Ketua PBSI: Kasus All England Bukti Rakyat Peduli Bulutangkis

CNN Indonesia | Jumat, 09/04/2021 13:57 WIB
Ketua Umum PP PBSI, Agung Firman Sampurna, menyebut kasus All England 2021 menjadi bukti bulutangkis dicintai rakyat. Jonatan Christie sempat main di babak pertama All England 2021. (AP/Zac Goodwin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Agung Firman Sampurna, menyebut kasus All England 2021 menjadi bukti bulutangkis dicintai rakyat.

Agung menyampaikan hal tersebut usai pelantikan pengurus PP PBSI periode 2020-2024 oleh KONI Pusat di Jakarta, Jumat (9/4). Menurutnya, kemajuan olahraga bulutangkis tidak bisa hanya bergantung ke PBSI, tapi juga harus mendapat dukungan banyak pihak.

"Kejadian All England membuktikan emosi dan perhatian rakyat terhadap bulutangkis begitu besar. Ini membuktikan bulutangkis adalah emosi dan upaya bangsa bisa disatukan dan dikuatkan," ucap Agung.


"Kami ucapkan terima kasih atas respons dan dukungan kepada Presiden, kepada atlet ofisial dan PBSI, kepada Menpora dan Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Pak Desra Percaya, termasuk dukungan Ketua Umum KONI Pusat dan NOC," imbuhnya.

Seperti diketahui wakil Indonesia dipaksa mundur dari All England 2021 usai diketahui satu pesawat dengan penumpang yang positif Covid-19 dari Istanbul ke Birmingham pada Sabtu (13/3).

Banner Video Highlights MotoGP 2021

National Health Service (NHS), lembaga kesehatan independen Inggris kemudian mengirim surat elektronik kepada 20 dari 24 rombongan tim Indonesia untuk meminta melakukan isolasi mandiri selama 10 hari.

Padahal setiba di Birmingham, Hendra Setiawan dan kawan-kawan sudah dinyatakan negatif covid-19 usai menjalani tes swab. Bahkan tiga wakil Indonesia sudah meraih kemenangan pada babak pertama.

Rombongan Indonesia juga tidak boleh menggunakan fasilitas transportasi dari arena pertandingan ke hotel serta tidak diperbolehkan menggunakan fasilitas lift hotel menuju kamar.

Setelah dibantu Kemenpora, Komite Olimpiade Indonesia (NOC) dan KBRI, para pemain akhirnya bisa pulang ke Indonesia pada 21 Maret atau dua hari lebih awal ketimbang jadwal yang telah ditentukan.

(TTF/nva)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK