Daur Ulang Jersey Piala Dunia 2026: Revolusi Hijau dari Sepak Bola

CNN Indonesia
Jumat, 05 Jun 2026 12:54 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Argentina Training - Sporting KC Training Centre, Kansas City, Kansas, U.S. - June 3, 2026
Argentina's Lionel Messi during training IMAGN IMAGES via Reuters/Denny Medley
Piala Dunia 2026 diharapkan bisa lebih ramah lingkungan. (IMAGN IMAGES via Reuters/DENNY MEDLEY)

Langkah serupa juga diambil oleh Nike dengan mengusung teknologi daur ulang kimia tingkat lanjut. Jenama asal Amerika Serikat memproduksi baju tanding dari 100 persen limbah tekstil.

Nike memproses pakaian bekas dan potongan kain sisa pabrik yang telah dipisahkan dari ritsleting serta kancing. Bahan tersebut dimasukkan ke dalam reaktor kimia khusus untuk diurai hingga ke tingkat molekul.

Proses kimiawi ini mengembalikan poliester limbah menjadi monomer murni yang bebas dari zat pewarna. Hasil penguraian tersebut membuat serat kain baru memiliki kualitas yang sama persis dengan poliester murni.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kualitas benang setara poliester murni tersebut memungkinkan Nike menerapkan metode rajutan komputasi Aero-FIT. Teknologi ini menghasilkan pakaian yang sangat melar, menyerap keringat, dan tahan lama.

Janett Nichol selaku VP Apparel & Advanced Digital Creation Studio Innovation Nike menjelaskan perihal tekonologi yang diterapkan pada Piala Dunia 2026.

"Nike ada untuk membuat atlet menjadi lebih baik dan terobosan teknologi Aero-FIT kami menghadirkan masa depan inovasi pakaian yang mendefinisikan industri dalam hal performa elite dan keberlanjutan dalam skala besar," kata Janett.

"Kami sangat bangga bahwa jersey kami yang dipakai musim panas mendatang akan terasa ringan, tidak membatasi gerakan, dan nyaman selama pertandingan penuh," tambahnya.

Jersey inovatif Nike akan dipakai para bintang macam Harry Kane dan Kylian Mbappe. Total ada 14 tim nasional di Piala Dunia 2026 yang menggunakan pasokan seragam dari Nike.

Negara pengguna Nike meliputi Inggris, Belanda, Kroasia, Norwegia, Prancis, Turki, Amerika Serikat, Kanada, Panama, Australia, Korea Selatan, Ghana, Senegal, dan Brasil.

Sementara itu, Adidas meluncurkan jersey Piala Dunia 2026 dengan memisahkan versi autentik dan replika. Versi replika dari pabrikan ini menggunakan 100 persen bahan poliester daur ulang.

Jersey replika Adidas dilengkapi teknologi Climacool standar sebagai pengganti teknologi Aeroready terdahulu. Pakaian replika ini menggunakan logo dengan metode bordir tradisional pada bagian dada.

Untuk versi autentik pemain, Adidas memperkenalkan teknologi baru bernama Climacool+. Jenis kain versi pemain memiliki struktur rajutan kotak yang berfungsi mempercepat penguapan keringat.

Terdapat 14 negara peserta Piala Dunia 2026 yang disokong oleh Adidas dalam turnamen kali ini. Mereka adalah Argentina, Jerman, Spanyol, Jepang, Meksiko, Belgia, Kolombia, Aljazair, Swedia, Skotlandia, Arab Saudi, Qatar, Afrika Selatan, dan Jamaika.

(afr/afr/jun) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2