ANALISIS

Liga 1 2021 Makin Gelap

Jun Mahares, CNN Indonesia | Rabu, 20/01/2021 20:58 WIB
Nasib kompetisi sepak bola Indonesia makin gelap usai Liga 1 2020 resmi dibatalkan di masa pandemi Covid-19. Liga 1 2020 terhenti pada Maret 2020. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nasib kompetisi sepak bola Indonesia makin gelap usai Liga 1 2020 resmi dibatalkan di masa pandemi Covid-19. Sebab, jadwal kick off musim 2021 juga bakal tak menentu.

Wabah virus corona memang berhasil meluluhlantakkan tatanan ekonomi dunia. Kas negara pun tersedot untuk membiayai pengobatan virus secara gratis ditambah kewajiban pengeluaran dana bantuan sosial untuk masyarakat.

Sementara itu, banyak perusahaan swasta juga terpaksa gulung tikar karena tak kuasa melawan imbas ketidaknormalan masa pandemi.


Kehadiran virus corona di awal 2020 juga berimbas ke ranah olahraga. Piala Eropa 2020 ditunda, Olimpiade 2020 di Tokyo juga terpaksa dimundurkan dari jadwal semula.

Kompetisi di seluruh dunia praktis terhenti sejak Maret 2020, termasuk di Indonesia. Ketua PSSI Mochamad Iriawan mengumumkan penundaan Liga 1 dan Liga 2 pada 14 Maret 2020.

"Kami tentukan minimal dua pekan kompetisi berhenti, baik Liga 1 maupun Liga 2, sembari menanti perkembangan terkini atas persebaran virus Corona," kata Iriawan di laman resmi PSSI.

[Gambas:Video CNN]

Rencana penundaan selama dua pekan ternyata molor berkepanjangan. PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator tak punya kekuatan untuk melobi pemerintah.

Surat resmi dan pertemuan berkali-kali yang digelar PT LIB dengan kepolisian sebagai pihak yang berwenang mengeluarkan izin keramaian selalu menemui jalan buntu.

Iriawan yang pernah menjabat Kapolda Metro Jaya juga tak punya taring. Usahanya hingga menemui Presiden Joko Widodo pun urung mendapat restu.

GIF Banner Promo Testimoni

Padahal, liga-liga di Eropa bisa kembali berjalan di tengah pandemi. Bundesliga Jerman membuat terobosan dengan memulai kembali kompetisi pada 15 Mei 2020.

Liga Spanyol pun mengikuti dan mulai menggelar kembali kompetisi sejak 12 Juni 2020. Lima hari kemudian, Liga Inggris menyusul menggelar restart. Selanjutnya Liga Italia juga dilanjutkan.

Leverkusen's German midfielder Kai Havertz (C) scores the opening goal during the German first division Bundesliga football match Werder Bremen v Bayer 04 Leverkusen on May 18, 2020 in Bremen, northern Germany as the season resumed following a two-month absence due to the novel coronavirus COVID-19 pandemic. (Photo by Stuart FRANKLIN / POOL / AFP) / DFL REGULATIONS PROHIBIT ANY USE OF PHOTOGRAPHS AS IMAGE SEQUENCES AND/OR QUASI-VIDEOBundesliga jadi liga Eropa pertama yang lanjut di masa pandemi Covid-19 pada 2020.. Stuart FRANKLIN / POOL / AFP)

Terang saja liga-liga elite Eropa tersebut mampu menggelar kompetisi di masa pandemi. Mereka sudah mempelajari cara menggelar kompetisi dengan protokol kesehatan ketat tanpa penonton.

Klub secara profesional menjalani protokol kesehatan Covid-19. Swab tes jadi rutinitas yang dilakukan sepekan bahkan sehari sebelum pertandingan. Penonton juga tak ada yang membandel datang ke stadion.

Di liga-liga Eropa -yang memang selalu beberapa langkah lebih jauh dari Asia- sanggup menerapkan aturan-aturan baru sesuai dengan kondisi terkini.

Apalagi kerugian besar menanti jika mereka benar-benar menghentikan kompetisi. Perjanjian dengan pihak sponsor yang sudah jauh-jauh hari diteken bisa lenyap. Sementara gaji pemain dan pelatih membengkak.

Kompetisi Sepak Bola Diragukan Bisa Bergulir 2021

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK