Jakarta, CNN Indonesia -- Manchester United sedang menuju fase penting dalam perburuan gelar Liga Inggris. Namun, Man Utd kini justru digerogoti persoalan cedera pemain menatap pekan-pekan krusial.
Pelatih Man Utd Ole Gunnar Solskjaer harus menerima fakta satu pemainnya kembali cedera di Piala FA. Solskjaer dibuat cemas karena Eric Bailly harus mengakhiri laga lebih cepat saat Man Utd mengalahkan Watford 1-0 pada babak ketiga Piala FA di Old Trafford, Sabtu (9/1) waktu setempat.
Bailly cedera setelah bertabrakan dengan rekannya sendiri yakni kiper Dean Henderson. Bailly sempat dikhawatirkan mengalami cedera kepala usai benturan tersebut, seperti yang dialaminya pada awal musim lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Solskjaer memperkirakan mantan pemain Villarreal itu hanya mengalami sakit di bagian leher. Juru racik formasi asal Norwegia itu pun berharap tidak ada cedera serius yang dialami Bailly sehingga tidak perlu absen lama.
 Eric Bailly mengalami cedera saat Manchester United mengalahkan Watford di Piala FA. (AP/Catherine Ivill) |
"Semoga itu hanya cedera otot. Kami akan memeriksanya besok [Minggu] dan semoga dia tidak absen terlalu lama," ucap Solskjaer usai pertandingan.
Cedera yang dialami Bailly pantas membuat Solskjaer khawatir. Bailly belakangan jadi andalan di jantung pertahanan untuk berduet dengan Maguire, menggantikan peran Victor Lindelof.
Bailly menjawab kepercayaan itu dengan penampilan lugas dan tanpa kompromi yang sudah jadi ciri khasnya selama ini. Bailly juga tak lagi ceroboh dan itu dibuktikan saat mengantarkan Man Utd menang atas Aston Villa 2-1 serta Wolverhampton Wanderers 1-0 di Liga Inggris.
Cedera yang dialami Bailly otomatis menambah daftar pesakitan di skuad Setan Merah. Sebelum menang atas Watford, Solskjaer mengatakan Paul Pogba, Victor Lindelof, dan Luke Shaw tidak masuk skuad karena alasan cedera.
Ketiga pemain ini merupakan tulang punggung tim dalam mengarungi persaingan di musim ini. Tanpa ketiganya plus Bailly maka kekuatan Man Utd diyakini tidak akan lagi sama.
Pogba sama seperti Bailly juga sedang dalam performa yang menanjak dalam beberapa laga terakhir. Sedangkan Lindelof dan Shaw masih belum tergantikan dalam mengawal jantung pertahanan tim walau kerap absen karena cedera.
Jika empat pemain ini harus absen dalam beberapa pekan ke depan maka Man Utd bakal rugi besar. Hal ini lantaran tim pengoleksi 20 gelar Liga Inggris itu sedang dalam momentum bagus untuk menguasai puncak klasemen setelah terseok-seok di awal musim.
Man Utd saat ini menempati posisi kedua klasemen sementara Liga Inggris dengan 33 poin. The Red Devils memiliki poin yang sama dengan pemuncak klasemen Liverpool tetapi punya tabungan satu laga lebih banyak.
Dalam dua laga mendatang, Man Utd akan bersua Burnley (12/1) dan Liverpool (17/1). Dua pertandingan yang bisa menentukan seberapa besar peluang Man Utd meraih gelar yang terakhir kali diraih musim 2012/2013.
Kemenangan di markas Burnley pada laga tengah pekan Liga Inggris akan membuat MU mengambil alih puncak klasemen dengan keunggulan tiga poin atas Liverpool. Bahkan, jika bisa menang atas The Reds di Stadion Anfield, Pogba dkk akan berjarak enam poin dari tim kota pelabuhan.
Keseimbangan MU Berpotensi Terganggu
Manchester United sedang dalam momentum bagus untuk meraih gelar Liga Inggris. (AP/Martin Rickett)
Kemungkinan untuk mengambil alih puncak klasemen dan terus berada di posisi paling depan jelas tidak ingin dilewatkan Solskjaer dan para pemainnya. Namun, misi ke arah sana bakal lebih sulit diwujudkan dengan kekuatan tim yang kini mulai tereduksi.
Sang pesaing utama Liverpool bisa jadi contoh kasus untuk yang satu ini. Tim arahan Jurgen Klopp mulai merasakan efek dari cederanya para pemain kunci di jantung pertahanan yaitu Virgil van Dijk, Joel Matip, dan Joe Gomez.
Cederanya ketiga pemain ini membuat Klopp harus mengotak-atik komposisi pemain. Fabinho hingga Jordan Henderson diplot jadi bek tengah darurat yang menganggu keseimbangan permainan Liverpool di lini tengah.
Liverpool memang tetap tampil ofensif dan solid di pertahanan. Namun, sang juara bertahan kehilangan tenaga di lini tengah untuk mengejutkan tim-tim lawan dari pemain di lini kedua.
Hal serupa juga sempat dirasakan oleh Manchester City. Cedera yang membekap Sergio Aguero sejak awal musim membuat ketajaman lini depan mereka mengalami penurunan drastis.
Gabriel Jesus yang jadi pengganti alami tidak bermain sesuai ekspektasi. Raheem Sterling dan Ferran Torres yang notabene berposisi asli sebagai penyerang sayap kesulitan untuk berubah peran jadi mesin gol tim.
Situasi yang dialami Liverpool dan Man City kini hinggap di Man Utd. Dengan cederanya Bailly, Lindelof, Shaw, dan Pogba, Solskjaer harus berpikir keras untuk menjaga keseimbangan permainan tim.
Jika itu tidak bisa dilakukan maka bukan tidak mungkin Man Utd justru tersandung di fase-fase menentukan menuju akhir musim. Hasil buruk jelas harus dihindari tim yang bermarkas di Old Trafford ini untuk menjaga asa juara, khususnya menatap dua laga ke depan.
Apabila dua laga ke depan bisa dilewati dengan mulus, seluruh elemen yang berkaitan dengan Man Utd sah-sah saja untuk mulai berpikir bisa meraih gelar Liga Inggris ke-21. Gelar yang sebenarnya sama sekali tidak masuk dalam rencana Man Utd pada musim ini mengingat materi pemain Man Utd yang masih di bawah Liverpool, Man City, atau malah Chelsea.