Pogba Bantah Pensiun dari Timnas Prancis

jun, CNN Indonesia | Senin, 26/10/2020 21:00 WIB
Paul Pogba membantah kabar pensiun dari timnas Prancis akibat pernyataan kontroversial Preside Prancis Emmanuel Macron terkait soal Islam. Paul Pogba bantah mundur dari timnas Prancis. (AFP PHOTO / FRANCK FIFE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Paul Pogba membantah kabar pensiun dari timnas Prancis akibat pernyataan kontroversial Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait soal Islam.

Bintang Manchester United itu mengklaim The Sun sebagai sumber berita palsu yang membuat media-media lain ikut menyebarkan hoaks.

"Jadi The Sun melakukannya [menyebarkan berita palsu] lagi... Benar-benar 100 persen berita yang tak berdasar tentang saya, menyatakan hal-hal yang tidak pernah saya katakan atau pikirkan," tulis Pogba di Instagram.


Menurut Pogba, ulah The Sun membuat media-media lain ikut menyebarkan berita palsu yang tak berasal dari pernyataannya secara langsung.

[Gambas:Instagram]

Pemain yang ikut andil mengantar timnas Prancis juara Piala Dunia 2018 itu kesal karena sebagian besar media menyebarkan berita yang tidak bertanggung jawab. Apalagi mengaitkan insiden terorisme dengan tim sepak bola Prancis.

"Sayangnya, beberapa media tidak bertanggung jawab saat menulis berita. Menyalahkan kebebasan pers yang mereka miliki dengan tidak melakukan verifikasi apakah yang mereka tulis itu benar dan ikut memengaruhi kehidupan saya."

Banner gif video highlights MotoGP

"Saya akan mengambil tindakan hukum terhadap penerbit dan penyebar berita palsu ini," tegas Pogba.

Sebelumnya, The Sun dan sejumlah media Prancis juga mengabarkan Pogba memutuskan mundur dari timnas Prancis karena pernyataan kontroversial Presiden Macron.

Macron mengatakan kejahatan terorisme Islam harus ditindak tegas. Pernyataan itu muncul sebagai respons pemenggalan Samuel Paty, guru sejarah yang menunjukkan karikatur Nabi Muhammad kepada para muridnya.

Karikatur Nabi Muhammad kali pertama diterbitkan majalah satir asal Prancis, Charlie Hebdo. Penerbitan karikatur tersebut membuat kantor media itu diserang kelompok bersenjata pada Januari 2015.

[Gambas:Video CNN]



(jun/nva)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK