Sederet PR Timnas Indonesia dari Kualifikasi Piala Dunia

CNN Indonesia | Selasa, 15/06/2021 13:24 WIB
Timnas Indonesia mempunyai sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan selepas mengikuti kualifikasi Piala Dunia. Ilustrasi pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Vietnam. (media PSSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengamat sepak bola nasional, M. Kusnaeni menyebut ada banyak pengalaman yang dibawa pulang Timnas Indonesia usai melakoni tiga laga lanjutan di Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Tak hanya soal kekurangan, tapi ada juga juga hal positif yang bisa diambil.

Timnas Indonesia yang lebih banyak dihuni para pemain muda itu meraih hasil satu kali seri dan dua kali kalah dari tiga laga di lanjutan Kualifikasi Piala Dunia. Skuat Garuda meraih kali hasil imbang 2-2 saat jumpa Thailand di laga pertama. Kemudian kalah 0-4 dari Vietnam dan dibantai tuan rumah, Uni Emirat Arab 0-5.

"Banyak hal positif yang bisa diambil dari penampilan Timnas Indonesia di tiga laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 kemarin. Pertama, kita jadi menyadari bahwa kita harus lebih siap untuk menghadapi SEA Games. Ternyata dengan kekuatan yang ada sekarang, kita juga belum cukup siap untuk ke SEA Games," kata Kusnaeni kepada CNNIndonesia.com, Senin (14/6).


Kedua, lanjut Kusnaeni, melihat perkembangan latihan selama menjalani beberapa kali pemusatan latihan (TC), ternyata Timnas Indonesia masih belum cukup mampu untuk bisa bersaing di level Kualifikasi Piala Dunia. Artinya, TC saja tidak cukup untuk bisa mematangkan penampilan para pemain.

"Ketiga, beberapa pemain muda sekarang sudah mendapatkan jam terbang penting buat karier mereka untuk main di level senior. Beberapa pemain tampil bagus di level senior walaupun usianya masuk junior. Seperti M. Arhan, Asnawi Mangkualam, Egy Maulana dan Witan. Walaupun usia muda, tapi kepercayaan diri mereka main di level senior sudah kelihatan. Begitu juga Syahrian Abimanyu dan I Kadek [Agung Widnyana]," jelasnya.

"Butuh kompetisi. Jadi kalau TC doang, pelatih tidak bisa melihat semua pemain yang mungkin layak ada di tim. Jadi akhirnya pelatih tidak bisa membentuk tim yang betul-betul kuat untuk bersaing di level Asia. Buat saya tidak bisa ditawar lagi bahwa kita harus segera menggelar kompetisi untuk mencari pemain yang bisa memperkuat Timnas," ujar Kusnaeni yang akrab disapa Bung Kus itu.

Selain itu, Kusnaeni menerangkan bahwa dari lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 lalu, pelatih Shin Tae Yong juga sudah memiliki model kerangka tim untuk SEA Games 2021 di Vietnam. Sekalipun diakui memang belum sempurna dan masih harus dilengkapi lagi dengan pemain hasil pantauan di kompetisi Liga 1 maupun Liga 2 yang rencananya bakal bergulir mulai Juli mendatang.

Berlanjut ke halaman berikutnya>>>

Timnas Indonesia Mudah Panik

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK