Daur Ulang Jersey Piala Dunia 2026: Revolusi Hijau dari Sepak Bola

CNN Indonesia
Jumat, 05 Jun 2026 12:54 WIB
Soccer Football - UEFA Nations League - Group A1 - Poland v Portugal - PGE Narodowy, Warsaw, Poland - October 12, 2024 Portugal's Bernardo Silva celebrates scoring their first goal with Cristiano Ronaldo and Diogo Dalot REUTERS/Aleksandra Szmigiel
Portugal jadi salah satu tim menggunakan jersey daur ulang Puma. (REUTERS/Aleksandra Szmigiel)
Jakarta, CNN Indonesia --

Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi panggung revolusi hijau industri sepak bola modern.

Mayoritas kontestan turnamen yang digelar 11 Juni hingga 19 Juli 2026 tersebut akan mengenakan jersey berbahan dasar daur ulang dari sisa tekstil pabrik.

Tiga produsen olahraga raksasa dunia, Nike, Adidas, dan Puma, memimpin gerakan ramah lingkungan ini. Mereka total memasok kebutuhan sandang untuk 40 negara peserta yang terbagi ke dalam tiga jenama tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puma mengambil langkah penting dalam sirkularitas pakaian sepak bola pada edisi Piala Dunia kali ini. Produsen asal Jerman tersebut memproduksi seluruh kaus replika mereka menggunakan program daur ulang bernama RE:FIBRE.

Menukil laman resmi, inisiatif RE:FIBRE berfokus mengubah limbah tekstil dan pakaian poliester tua menjadi produk siap pakai. Langkah ini meninggalkan ketergantungan industri yang sering menggunakan botol plastik PET sebagai bahan daur ulang utama.

Puma mengumpulkan kain cacat produksi dan sisa potongan kain dari lantai pabrik mitra mereka. Bahan baku tersebut kemudian disortir, dicampur, lalu dihancurkan menjadi serpihan kain berukuran kecil.

Serpihan poliester tersebut kemudian dilelehkan untuk dibersihkan dari kandungan zat pewarna sebelumnya. Hasil akhir dari proses polimerisasi baru ini menghasilkan benang rajut berkualitas yang siap dijahit kembali.

Setiap jersey replika Puma diproduksi dengan kandungan minimal 95 persen poliester daur ulang. Benang hasil RE:FIBRE ini diklaim bisa didaur ulang terus-menerus tanpa menurunkan kualitas bahan pakaian.

Teknologi RE:FIBRE sebenarnya sudah dikembangkan dan diuji coba Puma sejak tahun 2022. Program ini sempat diterapkan secara menyeluruh pada ajang Euro 2024 silam.

Kini Puma menerapkan program tersebut untuk 12 negara lintas benua di Piala Dunia 2026. Negara yang memakai Puma antara lain Portugal, Swiss, Republik Ceko, Austria, Maroko, Senegal, Ghana, Pantai Gading, Mesir, Tunisia, Selandia Baru, dan Paraguay.

Baca di halaman berikutnya>>>

Add as a preferred
source on Google
Tak Lagi Pakai Botol Plasik Bekas BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2