Tim Indonesia Sempat Minta Karantina di Cipayung

CNN Indonesia | Rabu, 24/03/2021 20:50 WIB
Tim badminton Indonesia sempat meminta untuk menjalani karantina di pelatnas Cipayung sepulang dari All England pada Senin (22/3) lalu. Skuad Indonesia menjalani isolasi di hotel setelah kembali dari ajang All England. (CNNIndoneesia/Titi Fajriah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim badminton Indonesia sempat meminta untuk menjalani karantina di pelatnas Cipayung sepulang dari All England pada Senin (22/3) lalu, meski rencana itu akhirnya urung dilakukan.

Gatot mengatakan jelang kepulangan Greysia Polii dkk dari Birmingham, Inggris, Minggu (21/3) siang waktu setempat atau tengah malam WIB, dirinya dikontak oleh Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Desra Percaya. Desra menyampaikan aspirasi pemain yang tidak ingin menjalani kewajiban karantina di hotel dan memilih di Cipayung.

"Pada intinya mereka sadar mereka harus menjalani kewajiban karantina lima hari dulu sepulangnya dari All England. Keinginan untuk karantina di Cipayung disampaikan Pak Dubes saat mereka boarding," kata Gatot melalui sambungan telepon.


Atas informasi Dubes Desra, Gatot kemudian menghubungi Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo untuk meminta izin atas keinginan pemain tersebut. Doni Monardo mempersilakan namun meminta Gatot untuk berkoodinasi dengan Benger Saragih selaku dokter kepala karantina P2P (Perlindungan dan Pencegahan Penyakit).

Dari komunikasi yang dibangun, baik Ketua Satgas Covid-19 maupun Kepala P2P memberikan izin untuk tim badminton Indonesia menjalani karantina lima hari di Pelatnas Cipayung dengan menerapkan aturan ketat yang tetap harus diikuti dan dijalani selama karantina berlangsung.

Salah satu aturan yang diminta yakni untuk tidak bertemu dengan siapapun di pelatnas, termasuk dengan keluarga maupun penghuni pelatnas lain. Aturan itu, ditegaskan Gatot, sama dengan aturan yang dipakai jika mereka menjalani karantina di hotel.

"Kebetulan saat izin itu keluar, pemain dan rombongan sudah take off naik pesawat. Saat mereka transit di Istanbul, Pak Alex Tirta (Ketua Harian PBSI) menghubungi saya minta maaf karena menurutnya saya sudah berjuang dan berusaha mengabulkan aspirasi pemain untuk karantina di pelatnas."

Banner Live Streaming MotoGP 2021

"Namun akhirnya pemain merasa percuma karena walaupun di pelatnas tapi aturannya tetap ketat dan tidak memperbolehkan mereka bertemu keluarga. Mereka akhirnya memilih untuk karantina di hotel," jelas Gatot.

Sebelumnya, tim badminton Indonesia dipaksa mundur dari All England 2021 karena mendapatkan surat elektronik dari NHS atau National Health Service sebagai lembaga kesehatan independen Inggris. Isinya mengharuskan pemain yang menerima email tersebut untuk menjalani karantina 10 hari lantaran berada satu pesawat dengan seseorang yang terdeteksi positif Covid-19.

Belum lagi tindakan diskriminatif yang dalami pemain setelah mendapatkan email NHS membuat para pemain kecewa. Kemudian pemain meminta untuk pulang lebih awal ke Indonesia dibanding menjalani karantina 10 hari di Inggris.

Atas kerja sama antara Dubes Desra, PBSI Kemenpora dan NOC, seluruh tim badminton Indonesia akhirnya bisa kembali ke Jakarta lebih cepat, Senin (22/3).

[Gambas:Video CNN]

(TTF/jal)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK