Cerita Kemenangan Indah Shesar Hiren atas Lin Dan

CNN Indonesia | Senin, 06/07/2020 19:51 WIB
Shesar Hiren Rhustavito di Thailand Open 2019 Shesar Hiren Rhustavito berhasil mengalahkan Lin Dan di Thailand Open 2019. (Dok. PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Shesar Hiren Rhustavito memiliki cerita indah dalam karier terkait pertemuan dengan Lin Dan. Ia menjadi satu-satunya pebulutangkis tunggal putra Indonesia yang memiliki keunggulan head to head atas pebulutangkis China itu.

Shesar Hiren menang dalam pertemuan perdana sekaligus yang terakhir sebelum Lin Dan memutuskan pensiun pada Sabtu (4/7). Shesar mengalahkan Lin Dan lewat rubber gim di babak 16 besar Thailand Open 2019.

Lewat perjuangan keras, Shesar menang 12-21, 21-15, 21-10 atas Super Dan. Kemenangan yang diakui Shesar semula tidak pernah terpikirkan di benaknya.


"Pertama waktu ketemu pertama kali saya enggak nyangka bisa menang. Saya cuma berusaha buat mengeluarkan apa yang saya punya dan merasakan bagaimana sih melawan seorang Lin Dan," kata Shesar kepada CNNIndonesia.com, Senin (6/7).

China's Lin Dan hits a return towards Japan's Kento Momota during their men's singles quarter-final match at the Japan Open badminton championships in Tokyo on September 14, 2018. / AFP PHOTO / Toshifumi KITAMURALin Dan menelan kekalahan saat bersua Shesar Hiren Rhustavito di Thailand Open 2019. (AFP PHOTO / Toshifumi KITAMURA)

Meski kalah di gim pertama, pebulutangkis 26 tahun itu baru menemukan ritme dan membalas kekalahan dari Lin Dan di dua gim selanjutnya.

Di gim pertama, Shesar mengaku terlalu mengikuti ritme dan pola permainan Lin Dan. Namun di gim kedua, ia berinisiatif untuk merancang permainan sendiri belajar dari kesalahannya di gim pertama.

"Setalah break di poin 11, masih sempat kejar-kejaran poin. Di situ saya tahu kalau dia [Lin Dan] tidak suka diajak main lama, dia maunya main cepat. Mungkin karena fisiknya tidak sekuat dulu. Jadi saya inisiatif rally dulu, baru balik serang dan curi kesempatan ambil poin. Gim ketiga saya terapin lagi itu dan menang," ucapnya.

Shesar mengaku sangat grogi saat masuk lapangan bersama Lin Dan. Maklum, itu kali pertama ia bermain satu lapangan dengan pebulutangkis yang jadi idolanya sejak kecil.

"Deg-degan, grogi soalnya Lin Dan salah satu idola saya banget. Jadi [perasaannya] campur aduk. Senang, pengen ngalahin, grogi, mikir mau main bagaimana. Soalnya itu pertama kali saya ketemu di lapangan."

"Enggak ada pikiran juga harus menang, harus bisa ngalahin Lin Dan. Saya cuma mau mencoba kemampuan terbaik lawan dia," ungkap Shesar.

[Gambas:Video CNN]

Di mata Shesar, Lin Dan adalah sosok yang sangat kuat. Di lapangan, pemain yang pensiun di usia 37 tahun itu disebut selalu ingin menunjukkan kebesarannya sebagai seorang pebulutangkis top dunia.

Namun pada pertemuan dengan Shesar, Lin Dan sudah tak lagi dalam performa terbaik. Kekuatan fisiknya sudah tidak lagi seperti ketika Lin Dan dalam masa jayanya sekitar 10 tahun ke belakang.

"Lin Dan itu sosok yang sangat kuat. Dari segi mental, teknik permainan, dia kuat. Dari dalam hati kepercayaan dirinya juga kuat. Kelihatan banget orangnya kalau dia pemain top. Bikin pemain lain, lawannya down duluan. Tapi waktu ketemu saya, kelihatan jelas fisiknya sudah tidak sekuat dulu, footwork-nya lambat. Tapi tekniknya matang banget," ungkap Shesar.

Shesar juga kaget mendengar kabar pensiunnya Lin Dan. Kendati demikian, Shesar menilai Lin Dan mengambil keputusan yang tepat dengan memutuskan gantung raket.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

"Karena sudah tahu tidak bisa masuk Olimpiade, itu jadi faktor dia pilih pensiun menurut saya. Dari awal 2019 sampai dia juara di Malaysia Open mungkin masih berpikir bisa ikut ke Olimpiade. Tapi setelah itu hasilnya tidak memuaskan, kalah terus di babak awal," katanya.

"Mungkin sekarang sudah tepat [Lin Dan pensiun], walaupun kadang kalau dilihat dia masih bisa juara. Ini pilihan yang terbaik buat dia," sebutnya.

Terakhir, Shesar merasa ada suatu yang kurang karena baru sekali bertanding melawan sosok yang masuk dalam jajaran fantastic four di dunia bulutangkis. Shesar masih memendam keinginan untuk kali bertanding melawan Lin Dan dalam sebuah kejuaraan.

"Pengennya ketemu terus waktu Lin Dan masih main tapi saya juga belum matang buat naik ke lebih tinggi. Menyesal sih enggak pernah foto selama ini dan enggak kepikiran Lin Dan bakal pensiun," katanya.

"Lin Dan itu juga jadi motivasi saya main bulutangkis. Saya selalu belajar dari Lin Dan, bagaimana cara bermainnya. Bagaimana dia mengatasi kesusahan di lapangan, cara dia menghadapi lawan di lapangan. Buat seorang pemain bulutangkis, Lin Dan pasti jadi sosok penting buat belajar," tutup Shesar.

(TTF/jal)