Muhammad Mokaev, Pengungsi Dagestan Penerus Khabib
CNN Indonesia
Selasa, 22 Des 2020 19:37 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Muhammad Mokaev akan tampil di UFC. (Tangkapan Layar instagram @mokaev_muhammad)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sama-sama berasal dari Dagestan dan selalu mengenakan papakha usai kemenangan di octagon, Muhammad Mokaev disebut-sebut sebagai calon penerus sukses Khabib Nurmagomedov di UFC.
Mokaev bersama sang ayah, Murad, meninggalkan Dagestan ketika petarung mixed martial arts (MMA) itu masih 12 tahun. Tanpa memiliki uang dan hanya membawa pakaian di mobil, Mokaev dan Murad meninggalkan Dagestan dan memutuskan menjadi pengungsi di Inggris.
Delapan tahun menjadi pengungsi di Inggris, Mokaev kini menjadi salah satu petarung MMA yang banyak diperbincangkan di kawasan Asia dan Eropa. Mokaev saat ini sudah mengoleksi 22 kemenangan amatir dan 4 kemenangan profesional tanpa terkalahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun depan," ujar Mokaev ketika ditanya CNN Sport mengenai target tampil di UFC.
"Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok. Jadi saya tidak bisa membuang banyak waktu," ucap Mokaev terkait kesibukannya saat ini di ajang MMA.
Mokaev saat ini tergabung di Brave FC, sebuah promotor MMA yang dibentuk Sheikh Khalid bin Hamad Al Khalifa, putra kelima Raja Bahrain. Mokaev bertarung di kelas bantam.
Adalah Sheikh Khalid bin Hamad yang membuka jalan bagi Mokaev untuk tampil profesional di MMA. Sheikh Khalid bin Hamad mengikuti perjalanan karier Mokaev sejak di level amatir pada 2015.
Mokaev sempat kesulitan bergabung dengan KHK MMA Team milik Sheikh Khalid bin Hamad. Status Mokaev sebagai pengungsi di Inggris membuat petarung 20 tahun itu kesulitan meninggalkan Inggris untuk bertarung di Bahrain.
"Mereka tidak membiarkan saya pergi ke Bahrain, jadi saya menghubungi Sheikh. Saya bilang, 'Saya ada di London, temui saya'. Jadi saya terbang menggunakan pesawat pribadi, terbang ke Bahrain bersama dia. Sheikh mulai menjadi sponsor saya, memberi saya bayaran yang bagus setelah saya merebut gelar mewakili timnya," ujar Mokaev.
Tinggalkan Dagestan
Mokaev bisa berada di titik saat ini lewat pengorbanan yang luar biasa. Lahir di Dagestan pada 2000, Mokaev sudah biasa bertarung sejak kecil. Gulat sangat populer di Dagestan dan Mokaev mengaku setiap hari menjalani latihan. Bahkan Mokaev lebih sering latihan gulat daripada belajar.
"Terkadang saya menghubungi guru dan bilang, 'Saya masih harus menjalani latihan, saya tidak bisa ke sekolah hari ini'. Dan guru bilang, 'oke'. Seperti itu situasi di sana," ucap Mokaev.
Kehidupan Mokaev berubah ketika ibunya meninggal pada 2012, saat Mokaev masih delapan tahun. Mokaev mengaku Murad memiliki masalah di Dagestan yang membuat mereka harus meninggalkan wilayah tersebut.
Setelah sempat tinggal di Liverpool, Mokaev dan Murad akhirnya menetap di Wigan. Sebagai pengungsi di Inggris, Mokaev dan Murad mendapat bantuan dana £5 atau setara Rp95 ribu per hari.
"Uang itu harus kami bagi untuk membeli makanan, pakaian, dan internet telepon. Itu tidak cukup. Saya kelaparan," ucap Mokaev.
"Saya bersyukur kepada Tuhan karena memberi saya tantangan ini. Mungkin jika saya datang ke negara ini dengan banyak uang, mungkin saya akan lebih banyak di jalanan, mungkin saya sudah jadi anak yang gemar berpesta," ujar Mokaev.
Mokaev mulai mengenal MMA setelah gurunya di sekolah mengajak Mokaev ke youth center. Di situ Mokaev banyak berlatih tinju dan gulat. Seseorang di youth center itu kemudian mengajak Mokaev untuk berkarier di MMA.
Mokaev harus bekerja serabutan menjadi petugas keamanan, membagikan pamflet hingga membersihkan gedung untuk mendapatkan biaya latihan MMA. Setelah melakoni debut amatir MMA pada 2015, Mokaev kemudian menjadi juara Federasi MMA Internasional (IMMAF) pada 2018 dan 2019.
Karier profesional MMA Mokaev dimulai ketika direkrut Sheikh Khalid bin Hamad untuk masuk KHK MMA Team pada 2019. Hingga saat ini rekor profesional Mokaev adalah 4-0.
Berasal dari Dagestan dan selalu mengenakan papakha membuat Mokaev disebut-sebut sebagai penerus Khabib. Gaya bertarung Mokaev juga tidak jauh berbeda dari The Eagle.
Mempelajari gulat dari kecil, Mokaev sering mengandalkan pertarungan bawah untuk mengalahkan lawannya. Mokaev sering meraih kemenangan lewat kuncian, sama seperti yang dilakukan Khabib.
Mokaev tidak memungkiri target terbesarnya adalah bergabung dengan UFC. Namun, Mokaev enggan disamakan dengan Khabib.
Dengan sedikit sesumbar, Mokaev yakin bisa lebih hebat daripada Khabib, yang dianggapnya sebagai 'petarung juara rakyat'.
"Saya dan Khabib orang yang berbeda. Ketika saya bertarung di amatir, orang-orang sudah tahu saya, seperti kharisma saya beda dengan Khabib," ucap Mokaev.
"Kharisma saya beda dengan Khabib, karena orang-orang baru mengetahui Khabib ketika dia sudah meraih 26 kemenangan beruntun, atau mungkin 27 kemenangan. Orang-orang sudah tahu saya ketika saya baru menjalani tiga laga amatir. Ketika saya ada di level Khabib, kalian akan melihat perbedaannya," sambung Mokaev.
Khabib membuat banyak pihak terkejut setelah memutuskan pensiun usai mengalahkan Justin Gaethje di UFC 254, 24 Oktober 2020. Khabib pensiun dengan rekor 29-0 di MMA. Namun, Mokaev yakin bisa memiliki karier lebih hebat daripada Khabib.
"Saya yakin saya bisa [terhebat dalam sejarah MMA]. Tahun depan saya akan tampil di UFC," ucap Mokaev.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sama-sama berasal dari Dagestan dan selalu mengenakan papakha usai kemenangan di octagon, Muhammad Mokaev disebut-sebut sebagai calon penerus sukses Khabib Nurmagomedov di UFC.
Mokaev bersama sang ayah, Murad, meninggalkan Dagestan ketika petarung mixed martial arts (MMA) itu masih 12 tahun. Tanpa memiliki uang dan hanya membawa pakaian di mobil, Mokaev dan Murad meninggalkan Dagestan dan memutuskan menjadi pengungsi di Inggris.
Delapan tahun menjadi pengungsi di Inggris, Mokaev kini menjadi salah satu petarung MMA yang banyak diperbincangkan di kawasan Asia dan Eropa. Mokaev saat ini sudah mengoleksi 22 kemenangan amatir dan 4 kemenangan profesional tanpa terkalahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun depan," ujar Mokaev ketika ditanya CNN Sport mengenai target tampil di UFC.
"Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok. Jadi saya tidak bisa membuang banyak waktu," ucap Mokaev terkait kesibukannya saat ini di ajang MMA.
Mokaev saat ini tergabung di Brave FC, sebuah promotor MMA yang dibentuk Sheikh Khalid bin Hamad Al Khalifa, putra kelima Raja Bahrain. Mokaev bertarung di kelas bantam.
Adalah Sheikh Khalid bin Hamad yang membuka jalan bagi Mokaev untuk tampil profesional di MMA. Sheikh Khalid bin Hamad mengikuti perjalanan karier Mokaev sejak di level amatir pada 2015.
Mokaev sempat kesulitan bergabung dengan KHK MMA Team milik Sheikh Khalid bin Hamad. Status Mokaev sebagai pengungsi di Inggris membuat petarung 20 tahun itu kesulitan meninggalkan Inggris untuk bertarung di Bahrain.
"Mereka tidak membiarkan saya pergi ke Bahrain, jadi saya menghubungi Sheikh. Saya bilang, 'Saya ada di London, temui saya'. Jadi saya terbang menggunakan pesawat pribadi, terbang ke Bahrain bersama dia. Sheikh mulai menjadi sponsor saya, memberi saya bayaran yang bagus setelah saya merebut gelar mewakili timnya," ujar Mokaev.
Tinggalkan Dagestan
Mokaev bisa berada di titik saat ini lewat pengorbanan yang luar biasa. Lahir di Dagestan pada 2000, Mokaev sudah biasa bertarung sejak kecil. Gulat sangat populer di Dagestan dan Mokaev mengaku setiap hari menjalani latihan. Bahkan Mokaev lebih sering latihan gulat daripada belajar.
"Terkadang saya menghubungi guru dan bilang, 'Saya masih harus menjalani latihan, saya tidak bisa ke sekolah hari ini'. Dan guru bilang, 'oke'. Seperti itu situasi di sana," ucap Mokaev.
Kehidupan Mokaev berubah ketika ibunya meninggal pada 2012, saat Mokaev masih delapan tahun. Mokaev mengaku Murad memiliki masalah di Dagestan yang membuat mereka harus meninggalkan wilayah tersebut.
Setelah sempat tinggal di Liverpool, Mokaev dan Murad akhirnya menetap di Wigan. Sebagai pengungsi di Inggris, Mokaev dan Murad mendapat bantuan dana £5 atau setara Rp95 ribu per hari.
"Uang itu harus kami bagi untuk membeli makanan, pakaian, dan internet telepon. Itu tidak cukup. Saya kelaparan," ucap Mokaev.
"Saya bersyukur kepada Tuhan karena memberi saya tantangan ini. Mungkin jika saya datang ke negara ini dengan banyak uang, mungkin saya akan lebih banyak di jalanan, mungkin saya sudah jadi anak yang gemar berpesta," ujar Mokaev.
Mokaev mulai mengenal MMA setelah gurunya di sekolah mengajak Mokaev ke youth center. Di situ Mokaev banyak berlatih tinju dan gulat. Seseorang di youth center itu kemudian mengajak Mokaev untuk berkarier di MMA.
Mokaev harus bekerja serabutan menjadi petugas keamanan, membagikan pamflet hingga membersihkan gedung untuk mendapatkan biaya latihan MMA. Setelah melakoni debut amatir MMA pada 2015, Mokaev kemudian menjadi juara Federasi MMA Internasional (IMMAF) pada 2018 dan 2019.
Karier profesional MMA Mokaev dimulai ketika direkrut Sheikh Khalid bin Hamad untuk masuk KHK MMA Team pada 2019. Hingga saat ini rekor profesional Mokaev adalah 4-0.
Lewati Khabib
Khabib Nurmagomedov tenar lebih dulu di ajang UFC. (AFP/Ed Mulholland)
Berasal dari Dagestan dan selalu mengenakan papakha membuat Mokaev disebut-sebut sebagai penerus Khabib. Gaya bertarung Mokaev juga tidak jauh berbeda dari The Eagle.
Mempelajari gulat dari kecil, Mokaev sering mengandalkan pertarungan bawah untuk mengalahkan lawannya. Mokaev sering meraih kemenangan lewat kuncian, sama seperti yang dilakukan Khabib.
Mokaev tidak memungkiri target terbesarnya adalah bergabung dengan UFC. Namun, Mokaev enggan disamakan dengan Khabib.
Dengan sedikit sesumbar, Mokaev yakin bisa lebih hebat daripada Khabib, yang dianggapnya sebagai 'petarung juara rakyat'.
"Saya dan Khabib orang yang berbeda. Ketika saya bertarung di amatir, orang-orang sudah tahu saya, seperti kharisma saya beda dengan Khabib," ucap Mokaev.
"Kharisma saya beda dengan Khabib, karena orang-orang baru mengetahui Khabib ketika dia sudah meraih 26 kemenangan beruntun, atau mungkin 27 kemenangan. Orang-orang sudah tahu saya ketika saya baru menjalani tiga laga amatir. Ketika saya ada di level Khabib, kalian akan melihat perbedaannya," sambung Mokaev.
Khabib membuat banyak pihak terkejut setelah memutuskan pensiun usai mengalahkan Justin Gaethje di UFC 254, 24 Oktober 2020. Khabib pensiun dengan rekor 29-0 di MMA. Namun, Mokaev yakin bisa memiliki karier lebih hebat daripada Khabib.
"Saya yakin saya bisa [terhebat dalam sejarah MMA]. Tahun depan saya akan tampil di UFC," ucap Mokaev.