M Rizki Haerullah & M Rizki Haerullah | CNN Indonesia
Jumat, 23 Jul 2021 11:44 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Meski terbelit aturan FFP, Barcelona cukup agresif di bursa transfer musim ini. (REUTERS/ALBERT GEA)
Barcelona sedang dihadapkan dengan situasi yang tidak kalah pelik dibanding musim lalu. Tim Catalunya hingga kini belum bisa merampungkan kontrak baru untuk Lionel Messi.
Kerugian lebih dari satu miliar euro akibat pandemi Covid-19 membuat Barcelona harus menyusun tawaran kontrak baru yang realistis untuk La Pulga.
Selain itu, permasalahan menjadi semakin pelik dengan adanya aturan batasan gaji dan Financial Fair Play (FFP) yang ditetapkan Liga Spanyol yang membuat Barcelona harus memangkas gaji tim, melepas pemain, atau menjual pemain.
Akibatnya, kini Barcelona juga kesulitan untuk membeli pemain baru dan hanya bisa merekrut pemain-pemain top yang berstatus bebas transfer.
Namun, akankah penampilan Barcelona lebih buruk dari tahun lalu? Kemungkinan tidak.
Tanda-tanda kebangkitan Barcelona sudah mulai terlihat.
Sempat terpuruk di awal musim lalu, Barcelona akhirnya berhasil bangkit perlahan jelang berakhirnya Liga Spanyol musim 2020-2021. Bahkan, di pengujung musim lalu, Barcelona masih bisa bersaing untuk memperebutkan gelar juara Liga Spanyol. Barcelona akhirnya hanya terpaut tujuh angka dari juara Liga Spanyol Atletico Madrid.
Bahkan, kebangkitan Blaugrana tak hanya terlihat di Liga Spanyol, tetapi juga pada ajang Copa del Rey 2020-2021 dengan keluar sebagai juara. Walaupun, di Liga Champions masih menjadi catatan buruk karena Barcelona gagal melangkah lebih jauh setelah tersingkir di babak 16 besar.
Barcelona berhasil menjadi juara Copa Del Rey 2020/2021.(REUTERS/ALBERT GEA)
Harapan baru muncul saat Joan Laporta terpilih sebagai presiden baru Barcelona. Kembalinya Laporta ke tampuk pimpinan Blaugrana ini dinilai sebagai era kebangkitan Barca musim ini.
Laporta dikenal memiliki kemampuan managerial yang baik. Dia juga sangat mengerti 'dapur' Barcelona dan Laporta juga memiliki hubungan yang baik dengan ikon tim, Lionel Messi. Hal ini diyakini akan mempengaruhi suasana ruang ganti Barcelona.
Melihat ruang ganti Barcelona saat ini juga bisa dikatakan masih memiliki komposisi pemain yang cukup baik, meskipun tidak bisa juga dikatakan mewah.
Posisi penjaga gawang, Barcelona masih memiliki salah satu penjaga gawang terbaik dari Jerman, Marc Andre ter Stegen. Lalu, di lini belakang, ada Gerard Pique yang punya pengalaman akan bersanding dengan Eric Garcia yang baru didatangkan dari Manchester City.
Di lini tengah, Barcelona juga masih memiliki Frenkie de Jong dan gelandang timnas Spanyol yang bersinar di Euro 2020, Pedri dan Sergio Busquets.
Kemudian di lini depan, Lionel Messi masih memiliki peluang besar untuk dapat dipertahankan. La Pulga, akan mendapat dukungan dari penyerang yang baru didatangkan dari Manchester City Sergio Aguero.
Selain itu, Barcelona masih memiliki sederet pemain muda potensial seperti Rey Manaj dan Yusuf Demir yang tampil mengesankan saat membawa Tim Catalunya menang 4-0 atas Gymnastic de Tarragona dalam laga perdana pramusim, Kamis (22/7) dini hari WIB.
Namun sebelum jauh membicarakan soal peluang Barcelona lewat komposisi baru di musim mendatang, Barcelona harus lebih dulu memastikan masalah pelik yang membelit Messi dan pemain-pemain baru lainnya bisa kelar dalam waktu singkat.
Lionel Messi resmi berstatus bebas transfer setelah kontraknya dengan Barcelona berakhir pada 30 Juni 2021. Kini, Messi dihadapkan pada pilihan untuk memperpanjang kontrak atau memilih tim lain.
Namun, beberapa sumber menyebut Messi telah sepakat untuk menandatangani kontrak baru di Barcelona. La Pulga disebut-sebut bakal diikat kontak baru selama lima tahun oleh Blaugrana.
Bahkan, Messi bersedia gajinya dipotong 50 persen dalam kontrak barunya. Tetapi, meski Messi sudah rela gajinya turun 50 persen, manajemen Barcelona tetap saja masih pusing. Krisis keuangan yang menimpa Barcelona dan aturan Financial Fair Play (FFP) di Liga Spanyol menjadi penyebab utamanya.
Karena aturan FFP, Barcelona hingga kini belum berani mengikat Messi dengan kontrak baru. Selain itu, Barcelona juga belum bisa mendaftarkan pemain barunya seperti Memphis Depay, Eric Garcia, dan Sergio Aguero karena pengeluaran klub yang masih melebihi batas anggaran yang diatur dalam FFP Liga Spanyol.
Lionel Messi disebut sudah sepakat untuk memperpanjang kontrak di Barcelona. (REUTERS/AMANDA PEROBELLI)
Meski demikian, di bawah pimpinan presiden baru Joan Laporta, Barcelona sejatinya sudah berjalan on the track. Untuk menyelesaikan masalah FFP, Barcelona sudah melakukan negosiasi dengan operator Liga Spanyol untuk memberikan kelonggaran.
Lalu, untuk mengurangi utang klub sebesar 1,173 miliar euro atau sekitar Rp20 triliun, Barcelona telah meminjam uang dari Goldman Sachs senilai 525 juta euro.
Barcelona juga mulai melakukan pemotongan gaji pemain untuk mengurangi anggaran klub. Seperti diketahui, gaji pemain Barcelona saat ini berjumlah 110 persen lebih banyak dari pendapatan klub. Bahkan, Laporta juga sangat berani untuk membawa pemain yang menolak pemotongan gaji ke meja hijau.
Selain itu, Barcelona juga berniat untuk melakukan cuci gudang di musim panas ini. Beberapa bintang yang kurang memberi kontribusi maksimal pada tim siap dilego. Mereka di antaranya Samuel Umtiti, Philippe Coutinho, dan Miralem Pjanic. Ini adalah upaya yang baik yang telah dilakukan Laporta di masa awal kepemimpinannya.
Masalah Barcelona saat ini juga bisa dibilang sebagai warisan dari kegagalan pemimpin sebelumnya yaitu Josep Maria Bartomeu. Akibat 'dosa besar' Bartomeu di Barcelona dalam lima tahun sebelumnya, kini Barcelona tampak seperti klub besar yang tengah terpuruk.
Seperti diketahui, Bartomeu telah mencoreng nama klub usai dituduh terlibat dalam skandal Barcagate dan pencucian uang klub. Selain itu, keputusan Bartomeu untuk mengakhiri kerja sama dengan Qatar Airways juga menjadi kesalahan fatal yang dilakukannya selang beberapa waktu setelah diresmikan menjadi presiden baru Barcelona.
Kesalahan Bartomeu di Barcelona tak hanya berhenti di situ saja. Pada masa pemerintahannya, Barcelona jor-joran dalam belanja pemain. Hal tersebut membuat Barcelona mempunyai tagihan gaji tertinggi di Eropa. Alhasil, Barcelona kini kesulitan membayar gaji pemain saat pandemi COVID-19 menerpa.
Selain itu, seharusnya Bartomeu sedari awal sudah menyiapkan rencana anggaran yang ideal saat regulasi FFP versi Liga Spanyol diberlakukan sejak 2013/2014. Jika hal itu sudah dilakukan Barca lebih awal, kemungkinan besar pelanggaran FFP tak menghampiri Tim Catalunya saat ini.
Namun, apa daya kini nasi sudah menjadi bubur. Kini Barcelona sudah melakukan upaya penyelesaian dengan strategi yang tepat yaitu mengurangi gaji pemain, menjual pemain, dan mendatangkan pemain yang gratis.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Akankah Barcelona Lebih Buruk Musim Ini?
Meski terbelit aturan FFP, Barcelona cukup agresif di bursa transfer musim ini. (REUTERS/ALBERT GEA)
Barcelona sedang dihadapkan dengan situasi yang tidak kalah pelik dibanding musim lalu. Tim Catalunya hingga kini belum bisa merampungkan kontrak baru untuk Lionel Messi.
Kerugian lebih dari satu miliar euro akibat pandemi Covid-19 membuat Barcelona harus menyusun tawaran kontrak baru yang realistis untuk La Pulga.
Selain itu, permasalahan menjadi semakin pelik dengan adanya aturan batasan gaji dan Financial Fair Play (FFP) yang ditetapkan Liga Spanyol yang membuat Barcelona harus memangkas gaji tim, melepas pemain, atau menjual pemain.
Akibatnya, kini Barcelona juga kesulitan untuk membeli pemain baru dan hanya bisa merekrut pemain-pemain top yang berstatus bebas transfer.
Namun, akankah penampilan Barcelona lebih buruk dari tahun lalu? Kemungkinan tidak.
Tanda-tanda kebangkitan Barcelona sudah mulai terlihat.
Sempat terpuruk di awal musim lalu, Barcelona akhirnya berhasil bangkit perlahan jelang berakhirnya Liga Spanyol musim 2020-2021. Bahkan, di pengujung musim lalu, Barcelona masih bisa bersaing untuk memperebutkan gelar juara Liga Spanyol. Barcelona akhirnya hanya terpaut tujuh angka dari juara Liga Spanyol Atletico Madrid.
Bahkan, kebangkitan Blaugrana tak hanya terlihat di Liga Spanyol, tetapi juga pada ajang Copa del Rey 2020-2021 dengan keluar sebagai juara. Walaupun, di Liga Champions masih menjadi catatan buruk karena Barcelona gagal melangkah lebih jauh setelah tersingkir di babak 16 besar.
Barcelona berhasil menjadi juara Copa Del Rey 2020/2021.(REUTERS/ALBERT GEA)
Harapan baru muncul saat Joan Laporta terpilih sebagai presiden baru Barcelona. Kembalinya Laporta ke tampuk pimpinan Blaugrana ini dinilai sebagai era kebangkitan Barca musim ini.
Laporta dikenal memiliki kemampuan managerial yang baik. Dia juga sangat mengerti 'dapur' Barcelona dan Laporta juga memiliki hubungan yang baik dengan ikon tim, Lionel Messi. Hal ini diyakini akan mempengaruhi suasana ruang ganti Barcelona.
Melihat ruang ganti Barcelona saat ini juga bisa dikatakan masih memiliki komposisi pemain yang cukup baik, meskipun tidak bisa juga dikatakan mewah.
Posisi penjaga gawang, Barcelona masih memiliki salah satu penjaga gawang terbaik dari Jerman, Marc Andre ter Stegen. Lalu, di lini belakang, ada Gerard Pique yang punya pengalaman akan bersanding dengan Eric Garcia yang baru didatangkan dari Manchester City.
Di lini tengah, Barcelona juga masih memiliki Frenkie de Jong dan gelandang timnas Spanyol yang bersinar di Euro 2020, Pedri dan Sergio Busquets.
Kemudian di lini depan, Lionel Messi masih memiliki peluang besar untuk dapat dipertahankan. La Pulga, akan mendapat dukungan dari penyerang yang baru didatangkan dari Manchester City Sergio Aguero.
Selain itu, Barcelona masih memiliki sederet pemain muda potensial seperti Rey Manaj dan Yusuf Demir yang tampil mengesankan saat membawa Tim Catalunya menang 4-0 atas Gymnastic de Tarragona dalam laga perdana pramusim, Kamis (22/7) dini hari WIB.
Namun sebelum jauh membicarakan soal peluang Barcelona lewat komposisi baru di musim mendatang, Barcelona harus lebih dulu memastikan masalah pelik yang membelit Messi dan pemain-pemain baru lainnya bisa kelar dalam waktu singkat.