3 Alasan Pertamina Mandalika Belum Tokcer di Moto2
CNN Indonesia
Jumat, 07 Mei 2021 21:01 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Pembalap Pertamina Mandalika Thomas Luthi saat beraksi di Moto2 2021. (Foto: AFP/KARIM JAAFAR)
Jakarta, CNN Indonesia --
Direktur Pertamina MandalikaSAG Racing Team Indonesia, Kemal Nasution, menyebut tiga alasan yang membuat timnya belum tokcer di empat seri balapan Moto2 2021.
Kemal menyatakan berdasarkan evaluasi sementara sebenarnya kinerja tim sejauh ini cukup baik. Tapi ada tiga hal yang membuat kinerja tim tidak bisa berjalan maksimal sesuai harapan.
Berikut 3 alasan Pertamina Mandalika belum tokcer di Moto2 2021:
Tiga personel mekanik utama untuk Pertamina Mandalika SAG Racing Team disebut Kemal belum bisa bergabung lantaran situasi pandemi Covid-19 yang membuat negara mereka lockdown. Ketiganya berasal dari Singapura, Inggris, dan India yang saat ini masih mengalami lonjakan kasus Covid-19.
"Kalau evaluasi tim ini, kerjanya sudah baik. Kalau ngomongin perfect ya tiga engineer kami belum bisa hadir yang dari Inggris, India, dan Singapura belum bisa hadir karena pandemi. Dari awal mereka belum gabung karena negara masing-masing punya aturan berbeda, tapi kami tetap bisa komunikasi lewat grup. Kami tetap diskusi. Walaupun dari jauh," kata Kemal ketika di temui di kawasan Senayan, Kamis (6/5).
2. Thomas Luthi Bermasalah dengan Ban
Tak hanya soal engineer, dua pebalap Mandalika Racing juga masih dibalut permasalahannya masing-masing. Sebut saja Thomas Luthi yang masih berkendala dengan permasalahan pada ban.
Berdasarkan laporan yang diterima Kemal, Luthi menyebut masih merasa kurang nyaman di grip. Thomas Luthi sejauh ini belum mampu menembus posisi 10 besar dalam empat balapan Moto2 2021.
Pada seri pembuka di Moto2 Qatar, Luthi finis di posisi ke-15. Lalu, pada Moto2 Doha, Luthi gagal finis. Sementara, pada Moto2 Portugal, Luthi finis di posisi ke-17. Sedangkan, pada Moto2 Spanyol, pembalap asal Swiss itu finis di urutan ke-19.
Saat ini Thomas Luthi menempati peringkat ke-24 klasemen pembalap Moto2 2021 dengan mengemas satu poin.
3. Bo Bendsnyeder Masih Cedera
Begitu juga dengan Bo Bendsnyeder yang mengalami cedera arm pump sejak balapan awal musim di Moto2 Doha, Qatar. Pembalap berdarah campuran Belanda-Indonesia itu mencoba menahan rasa sakit di empat balapan sebelum akhirnya memutuskan untuk operasi arm pump pada Rabu (5/5) malam.
"Rabu (5/5) malam baru kelar operasi dan dijadwalkan dia tetap hadir di Le Mans, Moto2 Prancis untuk balapan dengan kondisi yang masih recovery. Kami berharap hasilnya bisa maksimal lah ke depannya. Kondisi terakhir sih kirim foto ketawa-ketawa. Kata dokter juga di bisa tampil lagi di Le Mans. Katanya recovery 9 hari, sampai ke sana [Prancis] mungkin pas 9 hari," jelas Kemal.
Kemal berharap pandemi Covid-19 bisa segera berakhir dan gelaran Kejuaraan Dunia balap motor bisa berjalan normal kembali. Ia juga mengaku tak sabar untuk bisa membawa pembalapnya tampil di Sirkuit Mandalika yang bakal jadi salah satu tuan rumah seri balapan Moto2 dan MotoGP di 2022 mendatang.
"Sekarang kami belum 100 persen. Makanya kami berharap semua anggota di tim bisa kumpul supaya bisa melihat sisi mana yang kurang untuk segera diganti dan diperbaiki. Yang paling realistis kembali ke visi misi awal yaitu pembinaan prestasi, kita kan bangun tim untuk pembangunan prestasi, ibaratnya semata-mata bukan cuma cari menang saja."
"Kalau cari menang bisa, kita bayar saja pembalap mahal tapi kita akan mengorbankan pembinaan prestasi, kan tim ini ada karena ada Sirkuit Mandalika. Jadi kami harus jadi wadah supaya nanti ada generasi pembalap Indonesia yang tampil di Sirkuit Mandalika. Kalau sekarang kan kita belum lihat ada tim yang peduli sama pembinaan pretasi, ya ini yang harusnya dipahami oleh banyak orang," ujar Kemal menambahkan.
Live streaming MotoGP Prancis 2021, 16 Mei mendatang, bisa disaksikan melalui CNNIndonesia.com. Sedangkan siaran langsung balapan akan disiarkan Trans7.
Direktur Pertamina MandalikaSAG Racing Team Indonesia, Kemal Nasution, menyebut tiga alasan yang membuat timnya belum tokcer di empat seri balapan Moto2 2021.
Kemal menyatakan berdasarkan evaluasi sementara sebenarnya kinerja tim sejauh ini cukup baik. Tapi ada tiga hal yang membuat kinerja tim tidak bisa berjalan maksimal sesuai harapan.
Berikut 3 alasan Pertamina Mandalika belum tokcer di Moto2 2021:
Tiga personel mekanik utama untuk Pertamina Mandalika SAG Racing Team disebut Kemal belum bisa bergabung lantaran situasi pandemi Covid-19 yang membuat negara mereka lockdown. Ketiganya berasal dari Singapura, Inggris, dan India yang saat ini masih mengalami lonjakan kasus Covid-19.
"Kalau evaluasi tim ini, kerjanya sudah baik. Kalau ngomongin perfect ya tiga engineer kami belum bisa hadir yang dari Inggris, India, dan Singapura belum bisa hadir karena pandemi. Dari awal mereka belum gabung karena negara masing-masing punya aturan berbeda, tapi kami tetap bisa komunikasi lewat grup. Kami tetap diskusi. Walaupun dari jauh," kata Kemal ketika di temui di kawasan Senayan, Kamis (6/5).
2. Thomas Luthi Bermasalah dengan Ban
Tak hanya soal engineer, dua pebalap Mandalika Racing juga masih dibalut permasalahannya masing-masing. Sebut saja Thomas Luthi yang masih berkendala dengan permasalahan pada ban.
Berdasarkan laporan yang diterima Kemal, Luthi menyebut masih merasa kurang nyaman di grip. Thomas Luthi sejauh ini belum mampu menembus posisi 10 besar dalam empat balapan Moto2 2021.
Pada seri pembuka di Moto2 Qatar, Luthi finis di posisi ke-15. Lalu, pada Moto2 Doha, Luthi gagal finis. Sementara, pada Moto2 Portugal, Luthi finis di posisi ke-17. Sedangkan, pada Moto2 Spanyol, pembalap asal Swiss itu finis di urutan ke-19.
Saat ini Thomas Luthi menempati peringkat ke-24 klasemen pembalap Moto2 2021 dengan mengemas satu poin.
Bo Bendsnyeder Masih Cedera
Pembalap Pertamina Mandalika Bo Bendsnyeder (kiri) saat berusaha menyalip lawan di Moto2 2021.(Foto: AFP/KARIM JAAFAR)
3. Bo Bendsnyeder Masih Cedera
Begitu juga dengan Bo Bendsnyeder yang mengalami cedera arm pump sejak balapan awal musim di Moto2 Doha, Qatar. Pembalap berdarah campuran Belanda-Indonesia itu mencoba menahan rasa sakit di empat balapan sebelum akhirnya memutuskan untuk operasi arm pump pada Rabu (5/5) malam.
"Rabu (5/5) malam baru kelar operasi dan dijadwalkan dia tetap hadir di Le Mans, Moto2 Prancis untuk balapan dengan kondisi yang masih recovery. Kami berharap hasilnya bisa maksimal lah ke depannya. Kondisi terakhir sih kirim foto ketawa-ketawa. Kata dokter juga di bisa tampil lagi di Le Mans. Katanya recovery 9 hari, sampai ke sana [Prancis] mungkin pas 9 hari," jelas Kemal.
Kemal berharap pandemi Covid-19 bisa segera berakhir dan gelaran Kejuaraan Dunia balap motor bisa berjalan normal kembali. Ia juga mengaku tak sabar untuk bisa membawa pembalapnya tampil di Sirkuit Mandalika yang bakal jadi salah satu tuan rumah seri balapan Moto2 dan MotoGP di 2022 mendatang.
"Sekarang kami belum 100 persen. Makanya kami berharap semua anggota di tim bisa kumpul supaya bisa melihat sisi mana yang kurang untuk segera diganti dan diperbaiki. Yang paling realistis kembali ke visi misi awal yaitu pembinaan prestasi, kita kan bangun tim untuk pembangunan prestasi, ibaratnya semata-mata bukan cuma cari menang saja."
"Kalau cari menang bisa, kita bayar saja pembalap mahal tapi kita akan mengorbankan pembinaan prestasi, kan tim ini ada karena ada Sirkuit Mandalika. Jadi kami harus jadi wadah supaya nanti ada generasi pembalap Indonesia yang tampil di Sirkuit Mandalika. Kalau sekarang kan kita belum lihat ada tim yang peduli sama pembinaan pretasi, ya ini yang harusnya dipahami oleh banyak orang," ujar Kemal menambahkan.
Live streaming MotoGP Prancis 2021, 16 Mei mendatang, bisa disaksikan melalui CNNIndonesia.com. Sedangkan siaran langsung balapan akan disiarkan Trans7.