Mundari: Kejadian Yudha Febrian Gambaran Sepak Bola Kita

CNN Indonesia | Senin, 17/05/2021 16:26 WIB
Manajer Barito Putera, Mundari Karya mengatakan kejadian yang dialami Yudha Febrian merupakan gambaran dari sepak bola Indonesia. Barito Putera (kanan) fokus pada pembinaan usia muda. (ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Manajer Barito Putera, Mundari Karya mengatakan kejadian yang dialami Yudha Febrian merupakan gambaran dari sepak bola Indonesia secara keseluruhan yang harus diperhatikan dan dibenahi bersama.

Yudha diketahui terlibat dua kasus yang membuat namanya tercoreng di dunia sepak bola Indonesia. Pertama, ketika ia dicoret dari pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia U-19 usai melakukan tindakan indisipliner karena ketahuan pergi ke tempat hiburan malam bersama rekan satu kamarnya.

Kini, Yudha kembali tersandung kasus pelecehan seksual terhadap seorang wanita yang memiliki akun Twitter @senandikha11 pada Sabtu (15/5) lalu. Sang korban menceritakan kejadian tersebut dalam sebuah utas di akun tersebut.



Kasus yang dialami Yudha disebut Mundari sebenarnya hal yang sering ditemui di Timnas Indonesia mulai dari pemain muda hingga senior.

Mundari mencontohkan kasus yang dialami mantan pemain Bhayangkara FC, Saddil Ramdani belum lama ini akibat kekerasan terhadap wanita. Belum lagi kasus-kasus lain yang disebut Mundari yang mungkin tidak tercium oleh publik dan media.

"Kejadian Yudha ini merupakan gambaran sepak bola Indonesia. Ini hanya contoh saja. Kenapa sepak bola kita begini [tidak berprestasi]? Ini PR [Pekerjaan Rumah] kita, ini kebetulan saja kejadiannya di bekas pemain saya," kata Mundari kepada CNNIndonesia.com, Senin (17/5).

"Dulu ada Saddil, kasusnya lebih berat lagi kan tuh. Ini gambaran sepak bola kita. Walaupun hanya beberapa pemain, kita juga harus sadar dan berbenah dengan situasi seperti ini. Kecolongan lah saya ini. Sebagai pembina [sepak bola] saya prihatin," ungkap Mundari menambahkan.

Di sisi lain, Mundari bersyukur Barito Putera mengetahui sejak dini ada yang tidak beres dalam perilaku pemainnya yang masuk dalam kategori pemain muda tersebut.

Menurut Mundari, Barito merupakan salah satu klub yang fokus pada pembinaan usia muda. Sebab itu, potensi pemain muda baik dari sisi teknik maupun perilaku menjadi salah satu perhatian khusus manajemen.

Gelandang Timnas Indonesia, Saddil Ramdani.Saddil Ramdani disebut pernah terlibat masalah kekerasan. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)

Ke depannya, Barito Putera dikatakan Mundari akan lebih selektif lagi dalam pemilihan pemain muda.

"Kalau ada pemain yang seperti ini lebih bagus kalau dari awal-awal sudah ketahuan, walaupun sebenernya kami merasa kehilangan karena dia punya potensi. Cara tahunya yang paling pertama dari keluarga. Keluarganya siapa, bagaimana, selain dia memang harus punya bakat. Dari situ akan akan kami urutkan."

"Jadi memang harus lebih selektif lagi, bukan asal jago. Apalagi buat Barito Putra itu yang utama amanah. Kami mau bangun sepak bola yang kental banget nilai-nilai religiusnya yang kami terapkan di pemain muda ini," ucap Mundari.

Banner Video Highlights MotoGP 2021

Mundari menyayangkan masalah kembali menerpa Yudha. Setelah insiden dicoret Timnas U-19, Barito mengirim sang pemain ke pesantren dengan harapan bisa memperbaiki diri.

"Seperti kejadian Yudha pertama kami panggil, kami bawa ke pesantren. Sayangnya kejadian lagi. Ini kan baru kejadiannya," ucap Mundari.

Mundari juga menyebut telah berkomunikasi dengan kedua orangtua Yudha sejak pengunduran diri pemain yang telah bersama Barito Putera sejak berusia 16 tahun tersebut. Menurut Mundari, orangtua Yudha sampai menangis mendengar cerita atas prilaku yang dilakukan anaknya itu.

"Pemain muda risikonya ya seperti itu. Ini masukan untuk sepak bola kita, Yudha hanya contoh. Kalau sepak bola kita mau bagus kita harus peduli sama situasi-situasi seperti ini. Karena ini banyak kejadian, di senior maupun pemain muda. Ini sangat penting karena mengganggu prestasi dan membangun sepak bola Indonesia lebih baik lagi secara keseluruhan."

"Bukan soal tidak kapok, tapi itu kondisi anak-anak muda kita. Mereka dari daerah masuk ke Jakarta. Kami mau benahi secara bertahap. Pengalaman ini jangan sampai merusak karier dia," ujar Mundari.

(TTF/har)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK