Pengamat: Liga 1 Tanpa Degradasi Normal di Masa Tak Normal

CNN Indonesia | Kamis, 06/05/2021 15:43 WIB
Wacana untuk menggelar Liga 1 2021 tanpa degradasi dianggap bisa dimengerti. Pertandingan Final Piala Menpora 2021 antara Persija Jakarta vs Persib Bandung. (Foto: ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni menilai wacana untuk menggelar Liga 1 2021 tanpa degradasi masih dapat dimengerti karena kondisi yang saat ini belum normal seiring pandemi Covid-19.

Kusnaeni memahami jika esensi sebuah kompetisi ada persaingan, fair play, dan sportivitas. Ada yang berhasil, serta ada yang gagal.

Keberhasilan dalam sebuah kompetisi sepak bola bisa membawa klub menjadi juara dan tampil di Piala AFC maupun Liga Champions Asia. Sebaliknya jika gagal, klub tersebut harus menerima konsekuensi turun kasta atau degradasi.


"Tapi saya bisa mengerti kenapa kompetisi sekarang belum bisa normal, karena kompetisi sekarang kabarnya mau dipusatkan di Pulau Jawa. Artinya kompetisi itu tidak normal. Kalau tidak normal, aturannya juga menjadi tidak sepenuhnya normal karena pasti akan banyak tim yang dirugikan," kata Kusnaeni kepada CNNIndonesia.com, Kamis (6/5).

Salah satu kerugian yang bakal dialami tim dengan dipusatkan kompetisi di Jawa bakal dirasakan tim-tim yang berasal dari luar Pulau Jawa. Misalnya, Persipura Jayapura yang bakal dirugikan karena tidak mendapatkan keuntungan bermain sebagai tuan rumah.

Pesepak bola PSS Sleman Bagus Nirwanto (kiri) berusaha merebut bola dari pesepak bola Persik Kediri Faris Aditama (kanan) saat pertandingan sepak bola Group C Piala Menpora di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/4/2021). Pertandingan tersebut dimenangkan PSS Sleman dengan skor 1-0. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc.Tim promosi Liga 1 2020 Persik Kediri saat menghadapi PSS Sleman di Piala Menpora 2021. (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Tidak tampil di kandang dipercaya Kusnaeni bisa memberikan banyak dampak negatif bagi performa pemain. Baik secara fisik maupun psikologis bagi para pemain yang ada di dalamnya.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

"Kita juga akan melihat perkembangan bertahap, penonton boleh hadir bertahap kelihatannya sehingga dalam kondisi tidak normal kompetisi tidak fair kalau tetap menerapkan sistem degradasi. Ini argumen yang masuk akal menurut saya," ucap Kusnaeni.

"Secara umum, nilai kompetisi jadi tidak sempurna. Baiknya keputusan tanpa degradasi ini tidak dipertentangkan. Sebab yang paling penting saat ini adalah kompetisi bisa bergulir, industri di dalamnya bergerak lagi, pemain dan pelatih punya penghasilan lagi dan kesempatan menunjukkan kemampuan supaya prestasi sepak bola kita tidak mandek," ucap Kusnaeni menambahkan.

3 Dampak Liga 1 Tanpa Degradasi

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK