ANALISIS

Kesombongan Liverpool Didengar Dewi Fortuna

Nova Arifianto, CNN Indonesia | Kamis, 22/10/2020 07:48 WIB
Merasa lebih unggul ketimbang Ajax, Liverpool harus dibantu keberuntungan untuk meraih tiga poin di Liga Champions. Jurgen Klopp merangkul Adrian dan Fabinho yang memegang peranan penting dalam kemenangan atas Ajax. (AP/Peter Dejong)
Jakarta, CNN Indonesia --

Merasa lebih unggul ketimbang AjaxLiverpool harus dibantu keberuntungan untuk meraih tiga poin di Liga Champions.

The Reds sukses membawa pulang tiga poin berharga dari Johan Cruijff Arena, markas Ajax, pada matchday pertama. Capaian berharga di tengah situasi tim yang kurang bagus.

Tak bisa dipungkiri, Alisson Becker dan Virgil Van Dijk adalah dua sosok yang dirindukan. Tanpa keduanya performa Liverpool saat ini sedang dalam ujian berat. Selain itu Jurgen Klopp juga tanpa Thiago Alcantara, pemain baru yang digadang-gadang akan menambah kekuatan untuk meraih prestasi.


Tanpa tiga pemain tersebut Klopp sudah siap menerima nasib sambil menilai kekuatan lawan yang dianggap masih butuh perbaikan dengan memandang perbedaan kualitas kompetisi domestik yang diarungi anak asuhnya dan tim asuhan Erik Ten Hag.

"Jika Ajax bermain di Inggris, mereka harus memperkuat tim setiap tahun. Tetapi mereka bermain di Belanda yang katakanlah memiliki tingkat kesulitan berbeda," ujar Klopp sebelum tanding.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Klopp tidak bermaksud menaruh iba pada De Godenzonen yang kerap melahirkan pemain muda berbakat. Pelatih asal Jerman itu paham kekuatan sang lawan.

Di dalam pertandingan, Liverpool dinaungi keberuntungan. Laga baru berjalan enam menit, Mohammed Kudus harus diganti. Pemain anyar Ajax yang baru menjadi andalan musim ini mengalami masalah pada lutut. Kudus keluar, Quincy Promes masuk.

Fan Liverpool yang sudah biasa dengan permainan pressing Klopp kini harus mulai lumrah melihat eror di daerah pertahanan, seperti yang terjadi pada menit ke-15.

Adrian nyaris membuat Liverpool tertinggal. Ketika sedang menguasai bola dengan kaki, Adrian tiba-tiba dihampiri Promes. Bola pun dilepas, beruntung tendangan Adrian yang mengenai Promes tidak masuk ke dalam gawang. Padahal dengan kesalahan yang sama gawang Adrian pernah dibobol Aston Villa.

Ajax's Nicolas Tagliafico, right, tries to score against Liverpool's goalkeeper Adrian, during the group D Champions League soccer match between Ajax and Liverpool at the Johan Cruyff ArenA in Amsterdam, Netherlands, Wednesday, Oct. 21, 2020. (AP Photo/Peter Dejong)Ajax menyulitkan Liverpool selama 90 menit. (AP Photo/Peter Dejong)

Kekhawatiran Klopp atas kekuatan Ajax pun mulai terwujud setelah kejadian nyaris blunder Adrian. Ajax yang memainkan pressing tinggi menyulitkan Liverpool.

Permainan khas Sadio Mane dan kawan-kawan mulai terlihat perlahan, tetapi tak berarti tim tamu menguasai keadaan secara mutlak.

Gol Liverpool pada menit ke-35 pun tak lepas dari kemujuran. Tembakan yang dilepaskan Mane justru 'disempurnakan' Nicolas Tagliafico untuk masuk ke gawang Ajax. Liverpool pun memimpin dan kelak ini merupakan gol semata wayang yang menyegel tiga poin untuk tim tamu.

Skill yang berpadu dengan nasib baik juga hadir ketika Fabinho melakukan penyelamatan fantastis pada menit akhir babak pertama ketika bola lob Dusan Tadic sudah melewati Adrian.

Dewi fortuna tampak kembali berpihak kepada Liverpool pada awal babak kedua ketika tendangan Davy Klassen membentur tiang gawang.

Ajax's Noussair Mazraoui, left and Liverpool's James Milner, right fight for the ball during the group D Champions League soccer match between Ajax and Liverpool at the Johan Cruyff ArenA in Amsterdam, Netherlands, Wednesday, Oct. 21, 2020. (AP Photo/Peter Dejong)Liverpool mengamankan tiga poin penting di kandang lawan. (AP Photo/Peter Dejong)

Menit ke-67 video assistant referee (VAR) sempat menginterupsi pertandingan untuk menilai handball Trent Alexander-Arnold, namun wasit memastikan tidak ada penalti untuk Ajax.

Merseyside Merah bermain kurang padu dalam laga ini. Trio Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane bahkan diganti pada pertengahan babak kedua.

Takumi Minamino, Diogo Jota, dan Xherdan Shaqiri memberi pengaruh, namun tidak ada hasil riil dari tiga penyerang pelapis tersebut. Keberuntungan berpihak pada Liverpool sebatas daerah permainan sendiri, namun di area sepertiga lawan ada sosok bernama Andre Onana sebagai aktor antagonis.

Berkaca dari hasil melawan Ajax, Liverpool masih harus waswas bermain tanpa Alisson dan Van Dijk pada laga-laga ke depan.

Kendati Fabinho memberi opsi baru di lini pertahanan, Klopp harus terus menyuntikkan rasa kepercayaan diri pada anak asuhnya menghadapi hari-hari berat tanpa andalan di lini belakang.

(ptr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK