Indonesia merayakan kemenangan setelah Jonatan Christie memastikan poin 3-0. (AP/Claus Fisker)
5. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (3 menang/0 kalah)
Marcus/Kevin menampilkan perbaikan performa di Thomas Cup. Setelah gagal meraih medali di Olimpiade 2020 dan kalah di Sudirman Cup, Marcus/Kevin menyapu bersih laga dengan kemenangan ketika dipercaya turun.
Tiga kemenangan rubber game diperoleh Minions, termasuk ketika membalaskan dendam kepada pasangan Aaron Chia/Soh Wooi Yik di laga perempat final melawan Malaysia. Aaron/Soh sebelumnya secara beruntun menumbangkan Marcus/Kevin di Olimpiade dan Sudirman Cup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
6. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (1 menang)
Pasangan kawakan ini hanya sekali tampil di Thomas Cup 2020. Ahsan/Hendra turut menyumbangkan poin ketika Indonesia menang 5-0 atas Aljazair.
Pasangan yang memiliki julukan 'Fajri' ini adalah ganda ketiga Indonesia, tetapi Fajar/Rian menyumbang poin-poin penting dalam perjalanan Indonesia menuju tangga juara.
Fajar/Rian memenangkan laga keempat melawan Thailand yang membuat skor menjadi imbang sebelum Vito memastikan kemenangan 3-2. Fajar/Rian pula yang memastikan kemenangan Indonesia di laga semifinal. Dalam laga final, pasangan peringkat tujuh dunia ini juga menyumbangkan poin.
Satu-satunya kekalahan Fajar/Rian diderita saat bertemu Lee Yang/Wang Chi Lin di fase grup.
8. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (1 menang/0 kalah)
The Babbies mendapat kesempatan tampil pada Thomas Cup dalam laga melawan Aljazair. Debut Leo/Daniel berakhir kemenangan 21-3 dan 21-11 atas Mohamed Abderahime Belarbi/Adel Hamek.
9. Mohammad Ahsan/Daniel Marthin (0 menang/1 kalah)
Pasangan Ahsan/Daniel adalah salah satu kejutan yang ditampilkan pelatih ganda putra. Duet senior junior ini ditampilkan ketika Indonesia menghadapi Taiwan.
Ahsan/Daniel kalah dari Lu Ching Yao/Yang Po Han, namun performa duet rombakan ini cukup apik dan solid. Bahkan Ahsan/Daniel punya beberapa kesempatan menang melawan Lu/Yang yang menduduki peringkat 22 dunia.
Daniel sebenarnya dipasangkan lagi dengan Kevin pada partai final sebagai ganda kedua, namun duet Kevin/Daniel tidak bermain karena Indonesia sudah memastikan kemenangan setelah laga ketiga usai.
(nva/jal)
Jakarta, CNN Indonesia --
Keberhasilan Indonesia membawa pulang Thomas Cup setelah penantian panjang tak lepas dari penampilan gemilang para pemain yang berjuang sejak fase grup hingga final.
Indonesia memboyong 12 pemain ke Thomas Cup 2020 (Thomas Cup 2021) dengan perincian empat atlet tunggal putra dan delapan atlet ganda putra.
Semua pemain yang dibawa mendapat kesempatan bertanding. Tidak ada pemain yang hanya menjadi penggembira dalam ajang kejuaraan beregu putra.
Berikut rapor tim Indonesia selama penyelenggaraan Thomas Cup yang berlangsung di Aarhus, Denmark:
1. Anthony Sinisuka Ginting (3 Menang/2 Kalah)
Anthony merupakan tunggal putra nomor satu Indonesia pada Thomas Cup kali ini. Pemain asal klub SGS Bandung itu tak tampil dalam laga pertama menghadapi Aljazair.
Debut Anthony di Thomas Cup 2020 berakhir dengan kekalahan ketika bertemu Kantaphon Wangcharoen. Anthony lantas membayar performa dengan menundukkan dua tunggal putra top dunia, Chou Tien Chen asal Taiwan dan Lee Zii Jia asal Malaysia.
Anthony kembali kalah saat jumpa Viktor Axelsen di semifinal, namun kembali memberi performa terbaik saat mengalahkan Lu Guang Zu pada partai pembuka final Thomas Cup.
2. Jonatan Christie (5 menang/1 kalah)
Jonatan adalah satu-satunya pemain yang berlaga dalam setiap partai sejak fase grup hingga final. Jonatan hampir sempurna di Thomas Cup kali ini.
Pemain ranking 7 dunia itu hanya sekali kalah ketika berhadapan dengan Kunlavut Vitidsarn pada laga kedua fase grup. Selain itu, Jonatan selalu bisa mengatasi lawan.
Kecuali kekalahan melawan Vitidsarn, Jonatan menang straight game di fase grup dan tiga kali menang rubber game di fase gugur.
3. Shesar Hiren Rhustavito (3 menang/0 kalah)
Vito yang merupakan tunggal ketiga Indonesia sebenarnya selalu masuk dalam susunan pemain. Namun dalam tiga laga fase knock out, Shesar tidak bermain karena Indonesia sudah memastikan kemenangan pada partai ketiga atau keempat.
Vito mengoleksi kemenangan-kemenangan di fase grup. Bahkan dalam pertandingan melawan Thailand dan Taiwan, Shesar menjadi penentu kemenangan ketika mengalahkan Adulrach Namkul dan Chi Yu Jen dengan rubber game.
4. Chico Aura Dwi Wardoyo (1 menang/0 kalah)
Chico membayar kepercayaan tampil di Thomas Cup 2021 dengan kemenangan atas wakil Aljazair, Adel Hamek. Pemain 23 tahun itu menang dua gim langsung.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Rapor Ganda Putra
Indonesia merayakan kemenangan setelah Jonatan Christie memastikan poin 3-0. (AP/Claus Fisker)
5. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (3 menang/0 kalah)
Marcus/Kevin menampilkan perbaikan performa di Thomas Cup. Setelah gagal meraih medali di Olimpiade 2020 dan kalah di Sudirman Cup, Marcus/Kevin menyapu bersih laga dengan kemenangan ketika dipercaya turun.
Tiga kemenangan rubber game diperoleh Minions, termasuk ketika membalaskan dendam kepada pasangan Aaron Chia/Soh Wooi Yik di laga perempat final melawan Malaysia. Aaron/Soh sebelumnya secara beruntun menumbangkan Marcus/Kevin di Olimpiade dan Sudirman Cup.
6. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (1 menang)
Pasangan kawakan ini hanya sekali tampil di Thomas Cup 2020. Ahsan/Hendra turut menyumbangkan poin ketika Indonesia menang 5-0 atas Aljazair.
Pasangan yang memiliki julukan 'Fajri' ini adalah ganda ketiga Indonesia, tetapi Fajar/Rian menyumbang poin-poin penting dalam perjalanan Indonesia menuju tangga juara.
Fajar/Rian memenangkan laga keempat melawan Thailand yang membuat skor menjadi imbang sebelum Vito memastikan kemenangan 3-2. Fajar/Rian pula yang memastikan kemenangan Indonesia di laga semifinal. Dalam laga final, pasangan peringkat tujuh dunia ini juga menyumbangkan poin.
Satu-satunya kekalahan Fajar/Rian diderita saat bertemu Lee Yang/Wang Chi Lin di fase grup.
8. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (1 menang/0 kalah)
The Babbies mendapat kesempatan tampil pada Thomas Cup dalam laga melawan Aljazair. Debut Leo/Daniel berakhir kemenangan 21-3 dan 21-11 atas Mohamed Abderahime Belarbi/Adel Hamek.
9. Mohammad Ahsan/Daniel Marthin (0 menang/1 kalah)
Pasangan Ahsan/Daniel adalah salah satu kejutan yang ditampilkan pelatih ganda putra. Duet senior junior ini ditampilkan ketika Indonesia menghadapi Taiwan.
Ahsan/Daniel kalah dari Lu Ching Yao/Yang Po Han, namun performa duet rombakan ini cukup apik dan solid. Bahkan Ahsan/Daniel punya beberapa kesempatan menang melawan Lu/Yang yang menduduki peringkat 22 dunia.
Daniel sebenarnya dipasangkan lagi dengan Kevin pada partai final sebagai ganda kedua, namun duet Kevin/Daniel tidak bermain karena Indonesia sudah memastikan kemenangan setelah laga ketiga usai.