5 Kostum Terburuk Liga Inggris 2020/2021

bac, CNN Indonesia | Minggu, 13/09/2020 12:11 WIB
Beberapa kontestan Liga Inggris tampil dengan desain kostum berani yang tampak nyeleneh dan tidak biasa sehingga terkesan buruk. Chelsea sudah mengenakan kostum musim 2020/2021 ketika menjalani partai final Piala FA 2019/2020. (AP/Catherine Ivill)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pola atau desain baru yang coba ditampilkan di atas jersey terkadang tidak mendapat sambutan positif. Itulah yang terjadi dengan beberapa kostum kesebelasan peserta Liga Inggris 2020/2021.

Keinginan memberi sesuatu yang berbeda di desain jersey, sehingga tidak 'begitu-begitu saja', menjadi tantangan yang tak mudah bagi pihak produsen. Beberapa kostum nyeleneh pun mewarnai persaingan perebutan juara Premier League tahun ini.

Berikut 5 Kostum Terburuk di Liga Inggris 2020/2021

1. Manchester United


David Beckham tak pernah terlihat jelek, bahkan dengan kostum ketiga Man United musim ini. Setelah warna merah dan hitam yang lekat dengan jersey pertama dan kedua, desain putih hitam asimetris mendapat sorotan banyak pihak.

Tampaknya wajar jika banyak yang memandang aneh kaus hitam putih yang tidak setangkup lantaran produsen kostum The Red Devils menyatakan kostum ketiga merupakan hasil dari penggabungan pola baru yang mengejutkan, tidak terduga, dan menerabas batasan-batasan desain kaos.

2. Crystal Palace
Garis-garis vertikal yang memadukan warna merah dan biru masih menjadi pilihan utama 'jubah perang' bagi Christian Benteke dan kawan-kawan. Hanya saja pada jersey kedua warna putih, biru, dan merah membuat skuad The Eagles seperti ujung amplop atau malah justru kental dengan jersey negara dengan bendera yang menggunakan warna-warna tersebut, seperti Belanda, Perancis, atau Serbia.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

3. Chelsea
Warna biru The Blues musim ini harus 'dinodai' logo sponsor yang cukup besar sehingga melunturkan kesucian kostum utama menjadi seperti seragam latihan. Motif herringbone yang terpampang samar dengan warna gelap di atas warna dasar biru juga tak menambah kesan greget di klub yang digadang-gadang masuk dalam percaturan papan atas.

Kostum ketiga Chelsea yang bermaksud mengajak para pendukung melayangkan memori ke tahun 1990-an dengan perpaduan warna dan gradasi yang ditampilkan juga tampak tak menggairahkan.

4. Liverpool
Tidak ada yang meragukan kualitas Liverpool di atas lapangan sebagai juara bertahan, namun kali ini ada yang sedikit mengganggu corak merah khas The Reds. Maksud menaruh warna putih dan hijau sebagai aksentuasi sisi histori klub tampak kurang memberi sentuhan spesial bagi klub yang baru saja memecah kebuntuan gelar juara.

Produsen jersey asal Amerika Serikat yang baru bekerja sama dengan Liverpool tampak masih meraba-raba dan mencoba melakukan terobosan baru, bisa saja tahun mendatang ada tampilan baru yang jauh lebih elok.

5. Manchester City
Fan sepak bola mungkin butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan motif boteh atau paisley pada kostum ketiga Manchester City. Di Inggris motif seperti itu biasanya dikenakan pria-pria pesolek.

Apparel berlambang kucing besar yang sedang melompat memang ingin menampilkan motif-motif tertentu di setiap klub yang disponsori, namun terlihat berlebihan untuk kasus kostum ketiga Man City.

Suporter The Citizens tentu tak ingin salah satu motif kain terkenal di dunia tersebut menjadi pertanda buruk lantaran menyerupai tetesan air mata.

(nva/jun)

[Gambas:Video CNN]