“Saya ingin kita sepakat untuk sepakat, bukan sepakat untuk tidak sepakat. Jangan di ruangan ini setuju tetapi di luar menulis status di sosial media,” kata Budi pada acara Focus Group Discussion Opini Publik, ‘Mengupas Polemik Peraturan Transportasi Online’ di Jakarta Pusat, Rabu (25/10).
Budi menghimbau semua pihak untuk merawat kesetaraan yang didambakan pemerintah dalam penyusunan peraturan ini. Pihaknya tak ingin pemerintah dinilai menganaktirikan satu pihak dan menganakemaskan pihak lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi memaparkan bahwa peraturan ini tak akan bisa menyenangkan kedua belah pihak, bahkan dirinya seringkali mendapat masukan tajam dan cacian dari masing-masing kubu baik online maupun taksi reguler selama melakukan diskusi publik di beberapa kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi mengatakan jika kesepakatan dalam setiap diskusi dijaga dengan baik, masyarakat tidak akan menjadi korban dari gontok-gontokan aturan transportasi online ini. Dia juga meminta sosialisasi dilakukan tanpa memihak satu pihak semata.
“Tolong sepakat untuk sepakat karena kalau tidak yang bermasalah itu adalah masyarakat. Masyarakat galau bahkan emosional. Marilah kita menenangkan masyarakat agar ini semua baik,” tutupnya. (eks/asa)