ANALISIS

Dilarang Berisik, Thomas Tuchel Sedang Ujian

Nova Arifianto, CNN Indonesia | Selasa, 23/02/2021 06:41 WIB
Ujian Thomas Tuchel sebagai pelatih baru Chelsea belum berakhir. Dini hari nanti, pelatih Jerman itu bakal dites di Liga Champions. Thomas Tuchel bakal menjalani laga pertama bersama Chelsea di Liga Champions. (AP/Neil Hall)
Jakarta, CNN Indonesia --

Thomas Tuchel membuat Chelsea lupa pada kekalahan. Akan tetapi, tengah pekan ini ada laga melawan Atletico Madrid di Liga Champions yang menjadi ujian lanjutan bagi kelayakan Tuchel memimpin The Blues.

Tuchel datang sebagai pengganti Frank Lampard dengan bukti-bukti yang sahih. Kisah romantis Lampard, sebagai seorang legenda klub, dengan Chelsea yang menjadi bumbu hubungan kedua pihak perlahan dilupakan.

Poin-poin yang diraih Cesar Azpilicueta dan kawan-kawan selama di bawah arahan Tuchel tentu lebih menggembirakan ketimbang muka kecemasan para pemain dan Lampard.


Fan Chelsea kini tentunya lebih senang melihat kesebelasan favorit mereka sempat menyembul ke zona empat besar setelah terjerembab di papan tengah.

Tujuh laga tanpa kalah, lima menang dan dua kali seri, membuat klub asal London tersebut kini menempati peringkat kelima di klasemen sementara dengan 43 poin. Peluang persaingan ke zona Liga Champions yang sempat meredup kini kembali menyala.

Setelah tujuh pertandingan menghasilkan 17 poin, Tuchel akan menghadapi lawan yang berbeda secara karakteristik tim dan ajang dari persaingan liga domestik.

Chelsea's Mason Mount, left, celebrates after scoring his side's opening goal during the English Premier League soccer match between Chelsea and Southampton at St. Mary's Stadium in Southampton, England, Saturday, Feb.20, 2021. Michael Steele/Pool via AP)Chelsea tak pernah kalah dalam tujuh laga terakhir. (AP/Michael Steele)

Atletico yang bakal menjamu Chelsea, dalam laga di Rumania, bukan hanya pemuncak klasemen La Liga Spanyol. Anak asuh Diego Simeone juga merupakan calon terkuat juara hingga lebih dari separuh musim. Los Colchoneros begitu stabil, kendati hanya meraih hasil imbang dalam laga terakhir.

Atletico yang sudah nyetel dengan gaya main Simeone selama satu dekade tak diragukan bakal bermain agresif ketika menguasai bola maupun tanpa bola.

Ketika Atletico bermain sedikit longgar dan membiarkan lawan agak masuk ke dalam zona pertahanan mereka, maka Chelsea juga tak boleh lengah karena sebenarnya Joao Felix dan kawan-kawan sedang membangun benteng kokoh dan merintis jalur guna melakukan serangan balik yang cepat.

[Gambas:Video CNN]

Agresivitas dan serangan balik cepat Atletico hanya sebagian ciri khas Simeone, selain counter pressing dan pemanfaatan sisi lebar lapangan untuk mengeksploitasi lawan.

Simeone yang detail dan bisa melakukan perubahan cepat di tengah pertandingan akan menjadi ujian yang bisa membuat Tuchel mendapat nilai merah.

Dalam bentuk permainan terbaiknya, Atletico bakal memaksa lawan bermain dalam area yang sempit dan kehilangan kecepatan.

Selain itu Simeone pun memiliki kemampuan pendekatan personal dengan pemain yang bagus untuk membangun kepercayaan diri skuad Atletico, sehingga sang tuan rumah bisa memiliki mental yang baik selama 90 menit.

Kendati Atletico tidak akan diperkuat Jose Gimenez di belakang serta Yannick Carrasco dan Sime Vrsjalko di tengah, Simeone kiranya sudah memiliki formula mengamankan pertemuan pertama dan merepotkan Tuchel.

Ujian Internal dan Eksternal Tuchel

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK