Istri Dihina, Pelatih Persib Marah Besar dan Tuntut Permintaan Maaf

ptr | CNN Indonesia
Sabtu, 02 Jul 2022 22:56 WIB
Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts murka dan menuntut permintaan maaf dari orang yang menghina istrinya di media sosial. Robert Rene Alberts menuntut permintaan maaf pada orang yang menghina istrinya. (CNN Indonesia/Huyogo Simbolon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts murka dan menuntut permintaan maaf dari orang yang menghina istrinya di media sosial.

Rene Alberts mengungkapkan amarahnya lewat akun instagram miliknya. Rene Alberts ikut menyertakan profil akun yang disebut menghina istrinya.

"Sebuah pesan untuk Saudara Tendi Rustandi. Perlu saya sampaikan bahwa anda telah mengirimkan pesan dan berkata yang sangat kasar serta provokatif pada akun instagram saya."

"Pesan dan kata-kata tersebut anda tujukan untuk istri saya, dan ini merupakan sebuah indikasi dan niat yang sangat buruk dari anda kepada saya dan juga istri saya," tulis Rene Alberts dalam akun instagram miliknya.

Rene Alberts belum langsung membawa masalah ini ke pihak kepolisian. Mantan pelatih PSM Makassar ini meminta kepada pelaku untuk datang menghadapnya dan menyampaikan permintaan langsung.

Selain itu, Rene Alberts juga meminta pelaku untuk meminta maaf kepada masyarakat. Semua hal itu harus dilakukan dalam tempo 24 jam terhitung dari Sabtu (2/7) sore.

"Oleh karena itu, saya akan menuntut anda untuk meminta maaf secara langsung, baik kepada istri maupun kepada saya. Permintaan maaf dari anda tersebut harus dilakukan di depan saya dalam waktu 24 jam."

Banner Testimoni

"Perlu diingat, jika anda tidak melakukannya, saya tidak akan ragu untuk membawa masalah ini kepada pihak kepolisian dan membawa masalah ini ke ranah hukum, serta jalur pengadilan karena anda telah melanggar hukum dan tidak menuruti tuntutan saya," ucap Rene Alberts.

[Gambas:Video CNN]



(ptr/ptr)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER