Jakarta, CNN Indonesia -- Thomas Tuchel membuat Chelsea lupa pada kekalahan. Akan tetapi, tengah pekan ini ada laga melawan Atletico Madrid di Liga Champions yang menjadi ujian lanjutan bagi kelayakan Tuchel memimpin The Blues.
Tuchel datang sebagai pengganti Frank Lampard dengan bukti-bukti yang sahih. Kisah romantis Lampard, sebagai seorang legenda klub, dengan Chelsea yang menjadi bumbu hubungan kedua pihak perlahan dilupakan.
Poin-poin yang diraih Cesar Azpilicueta dan kawan-kawan selama di bawah arahan Tuchel tentu lebih menggembirakan ketimbang muka kecemasan para pemain dan Lampard.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fan Chelsea kini tentunya lebih senang melihat kesebelasan favorit mereka sempat menyembul ke zona empat besar setelah terjerembab di papan tengah.
Tujuh laga tanpa kalah, lima menang dan dua kali seri, membuat klub asal London tersebut kini menempati peringkat kelima di klasemen sementara dengan 43 poin. Peluang persaingan ke zona Liga Champions yang sempat meredup kini kembali menyala.
Setelah tujuh pertandingan menghasilkan 17 poin, Tuchel akan menghadapi lawan yang berbeda secara karakteristik tim dan ajang dari persaingan liga domestik.
 Chelsea tak pernah kalah dalam tujuh laga terakhir. (AP/Michael Steele) |
Atletico yang bakal menjamu Chelsea, dalam laga di Rumania, bukan hanya pemuncak klasemen La Liga Spanyol. Anak asuh Diego Simeone juga merupakan calon terkuat juara hingga lebih dari separuh musim. Los Colchoneros begitu stabil, kendati hanya meraih hasil imbang dalam laga terakhir.
Atletico yang sudah nyetel dengan gaya main Simeone selama satu dekade tak diragukan bakal bermain agresif ketika menguasai bola maupun tanpa bola.
Ketika Atletico bermain sedikit longgar dan membiarkan lawan agak masuk ke dalam zona pertahanan mereka, maka Chelsea juga tak boleh lengah karena sebenarnya Joao Felix dan kawan-kawan sedang membangun benteng kokoh dan merintis jalur guna melakukan serangan balik yang cepat.
[Gambas:Video CNN]
Agresivitas dan serangan balik cepat Atletico hanya sebagian ciri khas Simeone, selain counter pressing dan pemanfaatan sisi lebar lapangan untuk mengeksploitasi lawan.
Simeone yang detail dan bisa melakukan perubahan cepat di tengah pertandingan akan menjadi ujian yang bisa membuat Tuchel mendapat nilai merah.
Dalam bentuk permainan terbaiknya, Atletico bakal memaksa lawan bermain dalam area yang sempit dan kehilangan kecepatan.
Selain itu Simeone pun memiliki kemampuan pendekatan personal dengan pemain yang bagus untuk membangun kepercayaan diri skuad Atletico, sehingga sang tuan rumah bisa memiliki mental yang baik selama 90 menit.
Kendati Atletico tidak akan diperkuat Jose Gimenez di belakang serta Yannick Carrasco dan Sime Vrsjalko di tengah, Simeone kiranya sudah memiliki formula mengamankan pertemuan pertama dan merepotkan Tuchel.
Ujian Internal dan Eksternal Tuchel
Thomas Tuchel menggantikan Frank Lampard sejak akhir Januari 2021. (AP/Neil Hall)
Dalam leg pertama Liga Champions ini, Tuchel dituntut membuktikan ucapan banyak orang mengenai pengetahuan taktik yang luas dan kemampuan bermain dengan fleksibel menghadapi berbagai lawan.
Sejauh ini, Tuchel melakukan perubahan-perubahan formasi dengan cukup mulus. Selain memainkan 4-2-3-1 di laga pertama bersama Chelsea, Tuchel selanjutnya meletakkan pondasi tiga bek sebagai patokan utama.
Menghadapi Atletico yang agresif, Tuchel akan memaksimalkan peran gelandang bertahan sebagai titik tolak permainan Chelsea.
Melihat kesuksesan pola 3-4-2-1, juru latih yang mengantar Paris Saint-Germain ke final Liga Champions tahun lalu kemungkinan bakal menerapkan formasi tersebut ketika menghadapi Atletico.
Timo Werner dan Mason Mount bakal mendukung pergerakan Tammy Abraham. Sementara N'Golo Kante bakal bergerak maksimal di ruang mesin dengan dukungan Jorginho, Marcos Alonso, dan Reece James.
 Atletico Madrid sedang berada pada momen positif pada musim ini. (AP Photo/Bernat Armangue) |
Sedangkan trio Azpilicueta, Thiago Silva dan Antonio Rudiger berperan sebagai palang pintu terakhir sebelum lawan berhadapan dengan Edouard Mendy.
Penyesuaian terhadap pola main lawan di tengah pertandingan tampak tidak terelakkan. Melihat Simeone yang pandai melakukan perubahan, Tuchel pun bisa mengganti gameplan dengan melihat situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan.
Menjelang laga, bukan hanya faktor teknis saja yang bakal menjadi ujian bagi Tuchel. Hasil seri melawan Southampton pada laga akhir pekan lalu, membuat Tuchel mengritik anak asuhnya.
 Tuchel mulai menampakkan wajah asli di hadapan pemain-pemain Chelsea. (Adrian Dennis/Pool via AP) |
Callum Hudson Odoi adalah nama yang jelas-jelas disebut Tuchel dalam kritiknya. Selain itu pelatih asal Jerman tersebut juga mulai membawa-bawa permasalahan harga pemain dalam hasil seri 1-1 melawan Southampton.
Tuchel seolah-olah ingin membuktikan omongan beberapa waktu lalu bahwa dirinya bisa saja berlaku dan berucap tidak menyenangkan kepada para pemain jika gagal meraih kesempatan.
Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana Tuchel membuat pemain termotivasi dan bukan malah terpojok dengan model kritik yang dilontarkannya.
Setelah tujuh laga tanpa kalah, kiranya menarik menyimak ujian terkini bagi Tuchel yang datang dari Atletico, klub langganan Liga Champions namun belum pernah mengangkat trofi Si Kuping Lebar.