Manchester City seolah tinggal menunggu waktu ditahbiskan menjadi penguasa akhir klasemen Liga Inggris. Dekat dengan gelar juara, The Citizens pun sudah mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Sementara Manchester United secara matematis juga sudah dipastikan bakal finis di zona empat besar kendati meraih kekalahan dalam sisa laga.
Dengan dua tiket Liga Champions di tangan dua klub asal Manchester, maka dua tiket lagi masih menjadi bahan rebutan lima klub lain yang menghuni peringkat tiga hingga tujuh.
1. Chelsea
Setelah dipegang Thomas Tuchel, Chelsea menanjak dari tim medioker. Kini The Blues menempati peringkat ketiga di klasemen. Chelsea yang sudah mengantongi 64 poin dan memiliki tiga laga sisa hanya butuh empat poin guna memastikan aman di zona empat besar.
Kai Havertz dan kawan-kawan masih akan bertemu Arsenal, Leicester City, dan Aston Villa.
2. Leicester City
The Foxes cukup konsisten bersaing dengan klub-klub bernama besar di Liga Inggris. Kini Jamie Vardy dan kawan-kawan menduduki peringkat keempat dengan 63 poin. Guna memastikan tampil di Liga Champions musim depan, Leicester butuh tujuh poin dari tiga laga sisa.
Masalah muncul lantaran tiga lawan di laga sisa Leicester adalah Man Utd, Chelsea, dan Tottenham Hotspur.
Leicester City masih punya peluang besar ke Liga Champions. (AP Photo/Ian Walton, Pool)
3. West Ham United
West Ham mengoleksi 58 poin dan menghuni peringkat kelima. The Hammers tertinggal lima poin. Agar peluang tampil di Liga Champions aman, West Ham harus mengamankan seluruh laga sisa sembari berharap Chelsea dan Leicester terpeleset di akhir musim.
Brighton & Hove Albion, West Bromwich Albion, dan Southampton bakal menguji konsistensi West Ham di akhir musim.
Sempat memimpin klasemen, The Reds kini harus berjuang sekuat tenaga demi tampil di Liga Champions sekaligus berharap nasib buruk menimpa para rival. Liverpool kini ada di peringkat keenam mengantongi 57 poin. Jumlah poin maksimal yang bisa diraih anak asuh Jurgen Klopp adalah 12 poin dari empat laga tersisa.
Laga melawan Man Utd, West Brom, Burnley dan Crystal Palace harus dimanfaatkan dengan baik.
5. Tottenham Hotspur
Menempati peringkat ketujuh dengan 56 poin, Tottenham memiliki kans tipis ke Liga Champions. Tiga laga sisa melawan Wolverhampton Wanderers, Aston Villa, dan Leicester menjadi tambang poin yang pantang disia-siakan.
Setidaknya jika gagal ke Liga Champions, Tottenham masih memiliki jatah bermain di Liga Europa.
Selain lima klub yang berebut dua tiket sisa ke Liga Champions, ada tiga klub lain yang masih menaruh asa ke Liga Europa.
Everton, Arsenal, dan Leeds United yang berada di luar zona tujuh besar masih bisa mengintip peluang dengan catatan klub-klub di atasnya mengalami hasil buruk.
1. Everton
Merseyside Biru masih punya peluang ke Liga Champions, namun secara realistis Dominic Calvert-Lewin cs lebih mungkin masuk zona Liga Europa alias menempati peringkat 5-7.
The Tofees yang sempat tampil apik di awal musim kini menghuni peringkat kedelapan dengan 55 poin. Kemenangan atas West Ham pada akhir pekan lalu membuat Everton bisa berharap.
Selanjutnya nasib Everton akan ditentukan dari hasil pertandingan melawan Aston Villa, Sheffield United, Wolverhampton, dan Man City.
Everton masih berada di luar zona Eropa. (Pool via REUTERS/JOHN WALTON)
2. Arsenal
Inkonsistensi memaksa Arsenal menjadi tim medioker. Tak lagi bersaing dengan klub-klub rival di papan atas, Arsenal kini harus berusaha keras demi tempat di Liga Europa.
Menghuni peringkat kesembilan dengan 35 poin, Arsenal wajib menang dalam tiga laga terakhir guna menjaga impian bermain di ajang antarklub Eropa.
Chelsea, Crystal Palace, dan Brighton bakal menjadi ujian Arsenal di akhir musim. Satu kali saja gagal meraih poin penuh dari tiga laga sisa maka Arsenal untuk kali pertama dalam 25 tahun bakal absen dari kompetisi antarklub di Benua Biru.
3. Leeds United
Kembali bermain di Premier League untuk kali pertama setelah 2004, Leeds menunjukkan kemampuan bersaing di bawah asuhan Marcelo Bielsa.
Leeds tak pernah menembus papan atas musim ini, namun bisa bersaing di papan tengah dan tidak merosot mendekati zona degradasi.
Manchester City seolah tinggal menunggu waktu ditahbiskan menjadi penguasa akhir klasemen Liga Inggris. Dekat dengan gelar juara, The Citizens pun sudah mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Sementara Manchester United secara matematis juga sudah dipastikan bakal finis di zona empat besar kendati meraih kekalahan dalam sisa laga.
Dengan dua tiket Liga Champions di tangan dua klub asal Manchester, maka dua tiket lagi masih menjadi bahan rebutan lima klub lain yang menghuni peringkat tiga hingga tujuh.
1. Chelsea
Setelah dipegang Thomas Tuchel, Chelsea menanjak dari tim medioker. Kini The Blues menempati peringkat ketiga di klasemen. Chelsea yang sudah mengantongi 64 poin dan memiliki tiga laga sisa hanya butuh empat poin guna memastikan aman di zona empat besar.
Kai Havertz dan kawan-kawan masih akan bertemu Arsenal, Leicester City, dan Aston Villa.
2. Leicester City
The Foxes cukup konsisten bersaing dengan klub-klub bernama besar di Liga Inggris. Kini Jamie Vardy dan kawan-kawan menduduki peringkat keempat dengan 63 poin. Guna memastikan tampil di Liga Champions musim depan, Leicester butuh tujuh poin dari tiga laga sisa.
Masalah muncul lantaran tiga lawan di laga sisa Leicester adalah Man Utd, Chelsea, dan Tottenham Hotspur.
Leicester City masih punya peluang besar ke Liga Champions. (AP Photo/Ian Walton, Pool)
3. West Ham United
West Ham mengoleksi 58 poin dan menghuni peringkat kelima. The Hammers tertinggal lima poin. Agar peluang tampil di Liga Champions aman, West Ham harus mengamankan seluruh laga sisa sembari berharap Chelsea dan Leicester terpeleset di akhir musim.
Brighton & Hove Albion, West Bromwich Albion, dan Southampton bakal menguji konsistensi West Ham di akhir musim.
Sempat memimpin klasemen, The Reds kini harus berjuang sekuat tenaga demi tampil di Liga Champions sekaligus berharap nasib buruk menimpa para rival. Liverpool kini ada di peringkat keenam mengantongi 57 poin. Jumlah poin maksimal yang bisa diraih anak asuh Jurgen Klopp adalah 12 poin dari empat laga tersisa.
Laga melawan Man Utd, West Brom, Burnley dan Crystal Palace harus dimanfaatkan dengan baik.
5. Tottenham Hotspur
Menempati peringkat ketujuh dengan 56 poin, Tottenham memiliki kans tipis ke Liga Champions. Tiga laga sisa melawan Wolverhampton Wanderers, Aston Villa, dan Leicester menjadi tambang poin yang pantang disia-siakan.
Setidaknya jika gagal ke Liga Champions, Tottenham masih memiliki jatah bermain di Liga Europa.
Tiga Klub Bersaing ke Liga Europa
Arsenal sudah tak mungkin ke zona empat besar. (AP/Dan Mullan)
Selain lima klub yang berebut dua tiket sisa ke Liga Champions, ada tiga klub lain yang masih menaruh asa ke Liga Europa.
Everton, Arsenal, dan Leeds United yang berada di luar zona tujuh besar masih bisa mengintip peluang dengan catatan klub-klub di atasnya mengalami hasil buruk.
1. Everton
Merseyside Biru masih punya peluang ke Liga Champions, namun secara realistis Dominic Calvert-Lewin cs lebih mungkin masuk zona Liga Europa alias menempati peringkat 5-7.
The Tofees yang sempat tampil apik di awal musim kini menghuni peringkat kedelapan dengan 55 poin. Kemenangan atas West Ham pada akhir pekan lalu membuat Everton bisa berharap.
Selanjutnya nasib Everton akan ditentukan dari hasil pertandingan melawan Aston Villa, Sheffield United, Wolverhampton, dan Man City.
Everton masih berada di luar zona Eropa. (Pool via REUTERS/JOHN WALTON)
2. Arsenal
Inkonsistensi memaksa Arsenal menjadi tim medioker. Tak lagi bersaing dengan klub-klub rival di papan atas, Arsenal kini harus berusaha keras demi tempat di Liga Europa.
Menghuni peringkat kesembilan dengan 35 poin, Arsenal wajib menang dalam tiga laga terakhir guna menjaga impian bermain di ajang antarklub Eropa.
Chelsea, Crystal Palace, dan Brighton bakal menjadi ujian Arsenal di akhir musim. Satu kali saja gagal meraih poin penuh dari tiga laga sisa maka Arsenal untuk kali pertama dalam 25 tahun bakal absen dari kompetisi antarklub di Benua Biru.
3. Leeds United
Kembali bermain di Premier League untuk kali pertama setelah 2004, Leeds menunjukkan kemampuan bersaing di bawah asuhan Marcelo Bielsa.
Leeds tak pernah menembus papan atas musim ini, namun bisa bersaing di papan tengah dan tidak merosot mendekati zona degradasi.