Arema: Regulasi Suporter di Masa Covid-19 Usulan Klub Liga 1

jun, CNN Indonesia | Rabu, 23/09/2020 23:09 WIB
Manajer Arema FC Ruddy Widodo menyebut regulasi klub dianggap kalah jika ada suporter yang datang ke stadion merupakan usulan tim kontestan Liga 1 2020. Klub Liga 1 dinyatakan kalah bila suporter hadir ke stadion. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Manajer Arema FC Ruddy Widodo menyebut regulasi klub dianggap kalah jika ada suporter yang datang ke stadion merupakan usulan tim kontestan Liga 1 2020.

Usulan dari sebagian besar klub itu diajukan pada rapat pertemuan manajer yang digelar di Bandung, Senin (21/9).

Dijelaskan Ruddy, pembahasan usulan itu muncul dari Bento Madubun, Asisten Manager Persipura Jayapura. Bento menanyakan sanksi tegas jika masih ada suporter yang datang ke stadion meskipun sudah dilarang di masa pandemi Covid-19.


Ungkapan Bento pun mendapat respon positif dari 17 klub lain. Termasuk empat klub yang dianggap memiliki basis suporter terbesar di Indonesia; Persebaya Surabaya, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Arema FC.

"Mengalir saja begitu pembahasannya. Intinya harus ada sanksi tegas jika masih ada suporter yang datang. Kalau dulu ada pelanggaran di suporter yang disanksi denda, yang rugi tim tapi tidak memberikan efek ke suporter kasihan klub, Sekarang kan lagi pandemi, jadi kita coba," kata Ruddy kepada CNNIndonesia.com, Rabu (23/9).

Terlebih, dalam situasi pandemi BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) maupun Satgas Penanganan Covid-19 berulang kali meminta supaya tidak terjadi kerumunan massa.

Ruddy meyakini kehadiran suporter dalam sebuah pertandingan dimaksudkan untuk memberikan semangat supaya tim kesayangan mereka bisa menang. Namun jika kehadiran mereka membuat tim itu menjadi kalah, suporter seharusnya bisa memahami untuk tidak hadir.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

"Akhirnya ada beberapa usul, termasuk dari Persebaya bagaimana jika ada suporter yang datang, timnya langsung dianggap kalah. Itu dampaknya langsung, dan peserta lain setuju. Harus dipahami jika kondisinya saat ini sedang pandemi."

"Regulasi itu dibuat sudah dengan persetujuan dari 18 klub peserta Liga 1. BNPB dan PSSI memberikan tugas ke klub untuk menjadi semacam duta penanganan Covid-19. Jadi klub yang akan meneruskan [regulasi] ini ke suporternya masing-masing," ujarnya.

Misalnya, Ruddy memberikan contoh, Arema melawan Persija di Stadion Kanjuruhan. Meskipun kedua suporter berteman baik, lalu keduanya ada di stadion, kedua tim dimungkinkan bakal terkena dampak hasil kalah dengan poin nol. Karena saat ini tidak memberlakukan degradasi, regulasi ini diharapkan bisa menjadi pembelajaran buat suporter.

"Secara detail nanti Ketua Panpel [Panitia Pelaksana] dan aparat keamanan yang di lapangan. Klasifikasinya pasti ketahuan mana suporter, misalnya jaraknya agak jauh dari stadion tapi membuat kerumunan kan pasti akan kena operasi pengecekan KTP. Satpol PP juga akan membubarkan jika terjadi kerumunan," jelas Ruddy.

Sebagai klub yang memiliki basis suporter besar, Ruddy bakal memulai sosialisasi kepada Aremania melalui media sosial maupun media online untuk tidak datang ke stadion. Sebagai brand ambassador, tim, ofisial maupun pemain akan memberikan pemahaman kepada para suporternya.

"Dukung dan berdoa dari rumah saja semoga timnya menang," seru Ruddy.

(TTF/jun)

[Gambas:Video CNN]