Pengamat: PSSI Pikirkan Struktur Dahulu, Baru Piala Dunia

CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 22:00 WIB
Ilustrasi Logo PSSI Ilustrasi PSSI. (CNN Indonesia/Laudy Gracivia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengamat sepak bola nasional, Tommy Welly menyebut PSSI harus lebih dahulu merapikan struktur organisasi sebelum memikirkan Piala Dunia U-20 2021.

Saat ini organisasi PSSI belum lengkap setelah posisi Sekretaris Jenderal lowong dan Wakil Ketua Umum yang diisi Cucu Somantri tidak jelas.

"Plt Sekjen rangkap jabatan. Waketum dimundurkan dari LIB, sekarang tidak ketahuan perannya. Posisi Waketum Cucu ini menyimpan tanda tanya besar, setelah mundur dari LIB ini ke mana? Perannya apa? Masih dianggap, tidak? Rapikan dulu dua posisi strategis dan penting di organisasi itu [Sekjen dan Waketum]," ujar Tommy Welly kepada CNNIndonesia.com, Senin (13/7).


"PSSI harus merapikan struktur organisasinya dulu. Tata kelola organisasi yang benar, kepemimpinan di exco yang benar. Jadi tata kelola organisasinya masih compang-camping, berantakan. Padahal gawean besar di depan mata, mempertaruhkan nama negara," ucap Towel, sapaan Tommy, menambahkan.

Towel mengatakan posisi Sekjen sangat penting dalam sebuah organisasi, termasuk PSSI. Terlebih, posisi Sekjen disebut FIFA menjadi satu dari tiga kunci sukses dalam sebuah federasi jika ingin berjalan dengan baik selain Ketua Umum dan Direktur Teknik.

Sejak Ratu Tisha Destria mengundurkan diri dari posisi Sekjen PSSI pada 13 April lalu, Ketua Umum Mochamad Iriawan menangkat Yunus Nusi yang juga anggota Exco menjadi pelaksana tugas Sekjen. Namun, tidak ada batas waktu yang pasti sampai kapan jabatan Plt Sekjen melekat pada Yunus Nusi.

Rangkap jabatan anggota Exco sebagai Sekjen juga disebut Towel tidak patut karena akan terjadi conflict of interest. Sekjen disebut sebagai orang profesional yang digaji untuk melaksanakan keputusan Exco. Sedangkan Exco yang merumuskan kebijakan yang eksekusinya dilakukan Sekjen.

[Gambas:Video CNN]


"Posisi Sekjen ini mendesak karena kaitannya berhubungan dengan internasional seperti FIFA dan AFC juga pemerintah. Sekjen juga erat kaitannya dengan isu sepak bola dan di luar sepak bola, termasuk Piala Dunia."

"Tapi apakah di kepengurusan [PSSI] sekarang ini Sekjen kewenangannya seperti Sekjen selayaknya di FIFA atau Konfederasi yang cukup diberi keleluasaan dari koridor organisasi? Saya tidak tahu. Kalau yang saya lihat sekarang surat-menyurat langsung ke Ketua Umum. Lazimnya di FIFA atau AFC yang tanda tangan Sekjen," ucap Towel.

Kebutuhan Sekjen definitif di PSSI saat ini disebut sangat mendesak. Hajatan besar Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 membutuhkan sentuhan Sekjen yang profesional dengan kelincahan manajerial dan pemahaman sepak bola yang luas.

"Di Statuta FIFA, posisi profesional kalau dirangkap Plt [Pelaksana Tugas] Exco seharusnya ada masa periode tertentu. Sekarang di PSSI, Plt ini mau sampai kapan?" tutur Towel.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Gambaran dasar kemampuan yang harus dimiliki seorang Sekjen PSSI menurut Towel yakni paham statuta dan organisasi sepak bola. Selain itu harus bisa menjadi pembisik yang bermutu supaya tidak salah dalam memberikan pernyataan yang mewakili organisasi.

Kemudian, lanjut Towel, seorang Sekjen PSSI harus punya akses dan bisa berkoordinasi secara baik dengan FIFA, AFC, anggota PSSI maupun pemerintah. Terakhir, Sekjen PSSI harus memiliki kemampuan manajerial dan berkomunikasi yang baik.

"Jadi posisi Sekjen itu sangat penting. Ibaratnya kalau di sepak bola, Ketua Umum sebagai kapten tim dan Sekjen itu sebagai playmaker yang menghubungkan antar lini dari depan ke belakang," ungkap Towel.

Sementara itu selain posisi Sekjen, PSSI juga harus menjelaskan kepada publik terkait posisi Wakil Ketua Umum yang diisi Cucu Somantri. Setelah tidak lagi menjabat sebagai Direktur Utama di PT. Liga Indonesia Baru (LIB), nasib Cucu di PSSI semakin gelap.

Sosok Cucu tidak pernah lagi terlihat di hadapan publik sebagai wakil dari Iwan Bule di PSSI. Justru Iwan Budianto sebagai Wakil Ketua Umum II yang kini mulai berseliweran, termasuk penunjukkannya sebagai Wakil Ketua INAFOC (Indonesia FIFA U-20 World Cup 2021 Organizing Committee) mendampingi Menpora Zainuddin Amali sebagai Ketua.

"Waketum waktu awal dulu kan katanya sudah dibagi tugasnya, ada beritanya. Iwan Budianto sebagai Panpel [Panitia Penyelenggara] Piala Dunia U-20 dan Cucu Somantri manajer Timnas Indonesia. Lalu ada konflik di LIB. Posisi dan kontribusinya Pak Cucu sekarang seperti apa?" kata Towel.

(TTF/jal)