ANALISIS LIGA CHAMPIONS

Barcelona vs Munchen: Messi Menanti Uluran Tangan

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 09:10 WIB
Lionel Messi masih punya daya magis untuk mengubah keadaan di laga Barcelona vs Bayern Munchen namun ia butuh bantuan. Lionel Messi butuh bantuan rekan-rekan setim untuk bisa jadi bintang lawan Bayern Munchen. (AP/Joan Monfort)
Jakarta, CNN Indonesia --

Barcelona akan menghadapi laga berat lawan Bayern Munchen di perempat final Liga Champions. Hal ini justru jadi kesempatan terbaik untuk menguji kualitas Blaugrana untuk membidik trofi Liga Champions musim ini.

Barcelona melakukan kesalahan besar ketika melepaskan trofi La Liga ke tangan Real Madrid. Ketidakmampuan Barcelona tampil baik setelah lockdown corona membuat Los Blancos dengan leluasa jadi juara di akhir musim.

Laga Barcelona lawan Munchen jelas jadi laga paling panas di babak perempat final. Di tengah banyaknya tim-tim kuda hitam, Barcelona justru berhadapan dengan tim favorit juara, Bayern Munchen.


Namun laga ini justru jadi ujian terbaik bagi Barcelona. Bila Blaugrana kalah di laga ini, jelas mereka memang tak layak dan tak punya kualitas untuk memenangkan Liga Champions musim ini.

Barcelona's Luis Suarez celebrates with teammates after scoring his side's third goal during the Champions League round of 16, second leg soccer match between Barcelona and Napoli at the Camp Nou Stadium in Barcelona, Spain, Saturday, Aug. 8, 2020. (AP Photo/Joan Monfort)Barcelona gagal jadi juara La Liga Spanyol musim ini. ( AP/Joan Monfort)

Ketergantungan Barcelona pada Messi merupakan masalah utama skuat Quique Setien musim ini. Di balik jumlah fantastis gol dan assist Messi musim ini, hal itu juga menunjukkan Barcelona seolah selalu mengandalkan Messi di tiap kesempatan.

Begitu Messi bisa dimatikan, berhentilah keberuntungan Barcelona sebagai sebuah tim yang membidik kemenangan.

Barcelona's Lionel Messi, second left, celebrates with his teammates his goal against Osasuna during a Spanish La Liga soccer match between Barcelona and Osasuna at the Camp Nou stadium in Barcelona, Spain, Thursday, July 16, 2020. (AP Photo/Joan Monfort)Barcelona harus punya banyak variasi serangan dan tak hanya bertumpu pada Lionel Messi. (AP/Joan Monfort)

Tanpa Bantuan, Messi Bakal Sulit Berkelit

Quique Setien harus bisa mengatur alur permainan Barcelona agar bola tak melulu mengalir ke Messi.

Dengan bergerak di sisi kiri pertahanan Munchen, Messi kemungkinan bakal ditempel oleh Alphonso Davies. Musim ini, Davies termasuk pemain Munchen yang punya penampilan konsisten.

Karena masih berusia 19 tahun, Davies tentu punya banyak tenaga untuk terus membayangi Messi sepanjang pertandingan.

Belum lagi Davies tentu bakal dilapis pemain lainnya seperti David Alaba dan bahkan Thiago Alcantara.

Munich's scorer Mickael Cuisance, second left, and his teammates celebrate their side's second goal   during the German Bundesliga soccer match between VfL Wolfsburg and FC Bayern Munich in Wolfsburg, Germany, Saturday, June 27, 2020. (Kai Pfaffenbach/Pool Photo via AP)Bayern Munchen tak akan memperagakan sepak bola negatif.  (AP/Kai Pfaffenbach)

Andai Messi terus turun terlalu jauh ke tengah lapangan, kaki-kaki Messi yang kini makin berumur akan lebih mudah dimatikan. Tentu pergerakan Messi tidak bisa dibandingkan dengan kondisi lima tahun lalu saat ia masih mengacak-acak lini pertahanan Munchen dengan lincah.

Berkaca pada kondisi tersebut, Frenkie De Jong dan kawan-kawan yang ditempatkan sebagai gelandang harus lebih kreatif menyusun serangan.

Bila Jordi Alba atau Ousmane Dembele bisa tampil fit, pergerakan bola Barcelona bisa diarahkan lewat sisi sebaliknya. Kondisi itu akan membuat Munchen bakal lebih sulit menebak alur serangan Barcelona.

Sedikit keberuntungan bagi Barcelona, Munchen bukan tipe tim yang punya inisiatif memainkan sepak bola negatif. 'FC Hollywood' bakal tetap bermain terbuka untuk melakukan 'jual-beli' serangan.

Hal itu setidaknya bakal meringankan kinerja Messi dan kawan-kawan di lini depan yang kemungkinan besar tak akan mendapati 8-9 pemain Munchen bertumpuk di area kotak penalti.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Namun pekerjaan tak lantas jadi mudah bagi gelandang Barcelona. Blaugrana harus bisa memenangkan penguasaan bola melawan Thiago Alcantara dan kawan-kawan. Hal itu masih ditambah kewaspadaan terhadap kecepatan Serge Gnabry dan Ivan Perisic plus pergerakan bebas Thomas Muller yang patut diwaspadai oleh Barcelona.

Dalam laga sulit ini, jelas Messi masih punya daya magis untuk mengubah keadaan. Namun semua itu baru bisa terjadi bila ia mendapatkan uluran tangan dan tak berusaha sendirian sepanjang pertandingan.

(bac)

[Gambas:Video CNN]