Percasi Anggap Kualitas Permainan Dewa Kipas Rendah

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Rabu, 24/03/2021 03:39 WIB
PB Percasi menilai kualitas permainan catur Dadang Subur alias Dewa Kipas usai kalah dari Irene Kharisma Sukandar. Irene Sukandar menang atas Dewa Kipas. (Tangkapan layar instagram @irene_sukandar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Bidang Pembinaan dan Peningkatan Prestasi (Kabid Binpres) PB Percasi, Kristianus Liem, menyebut kualitas permainan Dadang Subur alias Dewa Kipas rendah usai kalah dari Women Grandmaster Irene Kharisma Sukandar.

Setelah kalah telak dari Irene Sukandar, Senin (22/3), kubu Dewa Kipas mengaku tidak terbiasa dengan sistem permainan pendek 10 menit selama 4 babak.

Akan tetapi, alasan pihak Dewa Kipas juga dimentahkan PB Percasi. Menurut Kristianus Liem, sebelum pertandingan, lebih dahulu digelar technical meeting terkait duel tersebut.


Pencarian alasan tersebut di mata Percasi menunjukkan kualitas permainan catur Dewa Kipas yang rendah.

"Kan semua hadir, termasuk Pak Dadang [Subur] itu. Kalau dia tidak mau main 10 menit di empat babak kan bisa protes di situ. Buat saya itu alasan saja, jadi semakin menunjukkan kemampuannya. Rendah benar kualitasnya," ucap Kristianus, Selasa (23/3).

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Kristianus menganggap aneh klaim Dewa Kipas yang menyebut kekalahan dari Irene Sukandar disebabkan karena hanya dimainkan 10 menit di setiap babak.

Pemilihan catur cepat dengan empat babak selama 10 menit itu juga sudah disesuaikan dengan kemampuan Dewa Kipas saat menang atas Gothamchess di Chess.com.

"Dia [Dewa Kipas] mengalahkan Gothamchess itu di catur yang main 10 menit. Jadi waktu itu saya yang mengusulkan main catur 10 menit itu. Tapi kalau dia merasa kekuatan dia 10 menit ya kami kasih main di situ. Kalau Irene mau main di mana saja oke-oke saja. Kalau ada yang tidak setuju juga harusnya dibicarakan di technical meeting itu," ucap Kristianus.

Sebelumnya, anak dari Dewa Kipas, Ali Akbar, menyatakan ada perubahan peraturan yang mendadak dalam duel melawan Irene Kharisma Sukandar. Ali menyatakan Percasi yang menginginkan pertandingan berlangsung dengan format 10 menit dalam empat babak.

Padahal, Ali menyebut Dewa Kipas ingin partai bebas tanpa terikat waktu. Perubahan peraturan itu disebut Ali membuat Dewa Kipas panik dan konsentrasinya terganggu.

"Iya, sudah persetujuan dengan pihak Deddy buat main partai dan baru berubah 10 menit sebelum live. Tahu-tahu lawan Mbak Irene 10 menit 4 babak pula. Bapak langsung panik, langsung down banget," kata Ali.

[Gambas:Video CNN]

(TTF/rhr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK