BWF Diancam Pembunuhan, Kemenpora Minta Netizen Jangan Iseng

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Rabu, 24/03/2021 14:21 WIB
Sesmenpora Gatot S Dewa Broto meminta netizen Indonesia hindari keisengan di akun BWF yang bisa berujung pidana. Sesmenpora Gatot S Dewa Broto meminta netizen Indonesia hindari keisengan yang berujung pidana. (Foto: CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sesmenpora Gatot S Dewa Broto meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak melakukan keisengan yang bisa berujung pidana usai akun instagram resmi Badminton World Federation (BWF) mendapat ancaman pembunuhan.

Sebelumnya, akun instagram resmi BWF menunjukkan ancaman pembunuhan yang mereka dapat terkait insiden yang menimpa tim badminton Indonesia All England 2021.


Dalam akun story instagram, BWF menunjukkan ada seseorang yang mengaku dari Indonesia mengancam untuk membunuh orang-orang di BWF dan akan mengirimkan teroris ke BWF.

"Pertama, kami minta kepada siapapun masyarakat yang meskipun iseng, untuk tidak melakukan hal-hal yang bagi mereka iseng tapi bisa menjadi masalah serius bahkan bisa menjurus ke pidana," kata Gatot kepada CNNIndonesia.com, Rabu (24/3).

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Menurut Gatot, kasus yang menimpa Marcus Fernaldi Gideon dkk di All England sudah selesai seiring dengan surat resmi pernyataan maaf yang disampaikan Presiden BWF Poul Erik Hoyer, Senin (22/3).

"Bahwa kita kecewa, marah terhadap kebijakan BWF yang kurang transparan, kurang peduli, kami paham. Tapi jangan sampai melakukan hal yang sifatnya iseng tapi bisa masuk ke ranah pidana," kata Gatot.

Menurut Gatot, sepanjang sejarah belum pernah Presiden BWF meminta maaf kepada negara tertentu bahkan menyebutkan nama kepala negara.

"Maaf kan sudah, kita punya kepentingan jangka panjang, kampanye Olimpiade 2032," kata Gatot.

Buat Kemenpora, lanjut Gatot, terpenting saat ini adalah menatap event-event internasional yang sudah banyak menanti ke depannya. Termasuk Olimpiade 2020 Tokyo serta rencana Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

"Bahkan kami sudah jelaskan ke DPR dan mereka apresiasi sampai Presiden BWF meminta maaf ke Presiden Jokowi. DPR juga meminta Menpora
untuk juga mengevaluasi mekanisme tata kelola pengiriman kontingen yang dilakukan cabor ke sejumlah event internasional," kata Gatot.

Sedangkan, mengenai ancaman terorisme, Gatot menyebut masalah ini jangan dipermainkan.

"Apalagi ancamannya masalah terorisme. Padahal masalah ini adalah hal yang super sangat pamali dan haram, tidak hanya di Indonesia tapi di resolusi PBB tentang teroris saja belum dicabut. Jadi jangan sembarangan menuduh mengancam bisa jadi musuh bersama internasional," ucap Gatot.

Gatot mengingatkan, keisengan yang dilakukan bisa dilacak dengan mudah, terlebih ada UU ITE sebagai pedoman hukumnya. Dijelaskan Gatot, konten di media sosial tidak akan bisa muncul tanpa ada yang mengunggah, ada URL Link, terdapat kode internet protokol yang membuat keberadaan dan jejak digitalnya dengan mudah bisa diketahui.

"Terakhir, efek digitalisasi ini kan berita jadi worldwide. Berita terkait lembaga asing dan bisa membuat sesuatu yang menjadi daya tarik tertentu di lingkup internasional pasti mendorong mereka untuk tahu. Kami khawatir kalau didiamkan nanti dibilang pemerintah Indonesia yang melakukan pembiaran," ujar Gatot.

[Gambas:Video CNN]

(TTF/rhr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK