Petarung MMA Mundur dari Duel Usai Diancam Dibunuh

CNN Indonesia | Sabtu, 20/02/2021 16:25 WIB
Petarung MMA kelas ringan asal Brasil Leonardo Barbosa mundur dari duel di Afganistan usai diancam dibunuh pria bersenjata. Ilustrasi MMA. (iStockphoto/Vitalij Sova)
Jakarta, CNN Indonesia --

Petarung MMA kelas ringan asal Brasil Leonardo Barbosa mundur dari duel di Afganistan usai diancam dibunuh pria bersenjata.

Pada 11 Februari 2021, Barbosa dijadwalkan bertarung dengan Ahmed Wali Kotak di TGFC 11 di Kabul, Afganistan.

Sesaat sebelum bertarung, Barbosa didatangi seorang pria tidak dikenal di ruang ganti. Pria itu berteriak-teriak dengan bahasa asli yang tidak dimengerti barbosa.


Barbosa mulai mengerti maksud pria tersebut ketika menunjukkan senjata yang dibawanya. Barbosa mengaku melihat pria tersebut di area VIP yang dekat dengan arena pertarungan.

"Dia terus berteriak, sangat agresif. Dia mendekati pagar di jeda tiap ronde dan mulai mengatakan sesuatu yang mirip dengan yang dia katakan di ruang ganti," ujar Barbosa kepada MMA Fighting.

"Hanya saja lebih agresif. Saya memenangkan pertarungan, saya memenangi ronde pertama dengan baik, lawan saya mengalami patah hidung dan butuh operasi keesokan harinya, dan saya pikir akan menang," ucap Barbosa menambahkan.

Meski merasa mendominasi ronde pertama, namun suasana berbeda dirasakan Barbosa pada ronde kedua. Barbosa akhirnya menyerah dan tidak melanjutkan pertarungan.

"Serangkaian hal terlintas dalam pikiran saya. Saya punya seorang putra, saya punya keluarga. Dia membunuh saya bukanlah ketakutan terbesar saya, karena akibatnya akan sangat besar," tutur Barbosa.

[Gambas:Video CNN]

"Tetapi saya tidak tahu, orang-orang di sana agak rumit. Ini rumit, singguh," kata Barbosa melanjutkan.

Barbosa juga menceritakan setiap peristiwa yang dialami selama di Afganistan. Selain datang dari Brasil sendiri tanpa ditemani manajernya yang positif Covid-19, Barbosa juga menyebut terjadi ledakan di negara tersebut.

"Wilayah itu masih berperang, serangan teroris sedang terjadi, dan orang-orang sudah terbiasa dengan hal itu. Sebuah mobil meledak saat saya di sana, dan mereka hanya mengisolasi jalan, tentara berputar ke jalan itu, dan hanya itu," ucap Barbosa.

Sementara itu, CEO TGFC Abdul Wasi Sharifi mengaku tidak pernah dberitahu Barbosa soal ancaman pembunuhan itu.

"Leonardo tidak pernah memberi tahu tami ketika kami sampai di hotel dan sebelum ke arena. Tidak pernah bicara dengan saya, jadi baru hari ini saya mendengar cerita ini," kata Sharifi.

"Kami setuju dengan pertarungan ulang di Dubai. Dia mengatakan, bukan kesalahan lawan, hotel, dan promotornya," ujar Sharifi menambahkan.

(sry/sry)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK