Suzuki Bak Disambar Petir Usai Ditinggal Davide Brivio

osc, CNN Indonesia | Sabtu, 09/01/2021 03:15 WIB
Keputusan Davide Brivio meninggalkan tim Suzuki MotoGP mengagetkan banyak pihak termasuk jajaran manajemen. Manajemen Suzuki Esctar MotoGP kaget dengan keputusan Davide Brivio pindah ke tim F1 Alpine. ( CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo).
Jakarta, CNN Indonesia --

Keputusan Davide Brivio meninggalkan Tim Suzuki MotoGP mengagetkan banyak pihak. Manajemen Suzuki seperti disambar petir karena Brivio mengundurkan diri dan pindah ke Tim Formula 1 (F1) Apline.

Kepala Proyek Tim Suzuki MotoGP, Shinichi Sahara mengatakan, pihaknya kaget dengan keputusan Brivio tersebut, dilansir dari Motorsport.

"Ini merupakan berita yang mengejutkan bagi kami tentang kepergian Davide dari Team Suzuki Ecstar," ujar Shinichi.


Brivio bergabung dengan Suzuki mulai 2013 ketika tim pabrikan asal Jepang tersebut tengah mempersiapkan comeback ke MotoGP 2015.

Shinichi menyebut, selama ini dia kerap bertukar pikiran dalam mengembangkan tim dan motor tahun demi tahun. Bahkan kerja keras itu membuahkan hasil ketika pada MotoGP 2020 pembalap mereka, Joan Mir sukses merengkuh juara dunia.

"Rasanya seperti seseorang mengambil bagian dari diri saya, karena saya selalu berdiskusi dengannya bagaimana mengembangkan tim dan motor, serta kami sudah bekerja sama untuk waktu yang lama," tutur Shinichi.

GIF Banner Promo Testimoni

"Pada 2020, kami mencapai hasil yang luar biasa, meski dalam situasi yang tidak biasa dan sulit karena Covid-19. Dan 2021 akan menjadi tahun yang lebih penting bagi kami untuk menjaga momentum," ujarnya.

Namun di tengah upaya untuk menjaga momentum di MotoGP 2021, Brivio memutuskan meninggalkan Suzuki Esctar. Tentu saja segala persiapan menjelang MotoGP 2021 bakal terganggu.

"Sekarang kami mencoba menemukan cara terbaik untuk menutupi kehilangan Davide. Untungnya dalam banyak kasus, saya memiliki cara berpikir yang mirip dengannya," katanya.

Brivio mengonfirmasi langsung dirinya resmi meninggalkan tim Suzuki MotoGP dan pindah ke tim Formula 1 Alpine musim 2021. Baginya, menerima tawaran Alpine, nama baru Renault merupakan tantangan profesional.

Kepindahan Brivio ke Alpine, tak lepas dari peran Luca De Meo, CEO Renault yang tengah berupaya mengembalikan kejayaan pabrikan asal Prancis itu di dunia F1.

Brivio dan De Meo pernah bekerja sama di Yamaha pada 2007-2010. Ketika Brivio menjadi manajer tim, De Meo menjabat kepala marketing.

(osc)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK