Executive General Manager Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan menjelang akhir tahun ini C-HR sudah diluncurkan. Pihaknya kini tengah berdiskusi di Singapura untuk merealisasikan rencana tersebut.
"Kata siapa (Maret)? Maunya akhir tahun ini. Intinya kalau bisa bawa produk, karena kewajiban kami juga untuk kebutuhan pasar di Indonesia," kata Soerjo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata dia, mobil yang diluncurkan oleh pabrikan asal Jepang itu bukan bagian dari antisipasi terhadap pergerakan kompetitor, misal Mitsubishi melalui Xpander, maupun Wuling dengan Confero.
"Jadi kalau sampai kenalkan produk baru di kelasnya LMPV, itu bukan karena mau untuk antisipasi Wuling atau Xpander, tapi lebih karena kami melakukan penyegaran produk. Itu pasti kami lakukan," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya orang boleh menebak akan ada LSUV, atau penyegaran Avanza, tapi kami berpikir bagaimana berkontribusi terhadap industri otomotif. Nah, bakal dikeluarkan mendekati akhir tahun," ungkapnya.
Mengenai C-HR, dipastikan mobil yang diboyong merupakan jenis hibrid. Namun, Toyota belum mengetahui jenis kapasitas mesin CH-R mana yang akan disertakan dari Jepang. Perusahaan memiliki tiga alternatif varian C-HR yakni mesin 1,2 liter turbo, 1,5 liter, atau 1,8 liter.
Sebelumnya, Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono, berujar walau mengaku belum menyiapkan lini produksi, pihaknya siap menjadikan pabriknya sebagai basis perakitan C-HR.
"Kalau banyak yang order (penjualan bagus), ya kami akan produksi," kata Warih. (evn)