Jakarta, CNN Indonesia -- Kehebatan Erling Haaland pada laga lawan Sevilla di Liga Champions kemungkinan besar bukan hanya membuat pendukung lawan menangis, melainkan juga pendukung Manchester United yang kembali berduka atas kegagalan mendapatkannya.
Haaland adalah buruan utama Ole Gunnar Solskjaer di pertengahan musim lalu. Performa Haaland yang spektakuler bersama RB Salzburg membuat Solskjaer menempatkan namanya sebagai target untuk mengatasi solusi krisis di lini depan.
Sepeninggal Romelu Lukaku ke Inter Milan, Manchester United tidak memiliki penyerang murni. Alhasil, posisi tersebut ditempati oleh Marcus Rashford dan Anthony Martial yang biasanya lebih sering bergerak di sisi lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Solskjaer puya alasan kuat untuk merekrut Haaland. Bukan hanya sekadar situasi terkini ketika Haaland tampil tajam bersama RB Salzburg, melainkan juga lantaran Solskjaer sudah mengenal Haaland sejak mereka ada di Molde.
 Ole Gunnar Solskjaer sangat mengenal Erling Haaland sejak usia muda. (AP/Peter Powell) |
Solskjaer tahu pasti kualitas Haaland karena sudah mengamatinya sejak muda. Usia Haaland yang waktu itu masih 19 tahun juga jadi pertimbangan bagus bagi Man Utd untuk memulai investasi jangka panjang.
Manchester United ada di garis depan dalam perburuan Haaland. Kehadiran Solskjaer, sosok legendaris di Norwegia plus sudah mengenal Haaland, jadi salah satu alasan utama di balik anggapan tersebut.
Solskjaer pun sempat terbang menemui Haaland dan berbicara secara personal. Namun alur cerita indah yang dibangun oleh Solskjaer berakhir pahit. Man Utd gagal merekrut Haaland yang akhirnya memutuskan hijrah ke Dortmund.
Haaland gagal bergabung dengan Manchester United di awal 2020 lalu dan ini merupakan kegagalan kedua karena Man Utd disebut pernah berminat merekrutnya di tahun 2018.
 Erling Haaland mencuri perhatian sejak gemilang bersama RB Salzburg di Liga Champions. (Alberto PIZZOLI / AFP) |
Haaland Langsung Bersinar Terang
Dalam proses kegagalan merekrut Haaland, Solskjaer tidak berada pada pihak yang bisa disalahkan. Solskjaer bahkan disebut jadi pihak yang paling ngotot mendatangkan Haaland namun tanpa bantuan total dari jajaran manajemen seperti Ed Woodward. Hal itu juga yang diyakini oleh ayah Haaland, Alf Inge Haaland
Dari cerita yang beredar, Man Utd memutuskan pergi dari perburuan Haaland karena tidak suka dengan sejumlah klausul tambahan seperti permintaan persentase keuntungan untuk agen dan sang ayah dalam penjualan Haaland. Kabar yang tentu dibantah oleh pihak Haaland.
Kehadiran Mino Raiola sebagai agen Haaland turut memperkeruh suasana karena sebelumnya Man Utd dan Raiola sudah sering tak sependapat soal Paul Pogba. Belum lagi soal perdebatan tentang klausul pelepasan.
 Erling Haaland tak mengalami masalah adaptasi di Dortmund. ( Stefan Puchner/dpa via AP) |
Sejumlah tuntutan yang ditolak itu yang akhirnya diiyakan oleh Dortmund sehingga sang pemain pergi ke sana.
Terlepas dari cerita asli yang beredar, Man Utd memang tidak benar-benar mendukung keinginan penuh Solskjaer untuk mendatangkan Haaland. Saat itu Haaland belum sepenuhnya teruji lantaran baru subur di Liga Austria dan bersinar di satu musim Liga Champions.
Namun ketika Haaland bisa meneruskan performa apiknya bersama Dortmund, giliran pihak Man Utd harus menyesali dan meratapi keputusannya dalam-dalam. Haaland bisa mencetak 16 gol dari 18 laga bersama Dortmund musim lalu. Di musim ini, Haaland sudah membukukan 25 gol dari 24 laga dan bahkan jadi pemuncak daftar top skor Liga Champions.
Manchester United sendiri tidak punya langkah strategis untuk mencari striker pengganti. Setelah kegagalan Haaland, mereka malah hanya meminjam Odion Ighalo.
Di awal musim ini, Edinson Cavani didatangkan saat sang pemain dalam status tak punya klub. Cavani memang striker papan atas dalam satu dekade terakhir namun usia Cavani membuatnya hanya patut jadi solusi sementara atau bahkan striker cadangan berkualitas di Man Utd.
[Gambas:Video CNN]
Man Utd Bakal Sulit Datangkan Haaland
Erling Haaland kini makin laris diminati klub besar.( AP/Michael Sohn)
Proses negosiasi Man Utd dengan Haaland diyakini bakal sulit kembali terjadi di masa depan. Ada beberapa hal yang membuat langkah terdekat Man Utd untuk mendapatkan Haaland seharusnya ada di awal 2020 dan sulit terulang di kesempatan berikutnya.
Pertama, Dortmund sudah mengikat Haaland hingga 2024 mendatang. Harga jual Haaland bakal jauh melambung dibandingkan dengan harga saat Man Utd berunding dengan RB Salzburg.
Di awal 2020, Man Utd dipercaya bisa mendatangkan Haaland dengan harga 40 juta euro-50 juta euro dan pada akhirnya Dortmund malah bisa merekrut Haaland dengan angka 20 juta euro.
Kini harga Haaland meroket, seiring ketajamannya yang terus berkembang. Untuk menebus Haaland, klub peminat mesti menyediakan uang di angka lebih dari 100 juta euro.
 Erling Haaland kini jadi pemuncak top skor Liga Champions. (AP/Angel Fernandez) |
Harapan Manchester United untuk mendapatkan Haaland makin berat seiring kehadiran Raiola. Man Utd tidak akan dengan mudah mendapatkan Haaland dengan harga murah.
Arah masa depan Haaland kini justru cenderung ke dua raksasa La Liga yaitu Barcelona dan Real Madrid. Selain itu tak menutup kemungkinan Bayern Munchen yang selama ini jadi pembeli setia pemain-pemain bintang Dortmund.
Andai dengan klausul aneh pun, Manchester United tetap bakal mendapatkan keuntungan besar dengan merekrut Haaland pada awal 2020, baik secara kebutuhan tim dan taktik di lapangan maupun finansial dalam hal proyeksi penjualan di masa depan.
Kini Man Utd hanya bisa meratapi diri. Mereka makin jauh dengan Haaland yang sempat diidamkan oleh Solskjaer.
Kemungkinan Haaland untuk membela Man Utd tentu tak sepenuhnya tertutup di masa depan. 'Setan Merah' bisa saja melakukan langkah mengejutkan dan membuang uang dalam jumlah besar untuk merekrut Haaland, sesuatu yang tidak dilakukan Man Utd di awal 2020.
Di masa lalu, Man Utd pun pernah melakukan hal gila macam itu, yaitu ketika mereka membuang Pogba dengan gratis lalu kembali merekrutnya dengan status pemain termahal di dunia.