8 Grandmaster Catur Indonesia

CNN Indonesia | Minggu, 18/04/2021 07:31 WIB
Percasi menyebut Indonesia memiliki delapan Grandmaster (GM) catur dalam sejarah olahraga tersebut di Tanah Air. Susanto Megaranto GM termuda Indonesia. (Rengga Sancaya/ Detikcom)
Jakarta, CNN Indonesia --

Percasi menyebut Indonesia memiliki delapan Grandmaster (GM) catur dalam sejarah olahraga tersebut di Tanah Air.

Menurut data Percasi, kedelapan GM catur di Indonesia itu adalah: GM Eddy Handoko, GM Ruben Gunawan, GM Herman Suradiradja, GM Utut Adianto, GM Ardiansyah, GM Cerdas Barus, GM Susanto Megaranto, GM Novendra Priasmoro.

Tiga dari delapan GM itu telah meninggal dunia: Eddy Handoko, Ruben Gubawan, dan Herman Suradiradja.


Susanto Megaranto saat ini menjadi pecatur termuda Indonesia yang meraih gelar Grandmaster. Predikat itu diraih Susanto pada 2004 ketika berusia 17.

Rekor yang dicatatkan Susanto tersebut menggeser GM Utut Adianto yang sebelumnya menjadi pecatur termuda Indonesia dengan usia 21 tahun.

Selain GM yang seluruhnya laki-laki, Indonesia juga memiliki pecatur wanita dengan gelar tertinggi, yaitu International Master Irene Kharisma Sukandar yang meraih IM pada 2014 dan International Master (IM) Medina Warda Aulia.

PB Percasi menyebut upaya mendapatkan lebih banyak pecatur bergelar GM tak sesuai rencana.

Keterbatasan anggaran dari pemerintah dan sponsor membuat keinginan itu sulit terwujud. Meskipun, saat ini Percasi sudah memiliki 34 pengurus provinsi dan hampir di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

[Gambas:Video CNN]

Terakhir kali Indonesia memiliki pecatur bergelar GM adalah Novendra pada 2020 lalu ketika usianya 21 tahun.

"Kenapa sulit mencetak lebih banyak GM? Karena ini menyangkut program yang tidak bisa jalan karena tidak ada uangnya," ucap Kristianus Liem, Kabid Binpres PB Percasi kepada CNNIndonesia.com.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Sebetulnya, lanjut Kristianus, zaman Utut Adianto atau Cerdas Barus masih aktif sebagai pecatur, keduanya hebat karena banyak belajar secara otodidak dari satu lapak catur ke lapak catur lain. Namun, hal serupa sulit untuk dilakukan saat ini.

Pecatur saat ini lebih banyak mengandalkan program dari federasi terutama untuk bisa mengikuti turnamen bergengsi yang hasilnya bisa meningkatkan ranking poin. Sayangnya, Percasi juga kesulitan mencari dana dari sponsor guna menjalankan program tersebut.


"Yang kami butuhkan sponsor untuk program yang berkesinambungan secara terus menerus. Seperti bulu tangkis, tidak terputus. Sebab grafik kemajuan atlet ini tidak bisa cepat, butuh proses panjang yang sulit," ujar Kristianus.

"Peran pemerintah tidak ada. Mereka hanya kasih dana kalau ada multievent. Itupun jumlahnya tidak sesuai yang kami butuhkan. Kami juga sudah bergerak cari sponsor. Tapi biasanya sponsor itu hanya sesekali, tidak berkesinambungan."

[Gambas:Video CNN]



(TTF/sry)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK