ANALISIS

Pontang-panting Juventus Mengejar Milan

Surya Sumirat, CNN Indonesia | Selasa, 12/01/2021 19:06 WIB
Upaya Juventus mengejar AC Milan di puncak klasemen Liga Italia mendapat adangan dari skuad yang mulai keropos. Jalan Juventus mengejar Milan tidak mulus. (AP/Antonio Calanni)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juventus memiliki tantangan berat dalam mempertahankan gelar juara Liga Italia pada musim ini.

Misi pertama dan utama yang perlu dituntaskan Bianconeri dalam target besarnya tersebut adalah merebut puncak klasemen yang kini ditempati AC Milan.

Upaya Juventus mengejar Milan sejauh ini cukup berhasil. Setelah terseok-seok sejak awal musim, tim asuhan Andrea Pirlo itu meraih empat kemenangan dalam lima pertandingan terakhir, satu laga lain kalah 0-3 dari Fiorentina.


Di musim ini, tantangan Juventus sebenarnya bukanlah klub-klub rival semisal Milan, Inter Milan, atau Napoli, melainkan diri mereka sendiri.

Juventus memilih memecat Maurizio Sarri yang sukses memberikan mereka gelar juara Serie A, dan menggantinya dengan Pirlo.

Sarri sendiri pada musim lalu baru menjalani musim perdana dengan klub asal Kota Turin ini. Hitungannya Juventus sedang dalam masa transisi dan adaptasi dengan keinginan Sarri.

Juventus' head coach Andrea Pirlo, centre, shakes hands with Juventus' Federico Bernardeschi at the end of the Serie A soccer match between AC Milan and Juventus at the San Siro stadium, in Milan, Italy, Wednesday, Jan. 6, 2021. (AP Photo/Antonio Calanni)Andrea Pirlo mulai mendapatkan sentuhan terbaik dalam menangani Juventus. (AP/Antonio Calanni)

Ketika Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan tengah menjajaki dan mulai mengerti dengan taktik Sarri, manajemen mendepaknya dan mendatangkan Pirlo.

Dalam situasi tersebut, skuad Juventus harus berjuang kembali dari nol dalam hal memahami taktik pelatih.

Sarri banyak menggunakan formasi 4-3-3 dan taktik lain dengan empat pemain di belakang, sedangkan Pirlo cenderung ke 4-4-2 serta skema lain dengan tiga pemain di belakang.

Perbedaan itu membuat Giorgio Chiellini cs berjuang keras menuruti instruksi pelatih yang juga mantan bintang Juventus tersebut.

Hasil dari mendatangkan Pirlo di musim ini Juventus tidak stabil sejak awal. Juventus hanya menang dua kali dari lima laga pertama, atau 5 kali menang dan 5 kali imbang pada 10 pertandingan awal.

Kondisi berbeda dialami Milan yang memilih mempertahankan Stefano Pioli yang nyaris didepak dan akan digantikan Ralf Rangnick.

Pioli menyempurnakan strategi pada musim lalu guna dipakai pada musim ini. Hasilnya Rossoneri ngebut sejak awal musim dengan meraih empat kemenangan dalam lima laga awal, atau mengoleksi 8 kemenangan dari 10 pertandingan pertama, tanpa terkalahkan.

GIF Banner Promo Testimoni

Sejak pekan keempat Milan kukuh di puncak klasemen Liga Italia hingga kini. Sementara itu, Juventus baru lima pekan lalu kembali ke empat besar setelah sejak awal musim atau dalam 11 pekan sebelumnya tidak pernah menyentuh zona Liga Champions.

Skuat Juventus dan Pirlo mulai 'nyetel' dalam tiga laga terakhir, tepatnya usai dipermalukan Fiorentina di Stadion Allianz lewat kekalahan 0-3.

Setelah itu, Juventus melumat tim-tim dari 10 besar, salah satunya memberikan kekalahan pertama kepada Milan. Pada momen tersebut jadi tiga kemenangan beruntun pertama bagi Juventus di musim ini.

Usai Udinese dihajar 4-1, giliran Milan disikat 3-1, pada pertandingan terakhir, Sassuolo dilumat dengan skor 3-1.

Si Nyonya Tua saat ini berada di jalur yang benar dalam upaya mengejar Milan di puncak klasemen Liga Italia. Juventus kini hanya tertinggal 6 poin di belakang Milan, namun sang juara bertahan masih memiliki tabungan satu pertandingan.

Jelang Lawan Inter, Bianconeri Keropos

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK