Pemain Liga Inggris Tetap Gelar Aksi Berlutut Musim Depan

CNN Indonesia | Rabu, 04/08/2021 02:05 WIB
Para pemain Liga Primer Inggris akan tetap melakukan aksi berlutut di musim 2021/22 terkait upaya melawan rasialisme. Para pemain Liga Inggris akan tetap melakukan aksi berlutut pada musim depan. (Foto: AP/Paul Ellis)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para pemain Liga Primer Inggris disebut akan tetap melakukan aksi berlutut di musim 2021/2022 sebagai bentuk melawan rasisme atau rasialisme.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan atas nama para pemain Liga Primer, dikutip dari AFP, Rabu (4/8) mengatakan, "Kami merasakan pentingnya saat ini, lebih dari sebelumnya, untuk terus berlutut sebagai simbol persatuan kami melawan segala bentuk rasisme."

"Kami tetap berkomitmen teguh pada tujuan tunggal kami untuk memberantas prasangka rasial di mana pun itu, untuk mewujudkan masyarakat global yang inklusif, menghormati, dan kesempatan sama bagi semua," lanjut pernyataan tersebut.


Liga Sepak Bola Inggris, yang mengendalikan tiga divisi di bawah Liga Primer, sebelumnya juga telah mengumumkan dukungan berkelanjutan untuk gerakan itu.

Liga Premier kemudian mengatakan para pemain dan ofisial pertandingan akan mengenakan lencana 'Tidak Ada Ruang Untuk Rasisme' di baju mereka.

"Liga Premier, klub, pemain, dan ofisial pertandingan kami memiliki komitmen jangka panjang untuk mengatasi rasisme dan segala bentuk diskriminasi," ucap Kepala eksekutif Liga Primer Richard Masters.

"Setelah pertemuan para kapten klub, komitmen bersama itu ditegaskan kembali dan Liga Primer akan terus mendukung suara keras para pemain tentang masalah penting ini," tuturnya.

Pihaknya juga mengaku akan terus melakukan aksi untuk menghilangkan kasus-kasus rasisme dari pertandingan Liga Inggris.

"Rasisme dalam bentuk apa pun tidak dapat diterima dan [slogan] 'Tidak Ada Ruang untuk Rasisme' membuat sikap nol toleransi kami [terhadap rasialisme] menjadi jelas," urainya.

"Liga Primer akan terus bekerja dengan klub, pemain, dan mitra sepak bola kami untuk membawa perubahan nyata guna menghilangkan ketidaksetaraan dari permainan kami."

Pada musim sebelumnya, gestur berlutut di pertandingan Liga Inggris rutin dilakukan sebelum sepak mula atau kick-off pertandingan, terutama setelah aksi Black Lives Matter dan kasus rasisme yang menerpa sejumlah pemain, seperti Raheem Sterling.

Timnas Inggris sempat dicemooh oleh beberapa pendukung mereka sendiri, yang dinilai merupakan sikap rasis, atas aksi tersebut dalam pertandingan persahabatan pra-Euro 2020.

Namun, Harry Kane dkk. tetap melakukannya sepanjang perjalanan mereka hingga ke final di Wembley di mana mereka kalah dari Italia lewat adu penalti.

(AFP/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK