Alasan Greysia Polii Menangis Usai Juara Yonex Thailand Open

CNN Indonesia | Minggu, 17/01/2021 22:29 WIB
Greysia Polii mengungkapkan alasan menangis di pelukan Apriyani Rahayu usai juara ganda putri Yonex Thailand Open, Minggu (17/1). Greysia Polii mengungkapkan alasan menangis di Yonex Thailand Open. (CNN Indonesia/Putra Permata Tegar Idaman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Greysia Polii mengungkapkan alasan menangis di pelukan Apriyani Rahayu usai juara ganda putri Yonex Thailand Open, Minggu (17/1).

Greysia/Apriyani juara Yonex Thailand Open usai mengalahkan pasangan tuan rumah, Kititharakul/Rawinda Prajongjai 21-15, 21-12, di Impact Arena.

Setelah memberikan salam di aerna permainan dan kepada lawan, Greysia langsung terduduk dan menangis di pelukan Apriyani.


Dalam rilis PBSI yang diterima CNNIndonesia.com, Greysia mengatakan asalannya menangis sesaat sebelum seremoni pengalungan medali di turnamen tersebut.

"Puji Tuhan dibilang lega ya lega karena sudah menyelesaikan tugas dengan baik, tetapi di waktu yang bersamaan sebenarnya mixed feeling sih, lebih kepada emosional, karena.." kata Greysia terhenti saat menjawab pertanyaan dari tim Humas dan Media PP PBSI.

"Dari kemarin sih jujur ya sebenarnya tidak ngerasain apa-apa, konsentrasi juga sama pertandingannya, lebih fokus sama tujuannya di sini mau ngapain. Tapi masih ada mixed feeling yang kadang-kadang tuh bikin sedih," ucap Greysia menambahkan.

Awalnya Greysia kesulitan mengatakan penyebab ia menangis di Yonex Thailand Open. Pada akhirnya, Greysia menuturkan, ia menangis karena kehilangan kakak kandungnya Rickettsia Polii.

"Aku dedikasi gelar juara ini buat keluarga aku yang sedang berjuang [melawan Covid-19], terus mereka sedang kehilangan kan. Jadi ya pikiranku kemana-mana, mixed feeling, abis kakak meninggal dan mamah covid," kata Greysia.

[Gambas:Video CNN]

Kesedihan itu menurut Greysia sempat ditahan dalam beberapa hari terakhir. Namun, akhirnya ia tumpahkan usai memenangi gelar di Yonex Thailand Open.

"Dari kemarin sih sebenarnya udah tidak bisa nahan, sebenarnya bukan dari kemarin, tapi setiap hari juga tidak bisa nahan. Padahal sih oke-oke aja gitu, tapi ya namanya berduka dan keluarga semua di rumah di Jakarta lagi struggle juga, kita semua lagi struggle as a family. Lagi berjuang melawan covid ini, semuanya diisolasi," tutur atlet 33 tahun itu.

Selain keluarga, Greysia juga kepikiran suami yang baru dinikahinya pada 23 Desember 2020, Felix Djimin. Usai menikah, Greysia hanya libur sepekan lalu kembali ke pelatnas Cipayung.

GIF Banner Promo Testimoni

"Puji Tuhannya dikasih kekuatan terus menerus setiap hari, sampai hari-hari ini sih sebenarnya. Apalagi Felix banyak berkorban dan berjuang untuk keluarga besar juga, dia tidak terkena Covid-19," jelas Greysia.

"Felix sangat dewasa dan bisa sangat support dalam menjalani semua ini. Sangat mendukung penuh, khususnya emosional aku yang selalu dia dukung dari dulu," kata Greysia melanjutkan.

Setelah Yonex Thailand Open, Greysia/Apriyani masih harus berjuang pada dua turnamen lain di Negeri Gajah Putih itu.

Meski diliputi kesedihan, Greysia mengaku akan terus berusaha dan menjalani Toyota Thailand Terbuka (19-24 Januari 2021) dan BWF World Tour Finals (27-31 Januari 2021) dengan sukacita.

"Untuk pertandingan ke depan dijalankan saja, saya bersama Apri tidak mikir panjang sampai bagaimana, tapi kami mencoba untuk berusaha satu demi satu. Setelah juara ini memang sudah kelar, tapi minggu depan ada lagi. Jadi jalani saja hari demi hari dengan penuh sukacita, tetap senang, dan pastinya enjoy," ucap Greysia.

(sry/osc)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK