Daur Ulang Jersey Piala Dunia 2026: Revolusi Hijau dari Sepak Bola
CNN Indonesia
Jumat, 05 Jun 2026 12:54 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Portugal jadi salah satu tim menggunakan jersey daur ulang Puma. (REUTERS/Aleksandra Szmigiel)
Jakarta, CNN Indonesia --
Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi panggung revolusi hijau industri sepak bola modern.
Mayoritas kontestan turnamen yang digelar 11 Juni hingga 19 Juli 2026 tersebut akan mengenakan jersey berbahan dasar daur ulang dari sisa tekstil pabrik.
Tiga produsen olahraga raksasa dunia, Nike, Adidas, dan Puma, memimpin gerakan ramah lingkungan ini. Mereka total memasok kebutuhan sandang untuk 40 negara peserta yang terbagi ke dalam tiga jenama tersebut.
Puma mengambil langkah penting dalam sirkularitas pakaian sepak bola pada edisi Piala Dunia kali ini. Produsen asal Jerman tersebut memproduksi seluruh kaus replika mereka menggunakan program daur ulang bernama RE:FIBRE.
Menukil laman resmi, inisiatif RE:FIBRE berfokus mengubah limbah tekstil dan pakaian poliester tua menjadi produk siap pakai. Langkah ini meninggalkan ketergantungan industri yang sering menggunakan botol plastik PET sebagai bahan daur ulang utama.
Puma mengumpulkan kain cacat produksi dan sisa potongan kain dari lantai pabrik mitra mereka. Bahan baku tersebut kemudian disortir, dicampur, lalu dihancurkan menjadi serpihan kain berukuran kecil.
Serpihan poliester tersebut kemudian dilelehkan untuk dibersihkan dari kandungan zat pewarna sebelumnya. Hasil akhir dari proses polimerisasi baru ini menghasilkan benang rajut berkualitas yang siap dijahit kembali.
Setiap jersey replika Puma diproduksi dengan kandungan minimal 95 persen poliester daur ulang. Benang hasil RE:FIBRE ini diklaim bisa didaur ulang terus-menerus tanpa menurunkan kualitas bahan pakaian.
Teknologi RE:FIBRE sebenarnya sudah dikembangkan dan diuji coba Puma sejak tahun 2022. Program ini sempat diterapkan secara menyeluruh pada ajang Euro 2024 silam.
Kini Puma menerapkan program tersebut untuk 12 negara lintas benua di Piala Dunia 2026. Negara yang memakai Puma antara lain Portugal, Swiss, Republik Ceko, Austria, Maroko, Senegal, Ghana, Pantai Gading, Mesir, Tunisia, Selandia Baru, dan Paraguay.
Baca di halaman berikutnya>>>
Langkah serupa juga diambil oleh Nike dengan mengusung teknologi daur ulang kimia tingkat lanjut. Jenama asal Amerika Serikat memproduksi baju tanding dari 100 persen limbah tekstil.
Nike memproses pakaian bekas dan potongan kain sisa pabrik yang telah dipisahkan dari ritsleting serta kancing. Bahan tersebut dimasukkan ke dalam reaktor kimia khusus untuk diurai hingga ke tingkat molekul.
Proses kimiawi ini mengembalikan poliester limbah menjadi monomer murni yang bebas dari zat pewarna. Hasil penguraian tersebut membuat serat kain baru memiliki kualitas yang sama persis dengan poliester murni.
Kualitas benang setara poliester murni tersebut memungkinkan Nike menerapkan metode rajutan komputasi Aero-FIT. Teknologi ini menghasilkan pakaian yang sangat melar, menyerap keringat, dan tahan lama.
Janett Nichol selaku VP Apparel & Advanced Digital Creation Studio Innovation Nike menjelaskan perihal tekonologi yang diterapkan pada Piala Dunia 2026.
"Nike ada untuk membuat atlet menjadi lebih baik dan terobosan teknologi Aero-FIT kami menghadirkan masa depan inovasi pakaian yang mendefinisikan industri dalam hal performa elite dan keberlanjutan dalam skala besar," kata Janett.
"Kami sangat bangga bahwa jersey kami yang dipakai musim panas mendatang akan terasa ringan, tidak membatasi gerakan, dan nyaman selama pertandingan penuh," tambahnya.
Jersey inovatif Nike akan dipakai para bintang macam Harry Kane dan Kylian Mbappe. Total ada 14 tim nasional di Piala Dunia 2026 yang menggunakan pasokan seragam dari Nike.
Negara pengguna Nike meliputi Inggris, Belanda, Kroasia, Norwegia, Prancis, Turki, Amerika Serikat, Kanada, Panama, Australia, Korea Selatan, Ghana, Senegal, dan Brasil.
Sementara itu, Adidas meluncurkan jersey Piala Dunia 2026 dengan memisahkan versi autentik dan replika. Versi replika dari pabrikan ini menggunakan 100 persen bahan poliester daur ulang.
Jersey replika Adidas dilengkapi teknologi Climacool standar sebagai pengganti teknologi Aeroready terdahulu. Pakaian replika ini menggunakan logo dengan metode bordir tradisional pada bagian dada.
Untuk versi autentik pemain, Adidas memperkenalkan teknologi baru bernama Climacool+. Jenis kain versi pemain memiliki struktur rajutan kotak yang berfungsi mempercepat penguapan keringat.
Terdapat 14 negara peserta Piala Dunia 2026 yang disokong oleh Adidas dalam turnamen kali ini. Mereka adalah Argentina, Jerman, Spanyol, Jepang, Meksiko, Belgia, Kolombia, Aljazair, Swedia, Skotlandia, Arab Saudi, Qatar, Afrika Selatan, dan Jamaika.