Beckham Putra Kunci Kemenangan Timnas U-19 atas Qatar

ttf, CNN Indonesia | Sabtu, 19/09/2020 02:40 WIB
Pengamat sepak bola nasional Supriyono menyebut Beckham Putra Nugraha sebagai kunci kemenangan Timnas Indonesia U-19 atas Qatar. Timnas Indonesia U-19 menang 2-1 atas Qatar (Dok.PSSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengamat sepak bola nasional Supriyono menyebut Beckham Putra Nugraha sebagai kunci kemenangan Timnas Indonesia U-19 atas Qatar.

Timnas U-19 mengalahkan Qatar 2-1 dalam uji coba keempat selama pemusatan latihan di Kroasia di Stadion SRC Mladost, Cakovec, Kroasia, Kamis (17/9) malam.

Kemenangan itu disebut Supriyono memberikan secercah harapan buat bagi anak asuh Shin Tae Yong dalam menyongsong Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang.


"Senang lah menang, ada harapan walaupun kemenangan kan sebenarnya bukan jadi patokan di mana untuk komposisi pelatih ini masih dalam tahapan pembentukan fisik, taktik, tim, chemistry. Tapi minimal kemenangan semalam membuat psikologis anak-anak meningkat, ada kepercayaan diri ke depan bisa lebih baik lagi," kata Supriyono kepada CNNIndonesia.com, Jumat (18/9).

Kehadiran gelandang Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha di babak kedua disebut Supriyono menjadi kunci kemenangan Timnas U-19. Beckham yang dimasukkan pelatih Shin Tae Yong mampu memberikan warna lain dalam permainan Skuad Garuda Muda.

Gol kedua Timnas U-19 yang dicetak Supriadi juga terjadi berkat umpan matang dari Beckham.

"Beckham mungkin hanya masuk sebentar, tapi dia mampu membuat kreativitas. Ada bola-bola pro aktif ke depan dengan killer pass dia buat satu manuver dan satu assist. Lini tengah jadi lebih variatif dan aliran bola lebih hidup," kata Supriono.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Supriyono juga mengomentari penampilan WitanSulaeman yang dianggap seharusnya bisa menjadi pembeda di tim. Begitu juga dengan David Maulana dan Brylian Aldama yang bisa menunjukkan pengalaman dan jam terbang usai kesempatan berlatih di Inggris beberapa waktu lalu.

Menurut Supriyono, yang pernah tergabung dalam tim Primavera itu menambahkan, walaupun menggunakan konsep permainan bertahan, namun lini belakang Timnas U-19 masih perlu mendapat banyak perbaikan. Terutama bagaimana pemain belakang tidak melakukan pelanggaran ketika lawan mengontrol bola dan membelakangi gawang.

Meski demikian, Supriyono mempertanyakan opsi permainan lain yang bakal diterapkan pelatih Shin Tae Yong bersama Timnas U-19. Sebab para pemain masih kebingungan mengalirkan bola ketika berhasil merebutnya dari pemain lawan. Perlu ada seorang aktor dan kreator serangan di saat seperti itu.

Tak hanya itu, dari 27 pemain yang diboyong untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) di Kroasia, Shin Tae Yong juga baru memainkan 16-17 pemain di empat laga uji coba. Sedangkan sisanya belum pernah dimainkan karena tergantung progres saat latihan.

"Ini menjadi pertanyaan kalau semua mengatakan ini tahap peningkatan fisik, harusnya di uji coba semua pemain dapat kesempatan untuk tahu seberapa besar progresnya. Sejauh ini hanya 16-17 pemain yang sering dimainkan," sebutnya.

Jelang laga uji coba kedua melawan Qatar, Minggu (20/9), Supriyono mengaku menunggu kejutan yang bakal ditampilkan Shin Tae Yong bersama Timnas U-19. Sebab, di mata Supriyono, Qatar yang sekarang bermain tidak secepat ketika mengalahkan Timnas U-19 5-6 di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan pada Piala Asia 2018 lalu.

"Qatar sekarang terlalu smooth, stylist dan mereka tidak begitu cepat mainnya. Harusnya kita berani gebrak saja sejak awal. Tapi apakah ini adaptasi taktikal dari Shin Tae Yong, kita tunggu kejutan di game kedua," ucap dia.

"Apakah konsep hight pressing dengan inisiatif di sepertiga pertahanan lawan bakal dilakukan sekalian lihat stamina pemain. Komposisi juga akan bagaimana, apakah ada perubahan? Intinya, lawan Qatar kedua harus lebih baik lagi," pintanya.

Mochammad Supriadi di Timnas Indonesia U-19 vs Qatar (Dok. PSSI)Timnas Indonesia U-19 dinilai telah menunjukkan semangat pantang menyerah ala Korea Selatan saat lawan Qatar. (Dok.PSSI)

Qatar Bukan Kroasia

Terpisah, pengamat sepak bola nasional M. Kusnaeni mengungkapkan kemenangan Timnas U-19 diraih karena lawan yang dihadapi tidak sekuat tiga lawan uji coba sebelumnya; Bulgaria, Kroasia dan Arab Saudi. Alhasil, pemain bisa lebih mengembangkan permainan di atas lapangan.

Selain itu, faktor progres setelah sebulan di tempa Shin Tae Yong membuat pemain mulai bisa menangkap apa yang diinginkan pelatih asal Korea Selatan itu. Perlahan, Shin Tae Yong juga disebut sudah bisa menyelipkan materi taktik dan strategi permainan dalam latihan.

"Dari sisi teknis, tim ini masih lemah di pertahanan, koordinasi masih belum rapih. Ini juga faktor kematangan. Mereka jarang menghadapi tim yang levelnya di atas mereka. Itu yang buat koordinasi tim bolong kalau menghadapi lawan di atasnya. Tapi dengan komposisi yang belum sempurna ada progres positif," sebut Kusnaeni.

Pada pertandingan uji coba keempat Timnas U-19 selama di Kroasia semalam, secara keseluruhan spirit ala Korea Selatan juga mulai kelihatan. Spirit yang dimaksud yakni semangat pantang menyerah sampai detik terakhir yang menjadi idenditas permainan sepak bola Korea Selatan selama ini.

"Ketika ada tim dilatih pelatih dari Korea, yang mau dilihat itu spirit pantang menyerah. Kehadiran pelatih Korea ini tidak hanya soal fisik dan teknik, tapi suntikan spirit yang jadi faktor X dalam sebuah pertandingan. Tapi tetap ini masih awal harus dinaikkan lagi spiritnya," pungkasnya.

(osc/osc)

[Gambas:Video CNN]