir pada September mendatang.

Selain itu, ada juga turnamen bulutangkis Indonesia Open 2020 yang menurut ketetapan baru dari Badminton World Federation (BWF) dijadwalkan digelar pada 17-22 November mendatang.


Terkait dengan pagelaran Indonesia Open 2020, Menpora Zainudin Amali masih menunggu kesiapan PBSI. Menurut Zainudin, jika PBSI siap maka pemerintah akan memberikan dukungan.

"Tapi mungkin kami akan membatasai pemain, pelatih, panitia pelaksana. Tapi kalau sudah melibatkan penonton, siapa yang bisa menjamin [tidak ada paparan virus corona]. Hal-hal seperti ini yang kami sangat hati-hati mengaturnya," tutur Zainudin. (TTF/sry)