Maradona Resmi Dikubur, Fan Sempat Kecewa

CNN Indonesia | Jumat, 27/11/2020 10:47 WIB
Ratusan fan sempat memblokade jalur masuk ke Pemakaman Jardin Bella Vista sebelum mobil jenazah Diego Maradona datang. Pemakaman Diego Maradona. (AP/Rodrigo Abd)
Jakarta, CNN Indonesia --

Legenda Argentina Diego Maradona resmi dikubur di Pemakaman Jardin Bella Vista, Buenos Aires, Kamis (26/11) sore waktu setempat. Maradona dikubur di samping kedua orang tuanya, Dalma dan Diego.

Dikutip dari AP, peti mati Maradona dibawa dari Istana Negara Argentina, Casa Rosada, ke Pemakaman Jardin Bella Vista pada pukul 18.00 waktu setempat. Pihak keluarga sebelumnya dikabarkan meminta jenazah Maradona segera dikubur meski masih ada ratusan penggemar yang ingin memberi penghormatan terakhir.

Kericuhan sempat terjadi antara fan dengan polisi. Ratusan fan marah karena tidak bisa memberi penghormatan terakhir. Mereka melempar batu dan berbagai benda sebagai bentuk protes, sementara polisi merespons dengan menembakkan peluru karet.


Setelah peti mati Maradona bisa meninggalkan Istana Negara Argentina, ribuan orang membentuk pagar di pinggir jalan sepanjang 20 blok antara Casa Rosada hingga ke Pemakaman Jardin Bella Vista saat mobil yang membawa jenazah Maradona melintas. Banyak dari mereka yang berusaha memegang mobil jenazah saat melintas.

Banner gif video highlights MotoGP

"Maradona tidak mati, Maradona selalu hidup dalam hati orang-orang," teriak sejumlah fan saat mobil jenazah melintas.

Iring-iringan mobil jenazah Maradona dikawal polisi. Sementara itu puluhan mobil dan sepeda motor yang dikendarai fan berada di belakang.

Ratusan fan sempat memblokade jalur masuk ke Pemakaman Jardin Bella Vista sebelum mobil jenazah Maradona datang. Mereka menari dan melakukan chant. Polisi harus turun tangan untuk membuka jalan ke pemakaman.

Hanya kurang dari 30 orang yang berada di dalam Pemakaman Jardin Bella Vista dan menyaksikan penguburan Maradona.

Maradona meninggal di Buenos Aires pada Rabu (25/11) setelah dinyatakan henti jantung. Penyerang yang membawa Argentina juara Piala Dunia 1986 itu sempat menjalani operasi pendarahan di otak dua pekan sebelumnya.

(har/nva)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK