Persija Mulai Pelajari CV Pelatih Asing Pengganti Sudirman

CNN Indonesia | Kamis, 06/05/2021 17:50 WIB
Manajemen Persija sedang mempelajari curriculum vitae (CV) nama-nama pelatih asing yang dicalonkan sebagai arsitek tim untuk Liga 1 2021. Persija Jakarta akan memiliki pelatih baru di Liga 1 2021. (ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Manajemen Persija Jakarta sedang mempelajari curriculum vitae (CV) nama-nama pelatih asing yang dicalonkan sebagai arsitek tim untuk Liga 1 2021.

Direktur Olahraga Persija Ferry Paulus mengatakan Persija sedang menunggu regulasi kompetisi dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Sambil menunggu, CV yang ditawarkan agen coba dipelajari.

"Tidak [komunikasi dengan pelatih asal Brasil]. Kami masih menunggu regulasi [dari PSSI dan PT LIB] saja," kata Ferry kepada CNNIndonesia.com pada Kamis (6/5).


Ferry juga membantah kabar di media sosial yang menyebut Persija sedang negosiasi dengan Sergio Farias atau Alexander Gama. Ferry memastikan belum ada kandidat nama, melainkan baru sebatas penjajakan.

Persija, dikatakan Ferry, sedang mempelajari rekam jejak pelatih yang ditawarkan. Setelah dipelajari nama-nama tersebut nantinya akan didiskusikan sebelum mulai menjalin komunikasi.

"Belum [ada kandidat pelatih]. Masih baru penjajakan. Baru lihat CV-nya saja yang dikirim. Yes, [pelatih yang dimulai dijajaki adalah] asing," tulis Ferry.

Banner Testimoni

Sejatinya Persija punya Sudirman. Pelatih yang memberi gelar juara Piala Menpora 2021 untuk Macan Kemayoran itu tidak bisa melatih Persija di Liga 1 2021 karena baru memiliki lisensi kepelatihan A AFC. Sementara syarat wajib melatih di Liga 1 harus memiliki linsensi minimal AFC Pro.

Jika berkaca dari sejarah, dalam lima tahun terakhir Persija lebih condong menggunakan jasa pelatih asing. Pada 2016 Persija meminang Paulo Camargo, dilanjutkan Stefano Cugurra, lantas Ivan Kolev, diteruskan Julio Banuelos, kemudian Edson Tavares dan terakhir Sergio Farias.

Era pelatih asing ini memutus rantai kinerja pelatih lokal, dari Danurwindo pada 2008, dilanjutkan Beny Dollo (2009 dan 2013), kemudian Rahmad Darmawan (2010 dan 2015), lantas Iwan Setiawan (2011), dan terakhir Bambang Nurdiansyah (2016).

Adapun regulasi kompetisi, jika mengacu Liga 1 2020, pelatih klub Liga 1 harus berlisensi Pro AFC dan selevelnya seperti Pro UEFA. Masalahnya, untuk Liga 1 2021 belum ada kepastian dari federasi dan operator kompetisi.

Saat ini PSSI dan PT LIB sedang mengurus izin keramaian untuk penyelenggaraan kompetisi dari polisi. Jika sudah ada lampu hijau rekomendasi pelaksanaan kompetisi, PSSI dan PT LIB akan segera memastikan regulasi.

[Gambas:Video CNN]

(abd/har)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK