Timnas Indonesia U-16 Ingin Jajal Korsel dan Bahrain

CNN Indonesia | Sabtu, 11/07/2020 15:20 WIB
Timnas Indonesia U-19 kembali menjalani TC pada kondisi new normal covid-19 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi mulai 6-29 Juli 2020. Timnas Indonesia U-16 ingin jajal kekuatan Korsel dan Bahrain. (Dok. PSSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Timnas Indonesia U-16 berencana menggelar uji coba melawan Korea Selatan dan Bahrain jelang tampil di Piala Asia U-16 di Bahrain.

Pelatih Timnas U-16 Bima Sakti sebenarnya sudah mempersiapkan jadwal uji coba internasional pada Agustus. Namun, rencana tersebut urung terlaksana karena pandemi virus corona.

"Saya sebenarnya sudah minta uji coba internasional pada Agustus tapi melihat kondisi sekarang sepertinya sulit untuk mendatangkan lawan dari luar."


"Kemungkinan besar keluar di bulan Oktober tapi kami juga minta kalau bisa September lawan Korea Selatan atau Korea Utara. Selain itu kami juga berharap bisa menjajal Yordania dan Uni Emirat Arab," kata Bima dalam konferensi pers virtual, Sabtu (11/7).

Diketahui, Timnas U-16 tergabung dalam Grup D bersama China, Arab Saudi, dan Jepang. Seluruh pertandingan digelar di Bahrain mulai November mendatang.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Uji coba internasional sangat diperlukan untuk memetakan kekuatan tim sekaligus mengasah mental pemain.

Karakter permainan Korsel dinilai tak beda jauh dengan Jepang dan China. Sementara Bahrain dan UEA bisa jadi lawan yang ideal untuk mendapat bayangan melawan Arab Saudi nantinya.

Saat ini Timnas U-16 sudah mulai berlatih bersama sejak sepekan terakhir. Pemusatan latihan digelar secara tertutup untuk mencegah potensi penyebaran Covid-19.

"TC mulai Senin berjalan lancar, mungkin sementara waktu masih tertutup dulu, bukan hanya untuk media tapi semua. Karena memang stadion harus clear sesuai dengan protokol kesehatan."

"Latihan mendapat pengawasan ketat dari tim dokter hingga hal-hal kecil mulai disinfektan pagi dan sore. Bus rombongan pemain dan ruang ganti juga harus disemprot disinfektan dulu," terang Bima.

(jun/sry)

[Gambas:Video CNN]