5 Faktor Indonesia Kalah dari Thailand di Semifinal SEA Games
CNN Indonesia
Jumat, 20 Mei 2022 07:46 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Ricky Kambuaya saat merebut bola dari kaki pemain Thailand di semifinal SEA Games. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia --
Timnas Indonesia U-23 kalah 0-1 dari Thailand U-23 di semifinal SEA Games 2021 (SEA Games 2022). Berikut 5 faktor kekalahan Indonesia dari Thailand.
Timnas Indonesia U-23 sejatinya bermain apik sejak babak pertama di mulai. Tim asuhan Shin Tae Yong itu mampu menguasai jalannya permainan.
Namun Indonesia tidak mampu mencetak gol di babak pertama. Sementara Thailand lebih banyak menunggu dan tampak ingin lebih dulu mengamati gaya bermain Indonesia di babak pertama.
Pada babak kedua barulah Thailand mengambil alih permainan. Sejumlah peluang berhasil mereka ciptakan.
Meski demikian Indonesia juga masih mampu tampil solid dengan mengandalkan serangan balik. Hanya saja tetap ada gol yang mampu diciptakan kedua tim hingga babak kedua berakhir.
Thailand akhirnya mampu memecah kebuntuan pada menit ke-96 atau babak pertama tambahan waktu lewat gol Weerathep Pomphun. Bahkan Thailand mampu mempertahankan keunggulan hingga babak kedua tambahan waktu berakhir.
Berikut 5 faktor kekalahan Indonesia dari Thailand di semifinal SEA Games 2021:
1. Fisik Menurun
Fisik pemain yang menurun ditengarai menjadi salah satu penyebab Indonesia kalah dari Thailand.
Kondisi fisik para pemain Indonesia tampak menurun saat melakoni babak kedua. Akibatnya intensitas serangan Timnas Indonesia U-23 juga menurun di babak kedua.
Situasi ini mampu dimanfaatkan Thailand untuk menguasai permainan.
Bersambung ke halaman berikutnya...
2. Mudah Terpancing Emosi
Para pemain Timnas Indonesia U-23 juga tampak mudah terpancing emosi ketika mendapat provokasi dari pemain Thailand.
Akibatnya para pemain Timnas Indonesia U-23 kehilangan ketenangan dalam bermain.
Selain itu pemain Timnas Indonesia juga kerap terlibat keributan dengan pemain lawan, bahkan harus berujung kartu merah. Situasi ini jelas merugikan Indonesia yang membutuhkan gol balasan.